Indonesia Disebut Jadi Tempat Aman Jika Perang Dunia III Pecah, Begini Analisis Pakar UGM

Vania Rossa | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:20 WIB
Indonesia Disebut Jadi Tempat Aman Jika Perang Dunia III Pecah, Begini Analisis Pakar UGM
Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada (PSKP UGM), Achmad Munjid. (dok. Kagama)
  • Indonesia dikategorikan relatif aman karena jauh dari pusat konflik geografis dan tidak memihak blok militer manapun.
  • Peneliti UGM menyatakan keamanan bergantung kriteria; Indonesia lebih stabil dibandingkan negara dengan kekerasan bersenjata harian.
  • Singapura dinilai lebih berisiko di Asia Tenggara sebab menjadi pusat aset ekonomi dan militer kekuatan global tertentu.

Suara.com - Narasi mengenai posisi Indonesia sebagai salah satu negara paling aman jika Perang Dunia III pecah belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Indonesia bahkan bersanding dengan negara-negara seperti Swiss, Islandia, dan Selandia Baru dalam daftar wilayah yang dianggap memiliki risiko rendah terkena dampak langsung konflik global.

Menanggapi klaim tersebut, Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada (PSKP UGM), Achmad Munjid, menjelaskan bahwa penilaian aman atau tidaknya sebuah negara sangat bergantung pada kriteria yang digunakan.

Jika merujuk pada intensitas kekerasan bersenjata harian, seperti yang terjadi di Amerika Serikat, Indonesia memang dapat dikategorikan sebagai negara yang relatif stabil dan aman bagi penduduknya.

"Ya, itu tergantung kriterianya. Kalau aman dalam pengertian kalau dibandingkan dengan Amerika karena kekerasan bersenjata itu terjadi setiap minggu, penembakan massal misalnya, ya kita memang aman," kata Munjid, Selasa (10/3/2026).

Secara geografis, Indonesia berada cukup jauh dari pusat konflik yang saat ini memanas di Timur Tengah. Posisi politik Indonesia yang tidak memihak pada blok militer manapun juga menjadi faktor kunci mengapa negara ini dianggap aman jika terjadi perang besar antara kekuatan dunia.

"Saya kira kalau dianggap aman itu ya aman karena kita ini enggak masuk ke blok mana pun dan secara geografis jauh," ucapnya.

Munjid memberi perumpamaan bahwa jika dampak perang dunia diibaratkan sebagai tsunami, Indonesia adalah wilayah yang paling terakhir terkena gelombangnya.

"Jadi kalau konflik yang di Timur Tengah sampai mencapai wilayah kita itu artinya ya semua wilayah sudah tercapai oleh konflik itu," imbuhnya.

Dalam lingkup regional Asia Tenggara, Munjid membandingkan kondisi Indonesia dengan Singapura. Menurutnya, Singapura justru memiliki risiko keamanan yang lebih tinggi jika konflik global meluas karena menjadi pusat bagi banyak aset ekonomi dan militer milik Amerika Serikat maupun Israel.

"Kalau mungkin Asia Tenggara yang merasa paling tidak aman ya kayak Singapura karena Singapura kan banyak aset Amerika, banyak asetnya Israel, secara ekonomi mereka sangat dekat," ujarnya.

Meskipun Indonesia memiliki objek vital strategis seperti Freeport, keberadaannya tidak secara otomatis menjadikan negara ini target utama dalam perang dunia. Dibandingkan dengan keterlibatan mendalam negara-negara lain dalam kepentingan global, posisi Indonesia masih dinilai minor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar UGM Soroti Ketahanan Nasional, Konflik Global Tak Boleh Bebani Rakyat

Pakar UGM Soroti Ketahanan Nasional, Konflik Global Tak Boleh Bebani Rakyat

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 12:26 WIB

Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi

Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 15:04 WIB

Dunia di Ambang Perang Dunia III, Apa yang Mesti Kita Lakukan?

Dunia di Ambang Perang Dunia III, Apa yang Mesti Kita Lakukan?

Liks | Selasa, 03 Maret 2026 | 20:41 WIB

Terkini

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:18 WIB

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:37 WIB