Akademisi Ingatkan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin: Fokus Urus Pertahanan, Jangan Melebar ke Luar Mandat

Galih Prasetyo

Rabu, 11 Maret 2026 | 13:05 WIB
Akademisi Ingatkan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin: Fokus Urus Pertahanan, Jangan Melebar ke Luar Mandat
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan arahan kepada prajurit TNI di Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 823/Raja Wakaaka di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Selasa (4/11/2025) (Tim Media Menhan Sjafrie)
baca 10 detik
  • Akademisi menyoroti Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin agar fokus pada mandat pengelolaan pertahanan negara.
  • Penguatan pertahanan harus menjaga peran masyarakat sipil dan tetap dalam koridor demokrasi kontrol sipil.
  • Kementerian Pertahanan disarankan fokus konsolidasi militer, industri pertahanan, dan strategi menghadapi ketegangan global.

Suara.com - Sejumlah akademisi dan peneliti menyoroti kinerja Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin agar tetap fokus pada mandat utama pengelolaan pertahanan negara.

Mereka menilai kementerian pertahanan tidak seharusnya terlalu jauh masuk ke wilayah kebijakan di luar tugas pokoknya.

Sorotan ini muncul di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang tengah membangun desain keamanan nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Para akademisi mengingatkan bahwa strategi pertahanan harus tetap berada dalam koridor demokrasi dan kontrol sipil.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Heru Susetyo, menegaskan penguatan pertahanan tidak boleh hanya dimaknai sebagai memperkuat institusi militer.

Menurutnya, sistem pertahanan negara juga harus menjaga peran masyarakat sipil.

Diskusi publik yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Youth Congress, Rabu (11/3/2026). (Ist)
Diskusi publik yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Youth Congress, Rabu (11/3/2026). (Ist)

“Pertahanan negara yang kuat bukan hanya soal memperkuat TNI atau aparat keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat sipil tetap menjadi pilar utama dalam sistem demokrasi,” ujar Heru.

Pandangan serupa disampaikan pakar hubungan internasional Connie Rahakundini Bakrie.

Ia menilai dinamika geopolitik global memang mendorong banyak negara meningkatkan kapasitas pertahanannya, tetapi strategi keamanan harus tetap terukur.

baca juga

“Strategi keamanan nasional harus dirumuskan secara matang dan berbasis kepentingan nasional jangka panjang,” kata Connie.

Connie menilai kementerian pertahanan sebaiknya fokus pada konsolidasi kekuatan militer, pembangunan industri pertahanan, serta strategi menghadapi ketegangan global.

Sementara itu, dosen hubungan internasional Universitas Nasional Jakarta, Robi Nurhadi, mengingatkan bahwa tantangan keamanan modern tidak hanya bersifat militer.

Perubahan konstelasi politik global dan rivalitas kekuatan besar juga harus menjadi perhatian.

“Karena itu kebijakan pertahanan harus diarahkan pada penguatan kapasitas strategis negara, bukan justru melebar ke berbagai sektor kebijakan lain,” ujarnya.

Peneliti kebijakan publik Gian Kasogi bahkan menilai muncul persepsi di ruang publik bahwa Menteri Pertahanan kini terlihat seperti “menteri banyak urusan”.

Ia mengingatkan agar kementerian tetap bekerja sesuai mandat presiden.

“Menhan seharusnya fokus menangani isu keamanan dan pertahanan nasional,” kata Gian.

“Ketika ruang geraknya terlalu jauh masuk ke wilayah politik ekonomi atau bisnis, maka muncul pertanyaan publik tentang batas peran dan desain kekuasaan dalam pemerintahan.”

Pandangan para akademisi tersebut disampaikan dalam diskusi publik yang digelar Indonesia Youth Congress di Jakarta pada Rabu (11/3/2026).

Forum itu membahas arah politik pertahanan Indonesia sekaligus menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara penguatan keamanan, supremasi sipil, dan tata kelola pemerintahan yang demokratis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menhan Banyak Urusan, Gian Kasogi: Isu Keamanan Jangan Jadi Instrumen Politik Menuju 2029

Menhan Banyak Urusan, Gian Kasogi: Isu Keamanan Jangan Jadi Instrumen Politik Menuju 2029

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 20:23 WIB

Alarm Merah Timur Tengah: Mengapa Perang Iran-AS Bisa Ancam Dapur WNI Susah Ngebul?

Alarm Merah Timur Tengah: Mengapa Perang Iran-AS Bisa Ancam Dapur WNI Susah Ngebul?

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 19:33 WIB

Purbaya Terburu-buru! Mendadak Prabowo Minta Para Menteri Kumpul di Danantara Sore Ini, Ada Apa?

Purbaya Terburu-buru! Mendadak Prabowo Minta Para Menteri Kumpul di Danantara Sore Ini, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 16:45 WIB

Perjanjian Dagang RIAS Digugat ke PTUN, DPR Dikritik Tak Kritis Jalankan Fungsi Pengawasan

Perjanjian Dagang RIAS Digugat ke PTUN, DPR Dikritik Tak Kritis Jalankan Fungsi Pengawasan

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:00 WIB

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 17:59 WIB

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:54 WIB

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:50 WIB

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:35 WIB

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:28 WIB

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

×