Pakar UGM Soroti Ketahanan Nasional, Konflik Global Tak Boleh Bebani Rakyat

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 10 Maret 2026 | 12:26 WIB
Pakar UGM Soroti Ketahanan Nasional, Konflik Global Tak Boleh Bebani Rakyat
Pakar Ketahanan Nasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Armaidy Armawi. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Armaidy Armawi menilai peringatan Presiden tentang kesulitan global mencerminkan kegagalan negara patuh konstitusi.
  • Ketahanan nasional bersandar pada kesejahteraan dan keamanan rakyat, bukan hanya kekuatan militer semata.
  • Penyelenggara negara didesak kembali menjalankan amanat konstitusi agar ketahanan terbentuk otomatis tanpa instruksi siaga.

Suara.com - Pakar Ketahanan Nasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Armaidy Armawi, menilai peringatan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat agar bersiap menghadapi kemungkinan kesulitan akibat konflik Timur Tengah merupakan cerminan kegagalan penyelenggara negara dalam mematuhi konstitusi.

Menurutnya, kerentanan nasional saat ini muncul karena pemerintah kerap “menerabas” mandat dasar UUD 1945 dalam menjalankan tata kelola negara.

Jika penyelenggara negara menjalankan apa yang tertuang dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 secara konsisten, Armaidy menilai Indonesia seharusnya memiliki ketahanan nasional yang terbentuk secara otomatis (automatic resilience).

"Persoalan kita sekarang itu kan persoalan ketatanegaraan yang sering kita terabas. Akhirnya kita agak tersesat, agak keliru, bisa jadi seperti itu," kata Armaidy saat dihubungi Suara.com, Selasa (10/3/2026).

Ketahanan Nasional Bertumpu pada Kesejahteraan dan Keamanan

Guru Besar Filsafat UGM tersebut menjelaskan bahwa esensi ketahanan nasional pada dasarnya hanya mencakup dua aspek utama, yakni kesejahteraan (prosperity) dan keamanan (security).

Kedua hal itu menjadi fondasi negara dalam melindungi rakyat sekaligus menjaga stabilitas nasional.

Ketidakmampuan pemerintah dalam menjamin dua aspek tersebut, menurutnya, membuat masyarakat menjadi pihak yang paling terdampak ketika terjadi gejolak geopolitik global.

"Jangan kalau sudah terjadi sesuatu oleh akibat satu keputusan dalam lingkup geopolitik global kita ikut di dalam itu, maka sekali-kali jangan kita melakukan kesalahan yang berakibat kepada rakyat kita. Itu yang paling penting," tandasnya.

baca juga

Ketua Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pascasarjana UGM itu juga menyoroti munculnya kekhawatiran pemerintah terhadap dampak konflik global sebagai tanda adanya kekeliruan arah dalam pengambilan kebijakan negara.

Kesejahteraan Rakyat Bagian dari Keamanan Nasional

Armaidy menegaskan bahwa ancaman terhadap ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan kekuatan militer. Perlindungan terhadap kesejahteraan rakyat juga merupakan bagian penting dari keamanan nasional.

Ia menilai kebijakan seperti subsidi, jaminan sosial, serta perlindungan ekonomi masyarakat merupakan elemen yang tidak terpisahkan dari konsep keamanan negara.

"Kalau lah yang alinea keempat itu direalisasikan dengan segera oleh penyelenggara negara itu ya insyaallah 280 juta (penduduk Indonesia) itu ya dia kuat dengan sendirinya. Itu, nggak perlu kita harus mengingatkan macam-macam," ujarnya.

Kritik atas Instruksi Siaga Militer

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi

Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 15:04 WIB

Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi

Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 20:18 WIB

Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi

Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:19 WIB

Terkini

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:38 WIB

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:27 WIB

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:26 WIB

×