10 Hari Lagi Lebaran, Iran Mulai Terasa Seperti Neraka, Udara Beracun di Mana-mana

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 10 Maret 2026 | 11:02 WIB
10 Hari Lagi Lebaran, Iran Mulai Terasa Seperti Neraka, Udara Beracun di Mana-mana
Serangan Israel ke depot minyak Iran memicu hujan asam beracun dan krisis kesehatan bagi warga.
baca 10 detik
  • Serangan udara Israel ke depot minyak Teheran menyebabkan polusi udara ekstrem dan hujan asam.

  • Warga mengalami gangguan pernapasan serta iritasi mata akibat gas beracun dari kebakaran minyak.

  • Pakar kesehatan memperingatkan risiko kanker dan penyakit jantung bagi penduduk yang terpapar polutan.

Kebutuhan akan alat pelindung diri seperti masker dan alat bantu pernapasan kini melonjak drastis di pasar lokal.

Negin menekankan bahwa saat ini masyarakat sangat membutuhkan perhatian dunia internasional atas apa yang mereka alami.

Rasa takut yang mencekam membuat banyak warga teringat akan masa-masa sulit saat pandemi global melanda beberapa tahun lalu.

Seorang pengusaha kuliner bernama Mehdi menyatakan bahwa warga kini sangat waspada terhadap segala bentuk kontak fisik.

Ketidakpastian ini memicu keinginan sebagian penduduk untuk mengungsi demi menghindari kontaminasi pada sumber air.

Warga merasa pasrah karena merasa tidak mendapatkan perlindungan yang cukup dari pihak penguasa maupun bantuan luar.

Instansi Lingkungan Hidup di Iran secara resmi telah meminta warga Teheran untuk tidak melakukan aktivitas luar ruang.

Palang Merah setempat juga memberikan edukasi mengenai bahaya iritasi kulit kronis akibat paparan zat kimia di udara.

Penduduk dilarang keras mengoperasikan sistem pendingin udara yang dapat menyedot polutan dari luar ke dalam rumah.

baca juga

Saran medis juga menekankan agar warga tidak langsung keluar rumah sesaat setelah hujan turun untuk menghindari racun.

Shahram Kordasti, seorang ahli kesehatan dari Inggris, menyebutkan bahwa partikel halus ini bisa masuk ke aliran darah.

Polutan yang dilepaskan dari kebakaran depot minyak memiliki karakteristik yang sangat merusak bagi sistem pernapasan manusia.

Paparan gas beracun secara terus-menerus dapat memicu kambuhnya penyakit asma serta memperburuk kondisi jantung pasien.

Lebih mengkhawatirkan lagi, partikel ultra-mikroskopis tersebut diketahui mampu meningkatkan risiko terbentuknya sel kanker di masa depan.

Kebakaran kilang minyak secara ilmiah selalu membawa dampak ekologis yang jauh lebih luas daripada sekadar kerugian materi.

Para ilmuwan lingkungan memperingatkan bahwa senyawa organik volatil atau VOC kini sedang beterbangan bebas di atmosfer Teheran.

Selain partikel debu, terdapat kandungan nitrogen oksida dan sulfur dioksida yang sangat pekat di langit Iran saat ini.

Zat-zat kimia tersebut jika bereaksi dengan air akan menciptakan larutan asam yang merusak jaringan kulit dan tanaman.

Penelitian global menunjukkan bahwa lonjakan polusi mendadak seperti ini adalah pembunuh senyap bagi kelompok usia rentan.

Anak-anak dan lansia di Teheran menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami komplikasi kesehatan permanen akibat insiden ini.

Serangan ini membuktikan bahwa sabotase energi memiliki konsekuensi kemanusiaan jangka panjang yang seringkali terlupakan oleh publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Mulai Meroket, BBM Indonesia Kapan Naik?

Harga Minyak Dunia Mulai Meroket, BBM Indonesia Kapan Naik?

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 10:50 WIB

Mojtaba Khamenei Pimpin Iran, Trump Klaim Siapkan Skenario Akhiri Perang Timur Tengah

Mojtaba Khamenei Pimpin Iran, Trump Klaim Siapkan Skenario Akhiri Perang Timur Tengah

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 10:41 WIB

Bocoran Intelijen Amerika Serikat: AS Gagal, Rezim Iran Mustahil Tumbang

Bocoran Intelijen Amerika Serikat: AS Gagal, Rezim Iran Mustahil Tumbang

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 10:05 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×