Tragedi Bantargebang Disebut Terbesar Kedua, Menteri LH Desak Praktik Open Dumping Segera Dihentikan

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Rabu, 11 Maret 2026 | 10:18 WIB
Tragedi Bantargebang Disebut Terbesar Kedua, Menteri LH Desak Praktik Open Dumping Segera Dihentikan
Sejumlah petugas gabungan memindahkan korban longsor gunungan sampah ke kantung jenazah usai ditemukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). [ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan]
baca 10 detik
  • Menteri Lingkungan Hidup meminta penghentian pembuangan sampah terbuka di TPST Bantar Gebang pasca longsor signifikan.
  • Longsor sampah di Bantar Gebang terjadi Minggu siang (8/3/2026) setelah hujan deras, menyebabkan tujuh korban jiwa.
  • Diperlukan perubahan pola pengelolaan sampah Jakarta fokus pada pengurangan sumber dan optimalisasi fasilitas pengolahan yang ada.

Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan tragedi longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, harus menjadi titik balik pengelolaan sampah di Jakarta.

Pemerintah daerah diminta segera menghentikan praktik pembuangan sampah terbuka atau open dumping karena dinilai sudah sangat berbahaya.

Hal itu disampaikan Hanif usai melaksanakan kegiatan korve bersama Mendag dan Kapolda Metro Jaya di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/3/2926).

Hanif menyebut, TPST Bantar Gebang yang telah beroperasi lebih dari 37 tahun kini menampung timbunan sampah dalam jumlah sangat besar.

Berdasarkan catatan Kementerian Lingkungan Hidup, lebih dari 80 juta ton sampah telah menumpuk di kawasan tersebut.

Tumpukan sampah itu bahkan membentuk gunungan raksasa. Area yang tidak aktif memiliki ketinggian sekitar 50 meter, sementara tumpukan sampah aktif mencapai sekitar 73 meter.

“Suatu kondisi yang sangat berbahaya sekali,” ungkap Hanif.

Ia menjelaskan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam pada akhir pekan lalu. Hujan yang turun hampir setengah hari memicu pergerakan timbunan sampah hingga akhirnya runtuh pada Minggu siang.

“Kemudian pada hari Minggu, tepatnya setelah hujan berakhir pada jam 12.00, maka jam 14.30 terjadilah longsor yang telah menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.

baca juga

Hanif menilai tragedi tersebut tidak boleh kembali terulang. Menurut dia, praktik open dumping yang selama ini dilakukan di Bantargebang telah menimbulkan kerusakan lingkungan serius dan kini berujung pada korban jiwa.

“Secara sistematik dan secara terstruktur, kita wajib akhiri kegiatan open dumping di TPST Bantargebang,” tegas Hanif.

Ia juga menyebut insiden ini sebagai salah satu tragedi sampah terbesar di Indonesia setelah longsor TPA Leuwigajah di Cimahi pada 2005 yang menewaskan 157 orang.

Selain menghentikan sistem pembuangan terbuka, Hanif menekankan pentingnya perubahan pola pengelolaan sampah di Jakarta dengan menitikberatkan penanganan sejak dari sumbernya.

Saat ini, Jakarta menghasilkan sekitar 8.000 ton sampah setiap hari dari hampir 11 juta penduduk. Sekitar 1.000 ton di antaranya berasal dari kawasan komersial seperti pasar, hotel, restoran, kafe, stasiun, hingga terminal.

Ia meminta pengelola kawasan tersebut mulai mengelola sampahnya sendiri. Selain itu, masyarakat juga didorong melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga agar volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantargebang Belum Pulih, Ini Kapasitas Baru RDF Rorotan yang Siap Olah Ribuan Ton Sampah Tiap Hari

Bantargebang Belum Pulih, Ini Kapasitas Baru RDF Rorotan yang Siap Olah Ribuan Ton Sampah Tiap Hari

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 18:46 WIB

Pemprov DKI Targetkan Pemulihan TPST Bantargebang dalam Sepekan

Pemprov DKI Targetkan Pemulihan TPST Bantargebang dalam Sepekan

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 18:06 WIB

Bisa Kurangi 90 Persen Sampah ke Bantargebang, Anggota DPRD Tawarkan Skema Pengangkutan Terjadwal

Bisa Kurangi 90 Persen Sampah ke Bantargebang, Anggota DPRD Tawarkan Skema Pengangkutan Terjadwal

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:08 WIB

Kena Sentil Menteri LH, Pramono Anung Setop Praktik Open Dumping di Zona Longsor Bantargebang

Kena Sentil Menteri LH, Pramono Anung Setop Praktik Open Dumping di Zona Longsor Bantargebang

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 12:45 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×