Iran Tutup Pintu Negosiasi AS, Indonesia Tetap Tawarkan Diri Jadi Mediator

Rabu, 04 Maret 2026 | 07:30 WIB
Iran Tutup Pintu Negosiasi AS, Indonesia Tetap Tawarkan Diri Jadi Mediator
Menteri Luar Negeri, Sugiono usai pertemuan silaturahmi Presiden Prabowo bersama para tokoh bangsa di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026). [Dok. Biro Pers Istana]
Baca 10 detik
  • Menlu Sugiono tegaskan Indonesia tetap siap jadi mediator konflik Iran-Amerika.
  • Pemerintah serahkan keputusan mediasi konflik Timur Tengah kepada pihak yang bertikai.
  • Dubes Iran tolak opsi negosiasi dengan Amerika Serikat usai agresi militer.

Suara.com - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap menawarkan diri sebagai mediator dalam konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Meski demikian, Sugiono menyatakan bahwa realisasi tawaran tersebut sepenuhnya bergantung pada keinginan negara-negara yang bertikai.

Pernyataan ini merupakan respons terhadap pernyataan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang sebelumnya menegaskan tidak ada opsi negosiasi bagi Iran pasca-serangan militer AS-Israel.

"Sebagaimana telah disampaikan, jika kedua belah pihak berkeinginan, Bapak Presiden bersedia menjadi mediator. Namun, jika ada pandangan (penolakan) seperti itu, kami kembalikan sepenuhnya kepada mereka," ujar Sugiono usai menghadiri pertemuan silaturahmi Presiden Prabowo bersama para tokoh bangsa di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Sugiono menjelaskan bahwa posisi diplomatik Indonesia dalam menyikapi eskalasi konflik di Timur Tengah adalah sebagai 'jembatan' perdamaian. Indonesia secara proaktif menawarkan diri guna meredam perbedaan yang ada.

"Yang pasti, Indonesia ingin menjadi jembatan atas perbedaan tersebut dan menyatakan kesiapan kami sebagai juru damai," tambahnya.

Sebelumnya, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menyatakan sikap keras Teheran yang menutup pintu negosiasi dengan Amerika Serikat. Iran merasa tidak memiliki jaminan bahwa Washington akan mematuhi kesepakatan yang dihasilkan nantinya.


"Bagi kami, tidak ada negosiasi dengan negara yang melancarkan permusuhan seperti Amerika Serikat. Apa jaminan mereka akan patuh terhadap sebuah kesepakatan?" tegas Boroujerdi dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).


Di sisi lain, Iran mengharapkan dukungan moral yang kuat dari negara-negara sahabat. Boroujerdi juga mendesak negara-negara berpenduduk Muslim untuk secara terbuka mengutuk serangan militer tersebut sebagai tindakan ilegal yang melanggar kedaulatan negara.


"Kami berharap negara-negara Islam yang melihat serangan ini sebagai tindakan ilegal memberikan kutukan keras atas agresi tersebut," pungkasnya.

Baca Juga: Indonesia Mulai Impor Minyak dari AS saat Perang Iran Memanas, Antisipasi BBM Naik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

JK: Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik Iran, Asalkan...

JK: Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik Iran, Asalkan...

Video
Selasa, 03 Maret 2026 | 20:05 WIB

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI