Penyelidikan Serangan Sekolah Iran: Bukti Mengarah ke Rudal AS

Dimas Sagita

Selasa, 10 Maret 2026 | 13:03 WIB
Penyelidikan Serangan Sekolah Iran: Bukti Mengarah ke Rudal AS
Pemerintah Iran laporkan 168 korban jiwa akibat rudal Tomahawk. Analisis teknis pakar memperkuat keterlibatan militer AS dalam tragedi di sekolah dasar tersebut.

Suara.com - Sebuah rudal Tomahawk milik Amerika Serikat menghantam pangkalan militer di dekat sebuah sekolah dasar di Iran selatan. Pemerintah Iran menyebutkan, 168 orang tewas, termasuk sekitar 110 anak. Analisis video oleh pakar menguatkan temuan tersebut.

Rekaman yang dirilis kemarin oleh kantor berita semi-resmi Mehr, dan telah diverifikasi keasliannya oleh BBC Verify, memperlihatkan momen sebuah rudal menghantam pangkalan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang berdampingan dengan Sekolah Dasar Shajareh Tayebeh di Kota Minab.

BBC Verify sebelumnya telah memastikan melalui citra satelit, video terverifikasi, serta analisis pakar bahwa kawasan sekitar sekolah itu terkena serangkaian serangan.

Para ahli yang menelaah rekaman terbaru menyebutkan, keberadaan rudal Tomahawk serta bukti adanya beberapa serangan menunjukkan operasi ini dilakukan oleh AS. Israel maupun Iran tidak diketahui memiliki Tomahawk.

Seorang pakar menambahkan, kecil kemungkinan sebuah rudal Iran secara kebetulan mengenai lokasi yang sama dan menimbulkan korban sebanyak itu.

Pada Sabtu (07/03), Presiden AS Donald Trump menyalahkan Iran atas serangan terhadap sekolah tersebut.

"Kami pikir itu dilakukan oleh Iran karena mereka sangat tidak akurat, seperti yang Anda tahu, dengan persenjataan mereka. Mereka sama sekali tidak punya akurasi," ujar Trump kepada para wartawan di dalam pesawat Air Force One.

Sebagaimana dilaporkan CBS selaku mitra berita BBC di AS, penilaian awal pemerintah Amerika Serikat menyebutkan serangan mematikan itu "kemungkinan besar" dilakukan oleh pihaknya, namun tidak secara sengaja menargetkan sekolah dan bisa jadi mengenai lokasi tersebut karena kesalahan.

Sumber pemerintah Israel mengatakan kepada CBS News bahwa Israel tidak berada di balik serangan itu dan militernya tidak beroperasi di sekitar sekolah. Iran menuding AS dan Israel bertanggung jawab, tapi kedua negara belum secara terbuka menerima atau menyangkal keterlibatan.

baca juga

BBC telah meminta komentar dari pemerintah AS terkait penilaian pakar atas rekaman terbaru.

Analisis BBC Verify terhadap video menunjukkan sebuah klinik medisyang menurut media Iran milik Angkatan Laut IRGCdi dalam pangkalan kemungkinan besar terkena hantaman rudal Tomahawk yang terlihat dalam rekaman. Klinik itu berjarak sekitar 200 meter dari sekolah.

Rekaman video yang telah diverifikasi menunjukkan kepulan asap besar di dekat sekolah sebelum rudal Tomahawk terlihat. Hal ini mengindikasikan lokasi itu sudah terkena gempuran berkali-kali, sebelum rudal dalam rekaman meledak di pangkalan militer.

Temuan ini sejalan dengan analisis BBC Verify sebelumnya bahwa sekolah tersebut terkena serangan hampir bersamaan dengan bangunan lain di kompleks IRGC yang berdekatan. Tiga pakar mengidentifikasi amunisi dalam rekaman itu sebagai rudal Tomahawk buatan AS.

Seorang analis senior di Mackenzie Intelligence Services mengatakan amunisi dalam video tersebut memiliki "seluruh ciri khas rudal Tomahawk AS pada fase terakhir."

Tomahawk merupakan rudal jelajah jarak jauh yang dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal perang, maupun pesawat, dan telah menjadi bagian dari persenjataan AS selama beberapa dekade.

Wes Bryant, analis keamanan nasional sekaligus mantan personel Angkatan Udara AS, mengonfirmasi bahwa amunisi dalam rekaman tersebut adalah rudal Tomahawk.

Bryant menambahkan, bukti adanya serangan berulang ke seluruh kompleks IRGC "menunjukkan sebuah operasi AS yang disengaja dan presisi."

N R Jenzen Jones, direktur Armament Research Services, sebelumnya mengatakan kepada BBC Verify bahwa kecil kemungkinan rudal Iran menyebabkan kerusakan ledakan besar di sekolah, karena rudal Iran umumnya membawa hulu ledak dengan daya ledak relatif kecil.

Sementara itu, pejabat militer tertinggi AS, Jenderal Dan Caine, menyatakan pada 2 Maret bahwa Tomahawk merupakan rudal pertama yang ditembakkan Angkatan Laut AS ke Iran sebagai bagian dari "serangan di sepanjang sayap selatan."

Dalam konferensi pers pada 4 Maret, Departemen Pertahanan AS menampilkan peta ilustratif yang menunjukkan serangan-serangan dalam 100 jam pertama perang. Kawasan Minab termasuk sebagai salah satu target.

Pemadaman internet yang masih berlangsung di Iran menyulitkan upaya verifikasi independen atas detail insiden tersebut.

Pembatasan terhadap kebebasan peliputan jurnalis internasional di Iran juga membuat sangat sulit memastikan apa yang terjadi di Minab pada 28 Februari.

Penyelidikan soal pelaku serangan sekolah Iran mengarah ke AS

Pasukan Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di sebuah sekolah putri di Minab, Iran, Sabtu (28/02), kata dua pejabat AS kepada kantor berita Reuters.

Namun temuan itu belum mencapai kesimpulan akhir atau masih menunggu penuntasan investigasi mereka, tambah mereka.

Rekaman video, yang dirilis oleh Mehr News dan didetilkan secara geografis oleh Bellingcat, juga menunjukkan asap membumbung tinggi di sekitar sekolah putri tersebut.

Para pejabat Iran mengatakan sebagian besar dari 168 orang yang tewas adalah anak-anak. Tidak jelas apakah ada anggota IRGC yang tewas, atau siapa yang mungkin beroperasi di sana.

Sekolah dasar khusus putri di Minab memiliki 264 murid, menurut Kementerian Pendidikan Iran.

Para pejabat, yang tidak mau disebutkan namanya lantaran membahas masalah militer yang sensitif, tidak mengesampingkan kemungkinan munculnya bukti baru yang membebaskan AS dari tanggung jawab.

Para pejabat itu mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan, kesimpulan penyelidikan itu nantinya akan menunjuk pihak lain yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

Sekolah putri di Minab, di wilayah selatan Iran, dihantam rudal pada Sabtu (28/02)hari pertama serangan AS dan Israel di Iran.

Menurut salinan arsip situs web resmi sekolah, sekolah tersebut berdekatan dengan kompleks yang dioperasikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pentagon mengarahkan pertanyaan dari Reuters ke Komando Pusat Militer AS.

Juru bicaranya, Kapten Timothy Hawkins, mengatakan: "Tidak pantas untuk berkomentar mengingat insiden tersebut sedang dalam penyelidikan."

Gedung Putih tidak berkomentar langsung tentang penyelidikan tersebut, tetapi sekretaris pers Karoline Leavitt mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, "Meskipun Departemen Perang saat ini sedang menyelidiki masalah ini, rezim Iran menargetkan warga sipil dan anak-anak, bukan Amerika Serikat."

Ditanya tentang insiden tersebut, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan: "Kami sedang menyelidikinya. Tentu saja, kami tidak pernah menargetkan sasaran sipil. Tetapi kami sedang meninjau dan menyelidikinya."

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan kepada wartawan bahwa AS tidak akan sengaja menargetkan sekolah.

"Departemen Perang akan menyelidiki hal itu jika itu adalah serangan kami, dan saya akan mengarahkan pertanyaan Anda kepada mereka," kata Rubio.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pernyataan Donald Trump Perang Iran Akan Berakhir Jadi Olokan, Katanya Begitu Tapi Jawabnya Begini

Pernyataan Donald Trump Perang Iran Akan Berakhir Jadi Olokan, Katanya Begitu Tapi Jawabnya Begini

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 12:40 WIB

Trump Optimis Perang Iran Segera Berakhir, Longgarkan Sanksi Minyak Global

Trump Optimis Perang Iran Segera Berakhir, Longgarkan Sanksi Minyak Global

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kemlu RI Kawal Kepulangan 32 WNI dari Iran, Ini Jadwal Kedatangannya

Kemlu RI Kawal Kepulangan 32 WNI dari Iran, Ini Jadwal Kedatangannya

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 11:45 WIB

Terkini

Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya

Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 16:30 WIB

Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais

Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais

Jogja | Sabtu, 12 September 2026 | 16:28 WIB

Setelah Nasi Matang, Apakah Rice Cooker Sebaiknya Dicabut? Ini Penjelasannya

Setelah Nasi Matang, Apakah Rice Cooker Sebaiknya Dicabut? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 16:26 WIB

Hasil Babak Pertama Persija vs Persib, Alexander Jeremeff Bikin Macan Kemayoran Unggul

Hasil Babak Pertama Persija vs Persib, Alexander Jeremeff Bikin Macan Kemayoran Unggul

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 16:18 WIB

Cara Mengompres Mata Panda dan Mata Lelah Pakai Air Mawar Viva Biar Segar Lagi

Cara Mengompres Mata Panda dan Mata Lelah Pakai Air Mawar Viva Biar Segar Lagi

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 16:14 WIB

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Viral Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan! Rekaman CCTV Ungkap Fakta Sebenarnya

Viral Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan! Rekaman CCTV Ungkap Fakta Sebenarnya

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Murah Sebelum Mulai Lemot?

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Murah Sebelum Mulai Lemot?

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian

Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 16:00 WIB

Menjelajahi Kedalaman Cerita dan Visual dalam Film Moana (2026)

Menjelajahi Kedalaman Cerita dan Visual dalam Film Moana (2026)

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:55 WIB

×