Chappy Hakim: Era Smart War Dimulai, AI dan Drone Ubah Strategi Perang Modern

Vania Rossa

Selasa, 10 Maret 2026 | 11:48 WIB
Chappy Hakim: Era Smart War Dimulai, AI dan Drone Ubah Strategi Perang Modern
Mantan Kepala Staf Angkatan Udara, Chappy Hakim. (tangkap layar Youtube)
baca 10 detik
  • Peperangan berevolusi dari konflik darat tradisional menjadi smart war multidimensi mencakup siber.
  • Era siber ditandai dengan penggunaan AI, sistem otonom, dan drone sebagai ciri utama perang modern.
  • Penguasaan teknologi pertahanan udara, seperti sistem berlapis, menjadi faktor penting penentu keamanan negara saat ini.

Kombinasi teknologi tersebut membuat peperangan tidak lagi semata-mata bergantung pada jumlah persenjataan atau kekuatan militer konvensional.

“Sehingga berubah lagi perang tuh menjadi tidak hanya perang total, tapi saya mengatakannya sebagai perang smart,” ujarnya.

Menurut Chappy, di era ini kemenangan tidak selalu ditentukan oleh jumlah pesawat tempur atau senjata yang dimiliki suatu negara.

“Tidak jadi jaminan bahwa sebuah negara punya pesawat banyak kemudian dia bisa menang. Tunggu dulu, karena sekarang udah di cyber space udah di cyber world era. Ada yang automation di situ, ada data link, ada segala macam, ada network centric system,” kata Chappy.

Pertahanan Udara Jadi Faktor Penentu

Dalam konteks perang modern, penguasaan wilayah udara menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan negara. Sistem pertahanan udara berlapis kini menjadi tulang punggung strategi pertahanan banyak negara.

Chappy mencontohkan sistem pertahanan udara yang dimiliki Israel, seperti Iron Dome dan Arrow 3.

Menurutnya, konsep pertahanan tersebut sebenarnya merupakan turunan dari program pertahanan Amerika Serikat pada era Perang Dingin yang dikenal sebagai Strategic Defense Initiative (SDI).

“Itu sebenarnya turunan dari SDI… Dia membendung serangan-serangan rudal dari luar sehingga dia bisa jaga,” ujarnya.

baca juga

Persaingan Teknologi Sejak Perang Dingin

Chappy juga menyinggung bagaimana perlombaan teknologi militer berkembang pesat sejak rivalitas antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada masa Perang Dingin (Cold War).

Persaingan tersebut memicu percepatan inovasi di bidang teknologi militer, terutama dalam sektor penerbangan dan ruang angkasa.

“Di era Perang Dingin itulah perlombaan senjata yang memicu orang meningkatkan kualitas persenjataan, teknologi perang, terutama teknologi penerbangan itu maju sangat pesat,” jelasnya.

Perang Modern dan Ketidakpastian Global

Menurut Chappy, dinamika geopolitik global saat ini semakin sulit diprediksi. Kepentingan nasional masing-masing negara, ditambah perubahan kepemimpinan politik dunia, membuat situasi internasional semakin kompleks.

Ia bahkan menyebut kondisi global saat ini sebagai global disorder, di mana peta aliansi dan konflik tidak selalu jelas.

Dalam situasi tersebut, konsep smart war menunjukkan bahwa masa depan peperangan akan semakin ditentukan oleh teknologi, kecerdasan sistem, serta kemampuan mengelola data dan jaringan militer secara terintegrasi.

“Smart war. Karena kecerdasan melawan kecerdasan,” pungkas Chappy.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemlu RI Kawal Kepulangan 32 WNI dari Iran, Ini Jadwal Kedatangannya

Kemlu RI Kawal Kepulangan 32 WNI dari Iran, Ini Jadwal Kedatangannya

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 11:45 WIB

Drone AS Seharga Rp5,2 Triliun Hancur di Perang Timur Tengah

Drone AS Seharga Rp5,2 Triliun Hancur di Perang Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 11:38 WIB

10 Hari Lagi Lebaran, Iran Mulai Terasa Seperti Neraka, Udara Beracun di Mana-mana

10 Hari Lagi Lebaran, Iran Mulai Terasa Seperti Neraka, Udara Beracun di Mana-mana

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 11:02 WIB

Terkini

Kondisi Shayne Pattynama Terkuak Usai Rumor Peminjaman ke Arema FC Merebak

Kondisi Shayne Pattynama Terkuak Usai Rumor Peminjaman ke Arema FC Merebak

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 09:56 WIB

Harga Memori Chip Melonjak, Sharp Ungkap Dampaknya ke TV di Indonesia

Harga Memori Chip Melonjak, Sharp Ungkap Dampaknya ke TV di Indonesia

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 09:51 WIB

Jadi Duta Kecelakaan di MotoGP, Kegagalan Joan Mir Disebabkan oleh Honda?

Jadi Duta Kecelakaan di MotoGP, Kegagalan Joan Mir Disebabkan oleh Honda?

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 09:48 WIB

Shin Tae-yong Patok 3 Poin Saat Persija Jakarta Jamu Persib di GBK

Shin Tae-yong Patok 3 Poin Saat Persija Jakarta Jamu Persib di GBK

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 09:45 WIB

Plt Ketua Umum PPAD Tidur Bersama Tim Atlet di Padang Golf Ciputra Surabaya

Plt Ketua Umum PPAD Tidur Bersama Tim Atlet di Padang Golf Ciputra Surabaya

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 09:44 WIB

Feng Shui Kamar Tidur Suami Istri agar Harmonis, Begini Aturan dan Tipsnya

Feng Shui Kamar Tidur Suami Istri agar Harmonis, Begini Aturan dan Tipsnya

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 09:42 WIB

Resmi Rilis, Harga iPhone 18 Pro dan iPhone Duo di Singapura dan AS

Resmi Rilis, Harga iPhone 18 Pro dan iPhone Duo di Singapura dan AS

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 09:36 WIB

Badan Geologi Tak Perlu Dilebur ke BMKG: Dinilai Bisa Ganggu Fokus Mitigasi Bencana

Badan Geologi Tak Perlu Dilebur ke BMKG: Dinilai Bisa Ganggu Fokus Mitigasi Bencana

News | Kamis, 10 September 2026 | 09:35 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik Perlahan ke Level Rp17.512

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik Perlahan ke Level Rp17.512

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 09:33 WIB

Badai Kelelahan dan Cedera Bayangi Persija Jakarta Jelang Pertandingan Kontra Persib

Badai Kelelahan dan Cedera Bayangi Persija Jakarta Jelang Pertandingan Kontra Persib

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 09:33 WIB

×