-
Israel menebang ratusan pohon zaitun berusia 60 tahun di Bethlehem menggunakan alat berat buldoser.
-
Data menunjukkan terjadi 1.965 serangan terhadap properti Palestina sepanjang bulan Februari tahun 2026.
-
Netizen mempertanyakan penebangan zaitun sembari membandingkannya dengan penanaman massal pohon pelindung Gharqad.
Suara.com - Di tengah kecamuk perang Timur Tengah, Israel diam-diam melancarkan aksi menenbang ratusan pohon Zaitun di dekat Bethlehem, Tepi Barat.
Melansir dari laporan kantor berita Palestina WAFA, pasukan Israel menebang ratusan pohon zaitun menggunakan buldoser.
Menurut laporan tersebut, pasukan Israel, yang didampingi buldoser, memasuki kota Dar Salah dan desa al-Khas di sebelah timur Bethlehem.
Mereka menebang pohon zaitun berusia lebih dari 60 tahun serta beberapa pohon hutan lainnya.
“Aksi ini menghancurkan warisan pertanian dan budaya kami,” kata seorang warga setempat kepada WAFA.
Komisi Resistensi terhadap Pemukiman dan Tembok Otoritas Palestina menyebutkan bahwa pasukan dan pemukim Israel melakukan 1.965 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka di seluruh Tepi Barat pada Februari 2026.
“Serangan seperti ini memperburuk ketegangan dan merugikan kehidupan sehari-hari masyarakat Palestina,” ujar seorang pejabat komisi.
Ditebangnya ratusan pohon zaitun oleh pasukan Israel ini mematik kemarahan sejumlah netizen di sosial media.
Sejumlah netizen pun menyinggung kenapa tidak pohon gharqad yang ditebang pasukan Israel.
Baca Juga: Terima Mohammad Boroujerdi, Megawati Kirim Surat Resmi untuk Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru
Untuk informasi, pohon Gharqad diyakini akan melindungi orang Yahudi di akhir zaman. Gharqad digambarkan sebagai semak atau pohon berduri yang tumbuh di wilayah Baitul Maqdis.
Pohon Gharqad diyakini termasuk dalam genus Lycium (keluarga terong-terongan).
Selain mitos tersebut, pohon yang banyak ditanam di wilayah Israel ini memiliki manfaat ekologis (penghijauan) serta kesehatan, seperti obat sakit mata, pencernaan, dan antioksidan alami.
Kontributor: Azka Putra