Strategi Perang AS-Israel Lawan Iran Dinilai Sembrono dan Tanpa Roadmap Jelas

Bella | Suara.com

Rabu, 04 Maret 2026 | 13:50 WIB
Strategi Perang AS-Israel Lawan Iran Dinilai Sembrono dan Tanpa Roadmap Jelas
Ilustrasi serangan AS-Israel di Minab Iran.
  • Aktivis Muhammad Husein menilai AS memasuki konflik dengan Iran terburu-buru tanpa rencana strategis jangka panjang yang jelas.
  • Strategi AS menargetkan elite Iran gagal, malah menghasilkan konsolidasi internal yang menguatkan posisi Teheran secara signifikan.
  • Narasi propaganda AS yang berubah-ubah menimbulkan protes domestik dan meningkatkan kerentanan strategis pangkalan Teluk Arab.

Suara.com - Memasuki hari keempat eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, jurnalis sekaligus aktivis kemanusiaan, Muhammad Husein, memaparkan hasil evaluasinya.

Melalui akun Instagram pribadinya, @mhuseingazaofficial, ia menyebut Washington telah melakukan sejumlah miskalkulasi fatal yang justru memperkuat posisi Teheran.

Dalam analisis terbarunya, Husein merangkum lima poin utama terkait kelemahan strategi koalisi AS–Israel pada fase awal peperangan ini.

Pada poin pertama, ia menilai Amerika Serikat masuk ke dalam pusaran perang secara terburu-buru dan tanpa perhitungan yang matang.

"Washington ini bener-bener sembrono. Nggak ada roadmap yang jelas, nggak ada peta jalan yang jelas. Mentalitas mereka itu serang dulu, nanti mikirin bagaimana strateginya. Padahal perang ini bukan masalah hari pertama tapi masalah hari ke 100," ujar Husein dalam unggahannya, dikutip Rabu (4/3/2026).

Kedua, Husein menyoroti kesalahan fatal AS yang mencoba menerapkan apa yang ia sebut sebagai Model Venezuela terhadap Iran. Ia menjelaskan, AS berharap dengan menyerang elite, sistem pemerintahan akan runtuh dan memicu pemberontakan rakyat. Namun, kenyataan di lapangan justru sebaliknya.

"Iran bukan negara kardus. Dia punya struktur dan institusi. Justru yang terlihat sekarang adalah konsolidasi internal (Iran) benar-benar kuat, jauh dari keruntuhan. Fatal kan?" jelasnya.

Selain strategi militer yang dinilai buntu, Husein pada poin ketiganya mengkritik narasi propaganda AS yang berantakan. Ia menyoroti sikap Presiden AS Donald Trump dan elite Washington yang kerap berganti-ganti alasan terkait tujuan perang, mulai dari isu pergantian rezim, ancaman nuklir, rudal, hingga persoalan proksi regional.

Husein menegaskan bahwa dalam peperangan modern, kekalahan narasi jauh lebih berbahaya dibandingkan kekalahan di medan tempur.

Ketidakjelasan narasi tersebut, lanjut Husein pada poin keempat, memicu gelombang protes dan pertanyaan di dalam negeri AS sendiri. Publik mulai mempertanyakan urgensi perang tersebut.

"Apakah ini perang untuk kepentingan nasional, ya nasional Amerika, atau untuk kepentingan pihak lain? American First atau Israel First? Ketika basis konservatifnya mulai retak, maka ini bukan lagi masalah opini biasa. Ini alarm politik. Ini sudah bahaya sekali," paparnya.

Pada poin kelima, Husein memberikan peringatan serius terkait dampak geopolitik bagi negara-negara di kawasan Teluk Arab. Keberadaan pangkalan militer AS di negara-negara seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab, yang semula dianggap sebagai payung keamanan, kini justru berbalik menjadi ancaman nyata.

"Negara-negara kaya dengan pertahanan mahal, tiba-tiba terlihat sangat terbuka secara strategis. Basis militer yang dulu dianggap pelindung, Amerika dianggap pelindung, ternyata malah jadi musibah bagi mereka," ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai membuat negara-negara Teluk mulai menyadari bahwa kekuatan militer AS tidak sehebat yang selama ini digembar-gemborkan.

Bahkan, Husein mengungkapkan adanya pergerakan militer yang mengindikasikan kepanikan. Menurutnya, beredar sejumlah video amatir yang memperlihatkan pihak AS mulai memindahkan pesawat-pesawat tempurnya dari pangkalan di Timur Tengah karena khawatir menjadi target serangan balasan Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang AS-Iran Terus Bergulir, Harga Minyak Mentah Dunia Makin Mahal

Perang AS-Iran Terus Bergulir, Harga Minyak Mentah Dunia Makin Mahal

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:41 WIB

Negara Mana Saja yang Terancam Greater Israel? Ini 7 Wilayah yang Berisiko

Negara Mana Saja yang Terancam Greater Israel? Ini 7 Wilayah yang Berisiko

Lifestyle | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:17 WIB

Kabar Menyayat Hati, Masjid Al Aqsa Tak Gelar Salat Tarawih untuk Pertama Kali

Kabar Menyayat Hati, Masjid Al Aqsa Tak Gelar Salat Tarawih untuk Pertama Kali

Entertainment | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:15 WIB

Eropa Terancam Gelap: Pipa Migas Rusia Rusak, Perang Iran Tutup Selat Hormuz

Eropa Terancam Gelap: Pipa Migas Rusia Rusak, Perang Iran Tutup Selat Hormuz

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:14 WIB

Serangan Drone Iran Hantam Area Konsulat AS di Dubai

Serangan Drone Iran Hantam Area Konsulat AS di Dubai

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:11 WIB

Eropa Hentikan Dukungan Dana Militer Ukraina Imbas Sengketa Pipa Gas Rusia

Eropa Hentikan Dukungan Dana Militer Ukraina Imbas Sengketa Pipa Gas Rusia

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:59 WIB

Viral Harga Bensin di Iran Cuma Rp500 per Liter, Jadi yang Termurah di Dunia

Viral Harga Bensin di Iran Cuma Rp500 per Liter, Jadi yang Termurah di Dunia

Entertainment | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:54 WIB

Antisipasi Dampak Konflik AS-Iran, Prabowo Sedang Bangun 'Tameng Politik' Lewat Pertemuan di Istana?

Antisipasi Dampak Konflik AS-Iran, Prabowo Sedang Bangun 'Tameng Politik' Lewat Pertemuan di Istana?

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:49 WIB

Israel Serang Wilayah Sipil Tanpa Peringatan, Harga Gas Membara

Israel Serang Wilayah Sipil Tanpa Peringatan, Harga Gas Membara

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:44 WIB

Arab Saudi Cegat 5 Drone, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

Arab Saudi Cegat 5 Drone, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

Video | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB