Viral Video Rudal Tomahawk Serang Kawasan Dekat Sekolah, Ratusan Anak Diklaim Tewas

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 10 Maret 2026 | 13:09 WIB
Viral Video Rudal Tomahawk Serang Kawasan Dekat Sekolah, Ratusan Anak Diklaim Tewas
Rudal Tomahawk (BBC)
baca 10 detik
  • Rudal Tomahawk AS menghantam pangkalan militer Iran yang mengakibatkan 168 warga sipil tewas.

  • Analisis video mengonfirmasi penggunaan senjata presisi Amerika Serikat di dekat sekolah dasar Minab.

  • Pemerintah Amerika Serikat sedang menginvestigasi kemungkinan kesalahan teknis dalam serangan fatal tersebut.

Suara.com - Peristiwa memilukan mengguncang wilayah selatan Iran setelah sebuah proyektil canggih menghancurkan fasilitas pangkalan militer yang berdampingan dengan area pendidikan.

Insiden tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa sebanyak 168 orang di lokasi kejadian.

Data dari pemerintah setempat menyebutkan bahwa mayoritas korban meninggal dunia merupakan anak-anak yang berjumlah 110 jiwa.

Investigasi digital yang dilakukan terhadap rekaman visual kini memperkuat dugaan keterlibatan kekuatan militer asing.

Kantor berita Mehr merilis video yang menunjukkan detik-detik mengerikan saat senjata pemusnah itu menghantam sasarannya.

Pihak BBC Verify telah melakukan validasi terhadap rekaman tersebut dan mencocokannya dengan koordinat geografis di Kota Minab.

Sasaran utama ledakan diidentifikasi sebagai markas milik Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC.

Posisi gedung sekolah dasar Shajareh Tayebeh berada tepat di sisi pangkalan yang menjadi target serangan udara tersebut.

Para pengamat militer menekankan bahwa jenis amunisi yang digunakan adalah rudal jelajah jarak jauh tipe Tomahawk.

baca juga

Identifikasi ini menjadi krusial karena teknologi Tomahawk hanya dioperasikan secara resmi oleh militer Amerika Serikat.

Seorang pakar keamanan menyatakan bahwa presisi serangan tersebut mustahil berasal dari kegagalan fungsi senjata domestik Iran sendiri.

Merespons tekanan internasional, Presiden AS Donald Trump memberikan tanggapan saat berada di dalam pesawat kepresidenan.

"Kami pikir itu dilakukan oleh Iran karena mereka sangat tidak akurat, seperti yang Anda tahu, dengan persenjataan mereka. Mereka sama sekali tidak punya akurasi," ujar Trump kepada para wartawan di dalam pesawat Air Force One.

Meskipun ada bantahan secara retoris, laporan internal dari mitra berita di Amerika Serikat memberikan penilaian yang berbeda.

Informasi awal dari birokrasi Washington mengindikasikan bahwa serangan tersebut kemungkinan besar memang dilepaskan oleh pihak AS.

Namun, sumber tersebut menegaskan bahwa tidak ada niat sengaja untuk menjadikan fasilitas sekolah sebagai sasaran tembak utama.

Kesalahan teknis diduga menjadi penyebab mengapa proyektil tersebut memberikan dampak destruktif ke bangunan di sekitarnya.

Di sisi lain, pihak Tel Aviv melalui sumber pemerintahannya membantah terlibat dalam operasi militer di titik tersebut.

Militer Israel mengklaim tidak memiliki unit yang beroperasi di wilayah yang berdekatan dengan sekolah putri tersebut.

Pihak Iran sendiri secara tegas melemparkan tuduhan kepada aliansi Amerika Serikat dan Israel atas tragedi berdarah ini.

Berdasarkan tinjauan visual, terdapat sebuah klinik kesehatan milik Angkatan Laut IRGC yang hancur berkeping-keping.

Jarak antara fasilitas medis militer tersebut hanya terpaut sekitar 200 meter dari bangunan sekolah dasar.

Rekaman menunjukkan bahwa sebelum Tomahawk menghantam, kepulan asap tebal sudah terlihat di area komplek militer tersebut.

Hal ini menandakan bahwa wilayah Minab telah menjadi target gempuran bertubi-tubi dalam sebuah rangkaian operasi.

Wes Bryant, seorang mantan personel Angkatan Udara AS, turut memvalidasi bahwa objek dalam video memang merupakan rudal jelajah.

Analisis dari Bryant menyebutkan bahwa serangan berulang di komplek IRGC menunjukkan sebuah skema operasi yang terencana.

"Menunjukkan sebuah operasi AS yang disengaja dan presisi," tambah Bryant dalam tinjauan teknisnya terhadap bukti video yang ada.

Pakar dari Armament Research Services juga meragukan jika kerusakan masif tersebut berasal dari persenjataan milik Teheran.

Rudal buatan lokal Iran umumnya tidak dibekali dengan hulu ledak yang memiliki daya ledak sekuat Tomahawk.

Sementara itu, Jenderal Dan Caine mengonfirmasi penggunaan perdana Tomahawk dalam operasi serangan di wilayah sayap selatan.

Pentagon sempat menunjukkan peta strategi perang 100 jam pertama yang mencantumkan kawasan Minab sebagai salah satu objektif.

Meski demikian, proses verifikasi fakta di lapangan menghadapi kendala besar akibat pemutusan akses jaringan internet.

Pemerintah Iran juga memperketat ruang gerak bagi jurnalis asing untuk melakukan peliputan secara independen di lokasi.

Sekolah dasar putri di Minab sendiri tercatat memiliki total 264 siswi yang terdaftar sebelum insiden terjadi.

Hingga kini, tim investigasi masih bekerja untuk menyusun kesimpulan akhir mengenai siapa yang paling bertanggung jawab.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa peninjauan ulang terhadap insiden di sekolah putri tersebut sedang berjalan.

"Kami sedang menyelidikinya. Tentu saja, kami tidak pernah menargetkan sasaran sipil. Tetapi kami sedang meninjau dan menyelidikinya," ungkap Hegseth.

Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah membidik sekolah secara sengaja.

Rubio menyarankan agar semua pertanyaan teknis diarahkan langsung kepada Departemen Perang yang memiliki otoritas penuh.

Gedung Putih sendiri terus memantau perkembangan penyelidikan guna memastikan fakta-fakta di balik kematian ratusan warga sipil ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyelidikan Serangan Sekolah Iran: Bukti Mengarah ke Rudal AS

Penyelidikan Serangan Sekolah Iran: Bukti Mengarah ke Rudal AS

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 13:03 WIB

Erdogan Peringatkan Presiden Iran Usai Rudal Balistik Masuk Wilayah Turki

Erdogan Peringatkan Presiden Iran Usai Rudal Balistik Masuk Wilayah Turki

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 13:02 WIB

Presiden Prancis Ingatkan Donald Trump, Menggulingkan Rezim Iran Tak Semudah Menjatuhkan Bom

Presiden Prancis Ingatkan Donald Trump, Menggulingkan Rezim Iran Tak Semudah Menjatuhkan Bom

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 11:53 WIB

Terkini

Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%

Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:52 WIB

BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP

BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:51 WIB

Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga

Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:40 WIB

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:38 WIB

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:35 WIB

7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya

7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:30 WIB

Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan

Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:30 WIB

Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas

Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:24 WIB

Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!

Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:20 WIB

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

DPR | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:17 WIB

×