Kelicikan Zionis, Malu Banget Mengakui Israel Hancur Dibom Iran

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 11 Maret 2026 | 09:51 WIB
Kelicikan Zionis, Malu Banget Mengakui Israel Hancur Dibom Iran
Rudal Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Perang Israel-Iran memicu pembengkakan biaya militer hingga mencapai Rp15 triliun setiap harinya.

  • Israel menerapkan sensor militer ketat dan melarang wartawan mendokumentasikan korban serta lokasi hancur.

  • Rudal Iran dilaporkan mampu menembus pertahanan tanpa memicu sirene peringatan hingga menewaskan warga.

Suara.com - Pertempuran sengit antara koalisi Amerika Serikat-Israel melawan Iran sejak akhir Februari lalu kini mengungkap sisi gelap yang mengejutkan.

Meski klaim kemenangan atas hancurnya fasilitas strategis Teheran terus disuarakan, Tel Aviv nyatanya sedang menanggung beban yang sangat berat.

Kerugian besar ini tidak hanya menyasar aspek material, tetapi juga meliputi hilangnya nyawa manusia dan membengkaknya anggaran pertahanan.

Para pembayar pajak di Amerika Serikat kini mulai mengalihkan perhatian mereka pada anggaran militer yang dianggap tidak masuk akal.

Estimasi biaya yang harus dikeluarkan untuk mendukung operasi militer ini menyentuh angka fantastis, yakni sekitar Rp15 triliun setiap harinya.

Dilihat dari perspektif ekonomi perang, Iran justru tampil jauh lebih hemat dan efisien dalam meluncurkan serangan udara mereka.

Teheran sangat mengandalkan penggunaan drone jenis Shahed 136 yang dikenal memiliki biaya produksi sangat rendah namun berdampak besar.

Satu unit pesawat nirawak Shahed 136 tersebut diperkirakan hanya dibanderol dengan harga sekitar US$20.000 atau setara Rp338 juta saja.

Sumber ilmiah lain menyebutkan rentang harga drone ini berada di angka US$20.000 hingga US$50.000 yang setara dengan Rp845 juta.

baca juga

Perbandingan ini sangat jomplang jika disandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak Israel dan Amerika Serikat.

Pihak lawan terpaksa menggunakan rudal pencegat yang harganya berkali-kali lipat lebih mahal demi menjatuhkan drone murah milik Iran tersebut.

Satu unit sistem pertahanan udara Arrow-3 milik Israel tercatat memiliki harga mencapai US$3 juta atau sekitar Rp50 miliar per tembakan.

Kondisi ini secara perlahan namun pasti mulai menguras cadangan sumber daya dan logistik militer milik Washington dan Tel Aviv.

Selain masalah finansial, seorang jurnalis asal India bernama Praj Mohan Singh membagikan kesaksian mengejutkan mengenai situasi asli di lapangan.

Singh mengungkapkan bahwa pemerintah Israel menerapkan kontrol informasi yang sangat ketat untuk menutupi dampak kerusakan yang sebenarnya terjadi.

Wartawan internasional secara tegas dilarang untuk mendekati atau meliput fasilitas rumah sakit yang menjadi lokasi penampungan jenazah korban perang.

Segala bentuk dokumentasi visual di titik-titik lokasi kehancuran akibat ledakan rudal juga dibatasi secara ketat oleh otoritas keamanan setempat.

Hal ini memicu keraguan publik karena informasi resmi dari pemerintah seringkali bertolak belakang dengan fakta yang ditemukan secara mandiri di lapangan.

"Pemerintah tidak akan memberi tahu apa pun kepada Anda. Anda tidak bisa mengunjungi rumah sakit yang menampung jenazah, dan ketika sebuah insiden terjadi, kami bahkan tidak tahu di mana lokasinya," katanya, dikutip dari Aljazeera.

Data dari kementerian kesehatan setempat mencatat setidaknya 13 orang tewas dan hampir dua ribu orang lainnya menderita luka-luka.

Kesaksian Singh yang dimuat oleh berbagai media internasional menyebutkan adanya upaya sistematis dalam mengontrol narasi pemberitaan selama perang berlangsung.

"Rudal Iran terkadang menghantam tanpa sirene peringatan," ujarnya.

Pernyataan ini membongkar fakta bahwa jaminan keamanan yang diberikan pemerintah kepada warga sipil seringkali tidak terbukti secara nyata.

Beberapa warga sipil bahkan dilaporkan kehilangan nyawa meskipun mereka sudah berada di dalam bunker yang diklaim sangat aman dari ledakan.

Seringkali ledakan terjadi begitu saja tanpa ada sinyal bahaya yang memberikan waktu bagi warga untuk mencari perlindungan yang layak.

Debat panas di media sosial pun pecah terkait kebenaran data dampak serangan yang dipublikasikan oleh kantor berita resmi negara tersebut.

Pihak pengamat mencurigai bahwa minimnya rincian lokasi serangan merupakan strategi untuk menjaga moral publik agar tidak jatuh dalam ketakutan.

Analisis dari foto udara yang tidak tersentuh sensor menunjukkan bahwa rudal-rudal Iran telah menghantam kompleks perumahan padat penduduk.

Salah satu serangan langsung mengenai fasilitas bunker perlindungan dan merusak struktur bangunan di sekitarnya secara masif dan menyeluruh.

Warga di wilayah Beit Shemesh bahkan mempertanyakan efektivitas sistem peringatan dini yang dianggap terlalu lambat merespons ancaman yang datang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

22 WNI dari Iran Tiba di Indonesia, Evakuasi Gelombang Kedua Segera Menyusul

22 WNI dari Iran Tiba di Indonesia, Evakuasi Gelombang Kedua Segera Menyusul

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 09:49 WIB

Kelakuan Zionis! Diam-diam Israel Tebang Ratusan Pohon Zaitun, Kenapa Gak Pohon Gharqad?

Kelakuan Zionis! Diam-diam Israel Tebang Ratusan Pohon Zaitun, Kenapa Gak Pohon Gharqad?

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 09:30 WIB

Perang Iran Memanas! Pentagon Akui 147 Tentara AS Jadi Korban dalam Operation Epic Freedom

Perang Iran Memanas! Pentagon Akui 147 Tentara AS Jadi Korban dalam Operation Epic Freedom

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 09:18 WIB

Terkini

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

×