Lautan Manusia Saksikan Sumpah Setia Mojtaba Khamenei Pemimpin Revolusi Islam Baru di Teheran

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:42 WIB
Lautan Manusia Saksikan Sumpah Setia Mojtaba Khamenei Pemimpin Revolusi Islam Baru di Teheran
Mojtaba Khamenei (Tasnim News Agency)
  • Mojtaba Khamenei resmi dilantik menjadi Pemimpin Tertinggi Iran di tengah kehadiran jutaan warga.

  • Masyarakat Iran mengecam serangan Amerika dan Israel yang menewaskan pemimpin sebelumnya Ali Khamenei.

  • Eskalasi militer meningkat setelah Iran membalas serangan aset Amerika Serikat di Timur Tengah.

Suara.com - Lautan manusia memadati jantung kota Teheran guna menyaksikan momen bersejarah transisi kekuasaan tertinggi di Iran.

Warga dari berbagai penjuru berkumpul secara masif di Enghelab Square tepat pada Senin pukul 15.00 waktu setempat.

Atmosfer haru dan semangat membara menyelimuti para pendukung yang mengenakan pakaian serba hitam sebagai bentuk penghormatan.

Bendera nasional Iran berkibar tinggi bersandingan dengan ribuan poster wajah Mojtaba yang diangkat oleh massa.

Prosesi sakral ini menandai dimulainya babak baru bagi kepemimpinan negara tersebut di tengah tensi global yang memanas.

Menurut Tasnim News Agency, pemerintah secara resmi mengonfirmasi kehadiran jutaan partisipan dalam acara pengambilan sumpah setia pemimpin tertinggi yang baru.

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa kuatnya legitimasi publik yang diberikan kepada sosok penerus garis keturunan Khamenei ini.

Sorak-sorai yang menggetarkan telinga terus menggema di sepanjang area Enghelab Square sebagai bentuk dukungan moral yang nyata.

Kalimat-kalimat pengagungan terhadap pemimpin baru dan keyakinan akan perlindungan Tuhan menjadi nyawa utama dalam pertemuan besar itu.

Warga yang hadir memanfaatkan momentum tersebut untuk menyuarakan protes keras terhadap tindakan militer pihak asing baru-baru ini.

Kemarahan publik ini dipicu oleh serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari silam.

Masyarakat secara terbuka mengecam operasi militer yang terjadi pada Juni tahun lalu yang dikenal sebagai Perang 12 Hari.

Aksi massa ini merupakan representasi dari keteguhan hati rakyat Iran untuk tetap berdiri tegak melawan gempuran musuh.

Media nasional menekankan bahwa semangat yang ditunjukkan jutaan orang ini adalah pesan peringatan bagi pihak lawan di luar sana.

Pemerintah menggambarkan antusiasme tersebut sebagai bukti bahwa rakyat tak akan pernah menyerah dalam kondisi sesulit apa pun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 Beda Syarat Jadi Wapres di Indonesia dan Iran, Berapa Usia Minimal?

8 Beda Syarat Jadi Wapres di Indonesia dan Iran, Berapa Usia Minimal?

Lifestyle | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:33 WIB

Adu Domba AS-Israel? Iran Bantah Rudal Mereka Serang Turki, Erdogan Buka Suara

Adu Domba AS-Israel? Iran Bantah Rudal Mereka Serang Turki, Erdogan Buka Suara

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:26 WIB

Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis

Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:22 WIB

Terkini

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:18 WIB

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:37 WIB

Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:29 WIB