Iran Terharu Tapi Bingung, Banyak Warga China 'Maksa' Kirim Uang Buat Lawan Israel-AS

Bernadette Sariyem | Suara.com

Jum'at, 06 Maret 2026 | 19:33 WIB
Iran Terharu Tapi Bingung, Banyak Warga China 'Maksa' Kirim Uang Buat Lawan Israel-AS
Ilustrasi - Warga China saat mengumpulkan donasi (kiri) dan Warga Iran saat berduka setelah Israel-AS mengebom SD khusus perempuan yang menewaskan 160 orang (kanan). [SCMP/Al Jazeera]
  • Kedutaan Besar Iran di Tiongkok menolak sumbangan uang dari warga Tiongkok meskipun terdapat solidaritas publik.
  • Partai Komunis dan pemerintah China secara terbuka mendukung Iran dalam mempertahankan kedaulatan dari agresi Israel dan AS.
  • Menlu China Wang Yi menuduh AS dan Israel melanggar Piagam PBB, mendesak penghentian perang melalui jalur diplomatik.

Dukungan China ini bukan tanpa alasan kuat. Ketegangan semakin memuncak setelah satu warga negara China dilaporkan tewas di wilayah Iran akibat serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan AS dan Israel.

Kematian warga sipil China ini seolah menjadi pemantik bagi Beijing untuk bersuara lebih keras di panggung internasional.

"China sangat menghargai persahabatan militan dengan Iran. Kami mendukung Iran dalam mebela kedaulatan, keamanan, integritas teritorial serta martabat nasional. Kami mendukung Iran melindungi hak dan kepentingan yang sah," kata Wang, dikutip media pemerintah China, CCTV, Selasa (3/3/2026).

Tidak hanya memberikan dukungan moril kepada Teheran, Wang Yi juga melancarkan serangan diplomatik terhadap Washington dan Tel Aviv.

Dalam komunikasi terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, Wang menuduh pihak AS dan Israel telah mengangkangi aturan internasional yang sudah disepakati sejak lama.

Oman, yang selama ini dikenal sebagai mediator "pintu belakang" antara Iran dan AS, menjadi saksi bagaimana China mulai mengambil peran lebih dominan untuk menantang dominasi Barat di kawasan tersebut.

Wang menuduh bahwa tindakan militer yang dilakukan secara sengaja telah melanggar prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"China bersedia memosisikan diri secara konstruktif, termasuk menegakkan keadilan, perdamaian serta menghentikan perang melalui Dewan Keamanan PBB," ujar Wang kepada Albusaidi.

Langkah China ini dinilai oleh para pengamat politik internasional sebagai sinyal kuat bahwa "Hukum Rimba" tidak boleh lagi mendominasi hubungan antarnegara.

Peringatan ini juga disampaikan Wang Yi saat berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot.

Ia memperingatkan risiko besar jika negara-negara pemilik kekuatan militer superior bertindak secara sepihak tanpa mengindahkan diplomasi.

"Negara-negara besar tak boleh melakukan tindakan sewenangpwenang terhadap negara lain hanya karena keunggulan militer mereka."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Bentang Bendera Iran Warnai Kebebasan Delpedro Marhaen Cs dari Dakwaan Kasus Aksi Agustus

Aksi Bentang Bendera Iran Warnai Kebebasan Delpedro Marhaen Cs dari Dakwaan Kasus Aksi Agustus

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 18:54 WIB

Tak Diajak Perang, Kim Jong Un Tes Kapal Perusak Nuklir di Tengah Konflik Iran-AS

Tak Diajak Perang, Kim Jong Un Tes Kapal Perusak Nuklir di Tengah Konflik Iran-AS

Entertainment | Jum'at, 06 Maret 2026 | 17:45 WIB

Tolak Perang dan 'Mati Demi Israel', Veteran Marinir AS Diseret Keluar Ruang Kongres

Tolak Perang dan 'Mati Demi Israel', Veteran Marinir AS Diseret Keluar Ruang Kongres

Video | Jum'at, 06 Maret 2026 | 17:21 WIB

Operasi Informasi di Balik Video Hoaks Viral "China Bantu Gaza"

Operasi Informasi di Balik Video Hoaks Viral "China Bantu Gaza"

Liks | Jum'at, 06 Maret 2026 | 17:15 WIB

Kemlu Mulai Evakuasi WNI dari Iran Hari Ini, Tahap Pertama Lewat Azerbaijan

Kemlu Mulai Evakuasi WNI dari Iran Hari Ini, Tahap Pertama Lewat Azerbaijan

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 15:45 WIB

Prediksi 2024 Akurat, Profesor Jiang Xueqin Perkirakan AS dan Arab Saudi Serang Iran 2027

Prediksi 2024 Akurat, Profesor Jiang Xueqin Perkirakan AS dan Arab Saudi Serang Iran 2027

Tekno | Jum'at, 06 Maret 2026 | 18:30 WIB

Bahlil Sebut Stok BBM Cuma 20 Hari, ESDM Buru-buru Redam Panic Buying: Jangan Menimbun!

Bahlil Sebut Stok BBM Cuma 20 Hari, ESDM Buru-buru Redam Panic Buying: Jangan Menimbun!

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 15:02 WIB

Piala Dunia 2026 dan Negara Tuan Rumah Penyelenggara Turnamen yang Problematik

Piala Dunia 2026 dan Negara Tuan Rumah Penyelenggara Turnamen yang Problematik

Your Say | Jum'at, 06 Maret 2026 | 14:12 WIB

Profesor Jiang Xueqin Prediksi AS Kalah Perang dengan Iran

Profesor Jiang Xueqin Prediksi AS Kalah Perang dengan Iran

Entertainment | Jum'at, 06 Maret 2026 | 14:15 WIB

Terkini

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

News | Selasa, 21 April 2026 | 22:11 WIB

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:42 WIB

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:25 WIB

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:05 WIB

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:02 WIB

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:58 WIB

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:55 WIB

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:51 WIB

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:41 WIB

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:37 WIB