- Militer Amerika Serikat kehilangan total sebelas drone canggih jenis MQ-9 Reaper setelah serangan terjadi akhir pekan lalu.
- Drone MQ-9 Reaper adalah sistem senjata berteknologi tinggi yang mampu melakukan pengintaian serta serangan presisi dari jarak jauh.
- Total kerugian aset militer tersebut ditaksir mencapai lebih dari USD330 juta, mendorong penyesuaian strategi operasi AS.
Suara.com - Militer Amerika Serikat (AS) telah kehilangan 11 drone MQ-9 Reaper sejak serangan ke Iran pada akhir pekan lalu.
Pejabat Washington mengatakan kepada CBS News bahwa dua drone terbaru juga berhasil ditembak jatuh pasukan Teheran, menambah jumlah total drone yang hilang menjadi 11 unit.
“Kami terus memantau situasi dan menyesuaikan operasi untuk mengurangi risiko kehilangan aset strategis,” ujar seorang pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya.
Setiap unit drone canggih ini diperkirakan bernilai lebih dari USD30 juta, sehingga total kerugian mencapai lebih dari USD330 juta atau sekitar Rp5,5 triliun.
Bagaimana Cara Kerja Drone MQ-9 Reaper AS
Drone MQ-9 Reaper dianggap ujung tombak teknologi drone tempur Amerika Serikat.
“Reaper bukan sekadar pesawat tanpa awak, tapi sistem senjata yang mampu melakukan pengintaian sekaligus serangan presisi,” kata juru bicara Angkatan Udara AS seperti dilansir dari Air Fore.mil
Sejarah pesawat tanpa awak militer dimulai sejak Perang Dunia II, ketika Presiden Franklin D. Roosevelt menyetujui eksperimen bat bomb yang gagal.
“Meski eksperimen itu kontroversial, ia memberikan wawasan tentang kendala operasi udara tanpa awak.” Kini, MQ-9 Reaper jauh lebih canggih dan aman," kata Tom Scheve di National Geographic.
Baca Juga: Iran Ancam Balik Militer AS yang Berencana Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz: Kami Tunggu!
Drone ini dikendalikan oleh dua orang, pilot untuk menerbangkan pesawat dan operator sensor untuk mengontrol kamera dan sistem senjata.
“Tim kami bisa mengoperasikan Reaper dari jauh, termasuk dari Nevada, AS, sementara drone terbang di Irak atau Afghanistan,” jelas perwakilan U.S. Air Force.
MQ-9 Reaper dilengkapi Multi-Spectral Targeting System (MTS-B) dengan sensor inframerah, kamera siang hari, laser designator, dan radar sintetis.
Drone ini mampu membawa delapan rudal AGM-114 Hellfire dan bom laser GBU-12 Paveway II, menjadikannya presisi dalam menyerang target bergerak.
Sistem Reaper juga bisa dipindahkan dalam kontainer untuk dikerahkan ke seluruh dunia.
Modifikasi terbaru menambahkan tangki bahan bakar eksternal hingga 903 liter, baling-baling ekstra, dan sistem injeksi alkohol-air untuk meningkatkan performa lepas landas.