suara hijau

Padang Lamun Terancam: Mengapa Kerusakannya Bisa Picu Emisi dan Ganggu Ekonomi Pesisir?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Rabu, 04 Maret 2026 | 12:16 WIB
Padang Lamun Terancam: Mengapa Kerusakannya Bisa Picu Emisi dan Ganggu Ekonomi Pesisir?
Jenis dan hamparan padang lamun di sekitar trestle conveyor. [Ist]
Baca 10 detik
  • Ekosistem padang lamun di Indonesia terancam reklamasi, sedimentasi, pencemaran, dan kenaikan suhu laut.
  • Lamun adalah penyimpan karbon biru bernilai besar dan menjadi habitat penting bagi biota laut serta penopang perikanan.
  • KKP telah memetakan 660 ribu hektare lamun nasional sebagai dasar pengelolaan konservasi dan restorasi habitat.

Suara.com - Ekosistem padang lamun di Indonesia menghadapi tekanan serius. Reklamasi dan pembangunan pesisir mengubah bentang alam perairan dangkal tempat lamun tumbuh. Sedimentasi dari wilayah hulu—akibat konversi lahan dan aktivitas darat—mengalir ke laut dan menutup habitatnya.

Pencemaran lingkungan serta praktik penangkapan ikan yang destruktif memperparah kerusakan. Di saat yang sama, kenaikan suhu permukaan laut akibat krisis iklim turut mengganggu daya tahan ekosistem ini.

Padahal, menurut Kepala Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Asep Hidayat, lamun merupakan bagian penting dari karbon biru Indonesia. Potensinya diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta ton karbon. Ketika ekosistem ini rusak, bukan hanya keanekaragaman hayati yang hilang, tetapi juga cadangan karbon yang berisiko terlepas ke atmosfer.

Lamun bukan sekadar tumbuhan laut. Ia menjadi habitat bagi berbagai spesies, termasuk dugong dan kuda laut, sekaligus lokasi pemijahan ikan, kepiting, dan kerang. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kebijakan Publik BRIN, Prof. Nurul Dhewani, menekankan bahwa padang lamun menopang perikanan pesisir dan menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Ilustrasi Dugong di padang lamun (iStock/Cinoby)
Ilustrasi Dugong di padang lamun (iStock/Cinoby)

Dengan kata lain, kerusakan lamun berdampak ganda: terhadap iklim dan terhadap ekonomi warga. Di satu sisi ia adalah aset mitigasi perubahan iklim, di sisi lain ia adalah penopang kehidupan pesisir.

Upaya perlindungan mulai diarahkan pada pendekatan berbasis data. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah merilis Peta Karang dan Padang Lamun Nasional 2025, yang mencatat luasan padang lamun sekitar 660 ribu hektare secara nasional. Pemetaan ini menjadi fondasi untuk pengelolaan yang lebih terarah.

Para peneliti mendorong penguatan kawasan konservasi lamun, restorasi habitat yang rusak, serta peningkatan kesadaran publik tentang peran karbon biru. Langkah-langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga ekosistem, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi dan fungsi mitigasi iklimnya tetap berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI