Rudal dan Drone Iran Bikin Donald Trump Ketar-ketir, Jarak Terbang di Luar Nalar

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:09 WIB
Rudal dan Drone Iran Bikin Donald Trump Ketar-ketir, Jarak Terbang di Luar Nalar
Analisis mendalam strategi perang atrisi Iran dalam menghadapi gempuran militer skala besar Amerika Serikat dan Israel. (BBC)
  • Amerika Serikat dan Israel mengklaim telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur militer vital Iran.

  • Iran menerapkan strategi perang atrisi untuk menguras sumber daya lawan dan mengganggu ekonomi global.

  • Intensitas serangan rudal Iran dilaporkan menurun meski ancaman drone dan blokade laut tetap ada.

Tujuan utama dari pola serangan tersebut adalah menciptakan trauma kolektif dan ketakutan di tengah masyarakat lawan.

"Ketepatan bukanlah hal utama. Tujuannya menanamkan rasa takut dan trauma psikologis di tengah masyarakat," tambahnya.

Hingga Februari 2026, intelijen Israel memperkirakan Teheran masih mengantongi sekitar 2.500 unit rudal balistik berbagai jarak.

Salah satu senjata andalan mereka adalah rudal Sejjil yang diklaim mampu menjangkau target hingga radius 2.000 kilometer.

Teheran juga membanggakan kepemilikan rudal Fattah yang dikategorikan sebagai senjata hipersonik dengan kecepatan luar biasa.

Meski demikian, laporan dari Komando Pusat AS (Centcom) menunjukkan penurunan aktivitas peluncuran rudal yang signifikan.

Jenderal Dan Caine mengungkapkan bahwa intensitas serangan udara Iran telah merosot tajam sejak awal pertempuran pada Februari lalu.

"jumlah pastinya tetap tidak jelas karena ada penyimpanan bawah tanah dan upaya reproduksi yang terus berlangsung," kata Nicole Grajewski.

Namun, potensi ancaman terhadap stabilitas ekonomi dunia tetap tinggi melalui pemblokiran akses logistik di Selat Hormuz.

Sekitar seperlima dari total pasokan minyak mentah dunia sangat bergantung pada jalur pelayaran di selat tersebut.

Pakar menilai Iran tetap mampu memberikan tekanan besar melalui penggunaan puluhan ribu drone serang jenis Shahed.

Teknologi pesawat tanpa awak ini dirancang untuk memaksa lawan menghabiskan amunisi pencegat yang memiliki harga sangat mahal.

"Sebagian dari strategi ini adalah menguras kemampuan pencegat," jelas Grajewski membandingkan taktik ini dengan konflik di Ukraina.

"Iran melakukan hal ini dengan UAV dan drone. Itu juga yang dilakukan Rusia di Ukraina," lanjut pakar hubungan internasional tersebut.

Data menunjukkan bahwa kohesi internal antara elit politik dan militer menjadi penentu napas panjang pertahanan Iran.

Kelelahan personel di lapangan mulai terlihat dengan adanya insiden peluru nyasar yang hampir mengenai wilayah udara negara tetangga.

Turki melaporkan bahwa sistem pertahanan NATO sempat menghancurkan proyektil yang mengarah ke wilayah kedaulatan mereka pekan lalu.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya eskalasi yang tidak terduga dan melibatkan lebih banyak aktor internasional.

Negara-negara di Teluk kini berada dalam dilema antara menjaga netralitas atau mendukung aksi AS demi keamanan regional.

Pihak Barat memprediksi bahwa waktu bagi Teheran untuk bertahan di bawah tekanan ekonomi dan militer semakin menipis.

Strategi Iran untuk memaksa adanya meja perundingan baru melalui tekanan regional hingga kini masih belum menunjukkan hasil pasti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Balas Mulut Besar Trump, Iran Beri Respons Keras: Kami yang Akan Menentukan Akhir Perang Ini

Balas Mulut Besar Trump, Iran Beri Respons Keras: Kami yang Akan Menentukan Akhir Perang Ini

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:03 WIB

Australia Umumkan bakal Kirim Pesawat Pengintai dan Rudal ke Teluk untuk Hadapi Serangan Iran

Australia Umumkan bakal Kirim Pesawat Pengintai dan Rudal ke Teluk untuk Hadapi Serangan Iran

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:01 WIB

Bukan Nuklir, Senjata Paling Mematikan Perang AS-Iran Ini Bisa Bikin Dunia Hancur

Bukan Nuklir, Senjata Paling Mematikan Perang AS-Iran Ini Bisa Bikin Dunia Hancur

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:41 WIB

Terkini

Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK Usai Terjaring OTT

Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK Usai Terjaring OTT

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:42 WIB

Qadari Bocorkan Jurus Main Saham Saat IHSG Bergejolak: Cuan 40 Persen Langsung Out

Qadari Bocorkan Jurus Main Saham Saat IHSG Bergejolak: Cuan 40 Persen Langsung Out

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:36 WIB

Donald Trump Pede Akan Umumkan Kemenangan Mutlak Perang dengan Iran

Donald Trump Pede Akan Umumkan Kemenangan Mutlak Perang dengan Iran

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:37 WIB

DPR Bersiap Sahkan RUU Polri Hari Ini, Keputusan Final Ditentukan di Paripurna

DPR Bersiap Sahkan RUU Polri Hari Ini, Keputusan Final Ditentukan di Paripurna

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:33 WIB

Jual Mobil Demi Keliling Dunia, Pesepeda Wanita Iran Ini Ungkap Rahasia Bahagia Lewat 'Slow Life'

Jual Mobil Demi Keliling Dunia, Pesepeda Wanita Iran Ini Ungkap Rahasia Bahagia Lewat 'Slow Life'

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:31 WIB

Ayatollah Mojtaba Khamenei: Rezim Zionis Goyang, Tunggu Beberapa Hari Lagi Berakhir

Ayatollah Mojtaba Khamenei: Rezim Zionis Goyang, Tunggu Beberapa Hari Lagi Berakhir

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:19 WIB

Berapa Korban Gempa Filipina? Ini Update Terbaru Per 9 Juni 2026

Berapa Korban Gempa Filipina? Ini Update Terbaru Per 9 Juni 2026

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:13 WIB

Bos Maktour Kembali Dipanggil KPK Usai Anak Buahnya Ditahan

Bos Maktour Kembali Dipanggil KPK Usai Anak Buahnya Ditahan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:13 WIB

Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel

Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:08 WIB

12 Korupsi Sepanjang Tahun 2026: Rasuah Merajalela, Terbaru Bupati Muara Enim

12 Korupsi Sepanjang Tahun 2026: Rasuah Merajalela, Terbaru Bupati Muara Enim

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:02 WIB