Trump Peringatkan 'Gelombang Besar' Serangan ke Iran Segera Datang

Dimas Sagita Suara.Com
Selasa, 03 Maret 2026 | 14:05 WIB
Trump Peringatkan 'Gelombang Besar' Serangan ke Iran Segera Datang
Dalam laporan utama Dunia Hari Ini (3 Maret 2026), Donald Trump menegaskan bahwa eskalasi militer terhadap Iran akan memasuki fase yang jauh lebih besar.

Suara.com - Dunia Hari Ini kembali dengan laporan pilihan dari beberapa negara selama 24 jam terakhir.

Laporan utama edisi Selasa, 3 Maret 2026 kami hadirkan dari Iran dan Amerika Serikat.

'Gelombang besar' serangan Iran

Presiden AS Donald Trump mengatakan "gelombang besar" masih akan datang dalam perang dengan Iran, sementara seluruh kawasan terseret ke dalam pertempuran hari keempat.

"Kita bahkan belum mulai menyerang mereka dengan keras," katanya kepada CNN.

"Gelombang besar bahkan belum terjadi. Gelombang besar akan segera datang."

Setidaknya 555 orang tewas dalam serangan AS-Israel di seluruh Iran, menurut Palang Merah Iran, di tengah gelombang serangan intensif dan serangan balasan Iran terhadap Israel dan aset Amerika Serikat di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei adalah "kejahatan agama" yang akan memiliki konsekuensi serius.

Masjid di Sydney menerima surat ancaman lagi

Sebuah "esai kecaman" tiga halaman yang ditujukan kepada seorang pemimpin komunitas Muslim Sydney telah memicu kekhawatiran baru akan meningkatnya ancaman kekerasan di kota itu.

Ini adalah surat keempat yang diterima oleh Masjid Lakemba selama enam minggu terakhir, dengan surat terbaru ditujukan langsung kepada sekretaris Asosiasi Muslim Lebanon, Gamel Kheir.

Baca Juga: Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya

Meskipun tidak berisi ancaman kekerasan spesifik seperti surat-surat sebelumnya, Kheir mengatakan kepada ABC ini adalah pertama kalinya surat itu "dipersonalisasi."

"Surat itu ditujukan kepada saya, pada dasarnya menyerang posisi dan komentar saya terkait meningkatnya kebencian dan fanatisme. Intinya adalah, 'Jika Anda tidak menyukainya, pergilah kembali ke tanah air Anda'," katanya.

"

"Itu sangat keji dan benar-benar sebuah ancaman."

"

Parlemen Malaysia menolak amandemen pembatasan jabatan

Majelis rendah parlemen Malaysia kemarin (02/03) menolak amandemen konstitusi yang akan membatasi masa jabatan perdana menteri menjadi dua periode.

Amandemen yang diusulkan, yang bertujuan untuk membatasi masa jabatan seseorang sebagai perdana menteri menjadi 10 tahun, merupakan bagian dari agenda reformasi koalisi pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI