-
Serangan udara Israel ke depot minyak Teheran menyebabkan polusi udara ekstrem dan hujan asam.
-
Warga mengalami gangguan pernapasan serta iritasi mata akibat gas beracun dari kebakaran minyak.
-
Pakar kesehatan memperingatkan risiko kanker dan penyakit jantung bagi penduduk yang terpapar polutan.
Kebutuhan akan alat pelindung diri seperti masker dan alat bantu pernapasan kini melonjak drastis di pasar lokal.
Negin menekankan bahwa saat ini masyarakat sangat membutuhkan perhatian dunia internasional atas apa yang mereka alami.
Rasa takut yang mencekam membuat banyak warga teringat akan masa-masa sulit saat pandemi global melanda beberapa tahun lalu.
Seorang pengusaha kuliner bernama Mehdi menyatakan bahwa warga kini sangat waspada terhadap segala bentuk kontak fisik.
Ketidakpastian ini memicu keinginan sebagian penduduk untuk mengungsi demi menghindari kontaminasi pada sumber air.
Warga merasa pasrah karena merasa tidak mendapatkan perlindungan yang cukup dari pihak penguasa maupun bantuan luar.
Instansi Lingkungan Hidup di Iran secara resmi telah meminta warga Teheran untuk tidak melakukan aktivitas luar ruang.
Palang Merah setempat juga memberikan edukasi mengenai bahaya iritasi kulit kronis akibat paparan zat kimia di udara.
Penduduk dilarang keras mengoperasikan sistem pendingin udara yang dapat menyedot polutan dari luar ke dalam rumah.
Baca Juga: Chappy Hakim: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Berhenti Jika 3 Pihak Ini Bergerak
Saran medis juga menekankan agar warga tidak langsung keluar rumah sesaat setelah hujan turun untuk menghindari racun.
Shahram Kordasti, seorang ahli kesehatan dari Inggris, menyebutkan bahwa partikel halus ini bisa masuk ke aliran darah.
Polutan yang dilepaskan dari kebakaran depot minyak memiliki karakteristik yang sangat merusak bagi sistem pernapasan manusia.
Paparan gas beracun secara terus-menerus dapat memicu kambuhnya penyakit asma serta memperburuk kondisi jantung pasien.
Lebih mengkhawatirkan lagi, partikel ultra-mikroskopis tersebut diketahui mampu meningkatkan risiko terbentuknya sel kanker di masa depan.
Kebakaran kilang minyak secara ilmiah selalu membawa dampak ekologis yang jauh lebih luas daripada sekadar kerugian materi.