Bocoran Intelijen Amerika Serikat: AS Gagal, Rezim Iran Mustahil Tumbang

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 10 Maret 2026 | 10:05 WIB
Bocoran Intelijen Amerika Serikat: AS Gagal, Rezim Iran Mustahil Tumbang
Laporan intelijen Amerika Serikat mengungkap keraguan atas kemampuan serangan militer dalam menggulingkan rezim Iran. (Suara.com)
  • Intelijen Amerika meragukan serangan militer mampu menggulingkan rezim kuat di pemerintahan Iran.

  • Institusi agama dan militer Iran memiliki mekanisme transfer kekuasaan yang mencegah sistem runtuh.

  • Kondisi oposisi Iran yang terpecah membuat pergantian kekuasaan melalui perang sulit terwujud.

Suara.com - Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat merilis penilaian rahasia terkait dampak serangan militer ke Teheran.

Dokumen ini memaparkan pandangan skeptis mengenai peluang keberhasilan operasi gabungan dalam meruntuhkan kekuasaan Iran.

Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah sinyal perang diberikan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

Meskipun Trump sempat menyatakan perang adalah awal dari perjalanan panjang, ia kemudian mengubah narasinya.

Prediksi ini disusun secara mendalam oleh berbagai lembaga intelijen yang dikoordinasikan oleh badan nasional tersebut.

Tulisan middleeastmonitor mengungkapkan bahwa penghancuran rezim Iran bukanlah perkara yang mudah dilakukan.

Serangan besar-besaran dari pihak luar diprediksi tidak akan mampu merobohkan fondasi kuat negara tersebut.

Sistem yang ada di Iran saat ini ditopang oleh kolaborasi antara institusi agama dan keamanan.

Struktur pemerintahan mereka dianggap memiliki daya tahan tinggi terhadap tekanan militer dari pihak asing.

"tidak mungkin" bahwa sejumlah oposisi Iran yang terpecah akan berkuasa jika perang AS pecah, baik konflik tersebut singkat atau berkepanjangan.

Penilaian strategis ini sebenarnya telah tuntas dikerjakan sepekan sebelum pecahnya perang pada 28 Februari.

Berbagai kemungkinan telah dihitung secara matang, mulai dari serangan terbatas hingga perang total.

Salah satu fokus analisis adalah dampak serangan langsung terhadap para petinggi senior di pemerintahan Iran.

Intelijen juga mengukur efektivitas jika serangan dialihkan pada lembaga negara dan struktur kepemimpinan inti.

Hasil akhir dari semua skenario militer yang disusun menunjukkan kesimpulan yang cenderung serupa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Diduga Serang SD Putri di Iran Tewaskan 168 Orang, Donald Trump Justru Salahkan Teheran

AS Diduga Serang SD Putri di Iran Tewaskan 168 Orang, Donald Trump Justru Salahkan Teheran

News | Minggu, 08 Maret 2026 | 13:10 WIB

Tensi Timur Tengah Memanas, Menlu Sugiono Telepon Menlu UEA hingga Prabowo Siap Mediasi ke Teheran

Tensi Timur Tengah Memanas, Menlu Sugiono Telepon Menlu UEA hingga Prabowo Siap Mediasi ke Teheran

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 10:55 WIB

Rusia, China, dan Korea Utara Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran

Rusia, China, dan Korea Utara Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran

Video | Rabu, 04 Maret 2026 | 17:13 WIB

Terkini

Iran Tegaskan Persatuan Nasional di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat

Iran Tegaskan Persatuan Nasional di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:41 WIB

Harga LPG 12 Kg Melejit, Pemprov DKI Pantau Inflasi dan Wanti-wanti Tak 'Panic Buying'!

Harga LPG 12 Kg Melejit, Pemprov DKI Pantau Inflasi dan Wanti-wanti Tak 'Panic Buying'!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:39 WIB

Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump

Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:38 WIB

Harga BBM di Vietnam Turun, Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak Impor Hingga Juni 2026

Harga BBM di Vietnam Turun, Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak Impor Hingga Juni 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:36 WIB

KPAI Desak Pemerintah Terapkan Cukai Minuman Manis, Soroti Dampak Industri ke Anak

KPAI Desak Pemerintah Terapkan Cukai Minuman Manis, Soroti Dampak Industri ke Anak

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:29 WIB

PBB Soroti Eksekusi Mati Kasus Narkoba di Singapura, Dinilai Tak Sejalan dengan HAM

PBB Soroti Eksekusi Mati Kasus Narkoba di Singapura, Dinilai Tak Sejalan dengan HAM

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:28 WIB

Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir

Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:19 WIB

Aktivis Palestina Alami Luka Serius Akibat Taser Polisi dan Palu Saat Gerebek Pabrik Senjata

Aktivis Palestina Alami Luka Serius Akibat Taser Polisi dan Palu Saat Gerebek Pabrik Senjata

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:15 WIB

China Desak Kamboja Berantas Tuntas Scam Center, Wang Yi: Harus Dihapus Sepenuhnya

China Desak Kamboja Berantas Tuntas Scam Center, Wang Yi: Harus Dihapus Sepenuhnya

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:12 WIB

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:59 WIB