Prabowo Jadi Mediator? RI Mulai Jalin Komunikasi Rahasia dengan Iran dan Amerika Serikat

Rabu, 04 Maret 2026 | 07:44 WIB
Prabowo Jadi Mediator? RI Mulai Jalin Komunikasi Rahasia dengan Iran dan Amerika Serikat
Menteri Luar Negeri, Sugiono usai pertemuan silaturahmi Presiden Prabowo bersama para tokoh bangsa di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026). [Dok. Biro Pers Istana]
Baca 10 detik
  • Menlu Sugiono hubungi Amerika Serikat dan Iran upayakan mediasi perdamaian.
  • Indonesia sesalkan eskalasi militer di Timur Tengah dan desak perundingan damai.
  • Prabowo tawarkan diri jadi mediator guna turunkan ketegangan Iran-Amerika Serikat.

Suara.com - Indonesia secara proaktif mulai membuka jalur komunikasi dengan pihak-pihak yang bertikai guna mewujudkan niat Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai mediator dalam konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS). Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengonfirmasi bahwa dirinya telah menghubungi perwakilan dari kedua belah pihak.

"Saya sudah berkomunikasi dengan pihak Amerika Serikat maupun pihak Iran," ujar Sugiono usai menghadiri pertemuan silaturahmi Presiden Prabowo bersama para tokoh bangsa di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Meski komunikasi telah terjalin, Sugiono menjelaskan bahwa tindak lanjut dari interaksi tersebut masih memerlukan waktu untuk diproses lebih lanjut.

"Kami masih menunggu perkembangan situasi dalam beberapa hari atau minggu ke depan sebagaimana yang mereka sampaikan," tambahnya.

Rencana Indonesia sebagai mediator ini juga menjadi salah satu bahasan utama dalam pertemuan di Istana Merdeka pada Selasa malam. Sugiono mematangkan koordinasi dengan memastikan seluruh jalur diplomatik tetap terbuka, termasuk komunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran.

"Menlu Iran menelepon saya untuk menjelaskan posisi negaranya secara mendalam," jelas Sugiono.

Penegasan Sikap Indonesia

Dalam percakapan telepon dengan Menlu Iran pada Senin (2/3/2026), Sugiono secara tegas menyampaikan sikap resmi pemerintah Indonesia atas meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan Iran, AS, serta Israel.

"Kami menyesalkan kegagalan perundingan sebelumnya yang berujung pada terjadinya peningkatan eskalasi militer," tegas Sugiono.

Baca Juga: Iran Tutup Pintu Negosiasi AS, Indonesia Tetap Tawarkan Diri Jadi Mediator

Mewakili pemerintah, ia menekankan kembali prinsip dasar Indonesia mengenai penghormatan terhadap integritas wilayah serta kedaulatan negara mana pun.

Indonesia juga mendesak seluruh pihak untuk segera menghentikan permusuhan dan kembali ke meja perundingan. Terkait tawaran juru damai, Sugiono telah menyampaikan keinginan khusus Presiden Prabowo kepada Menlu Iran guna mendinginkan suasana di kawasan tersebut.

"Beliau menerima pandangan-pandangan tersebut. Saya juga menyampaikan kekhawatiran dari negara-negara mitra di kawasan Teluk atas serangan-serangan yang terjadi di wilayah mereka," pungkas Sugiono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

JK: Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik Iran, Asalkan...

JK: Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik Iran, Asalkan...

Video
Selasa, 03 Maret 2026 | 20:05 WIB

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI