Perjanjian Dagang RIAS Digugat ke PTUN, DPR Dikritik Tak Kritis Jalankan Fungsi Pengawasan

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Rabu, 11 Maret 2026 | 16:15 WIB
Perjanjian Dagang RIAS Digugat ke PTUN, DPR Dikritik Tak Kritis Jalankan Fungsi Pengawasan
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: White House)
baca 10 detik
  • Direktur Eksekutif IGJ mengkritik DPR karena tidak kritis terhadap kebijakan perjanjian dagang ART Presiden Prabowo dengan AS.
  • Perjanjian ART dinilai merugikan Indonesia sebab memuat ratusan kewajiban yang menguntungkan kepentingan Amerika Serikat saja.
  • Gugatan ke PTUN oleh masyarakat sipil bertujuan mendobrak kurangnya fungsi *check and balances* dari DPR.

Suara.com - Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ), Rahmat Maulana Sidik, mengkritik sikap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dinilai tidak menunjukkan sikap kritis terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto atas perjanjian dagang dengan Amerika Serikat melalui skema Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Menurut Rahmat, perjanjian tersebut berpotensi merugikan Indonesia karena memuat ketentuan yang lebih banyak menguntungkan pihak Amerika Serikat dibandingkan Indonesia.

“Secara serius perjanjian ini telah melanggar banyak hal, termasuk menggadaikan Indonesia kepada Amerika. 214 kewajiban Indonesia itu secara tegas dan jelas bahwa itu untuk kepentingan Amerika Serikat. Tidak ada Indonesia di dalamnya,” kata Rahmat ditemui di PTUN, Jakarta Timur, Rabu (11/3/2026).

Ia menilai ketentuan dalam perjanjian tersebut tidak seimbang karena Amerika Serikat hanya memiliki sembilan kewajiban tidak terikat, dibansingkan Indonesia yang mencapai ratusan.

Rahmat menyebut kondisi itu membuat perjanjian dagang ini menjadi “pil pahit” bagi Indonesia jika kemudian diratifikasi oleh pemerintah.

Rahmat juga menyebut, bila Presiden Prabowo Subianto ingin membuat kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, maka seharusnya hal itu tidak melibatkan kepentingan masyarakat luas.

“Prabowo seharusnya tidak menggadaikan negara. Kalau dia mau berjanji atau menandatangani suatu perjanjian seperti ini harusnya dia saja dengan Donald Trump, tidak dengan menggadaikan 280 juta lebih penduduk Indonesia di dalamnya,” kritiknya.

Situasi ini yang seharusnya dikritik oleh DPR. Namun, Rahmat menyoroti kalau DPR tidak menjalankan fungsi pengawasan secara optimal terhadap rencana perjanjian tersebut.

Padahal secara aturan negara, DPR memiliki kewenangan konstitusional untuk menolak perjanjian internasional yang dinilai merugikan kepentingan nasional.

baca juga

“Sampai hari ini, saya tidak melihat bahwa DPR itu secara kritis, padahal diamanatkan dalam konstitusi maupun undang-undang Indonesia, bahwa DPR bisa menolak perjanjian dagang yang itu merusak atau mengancam kepentingan nasional,” kata Rahmat.

Rahmat khawatir jika proses pembahasan perjanjian dagang tersebut berjalan tanpa pengawasan yang kuat dari parlemen, maka mekanisme check and balances dalam sistem demokrasi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Kita sangat khawatir dalam proses yang seperti ini, kita juga selalu mengingatkan DPR sepertinya sebagai stempel saja,” kata dia.

Karena itu, ia menilai langkah gugatan sejumlah masyarakat sipil atas kebijakan perjanjian dagang oleh Presiden Prabowo ke PTUN itu sebagai upaya untuk mendorong adanya kontrol terhadap kebijakan pemerintah dalam perjanjian perdagangan internasional.

“Kita butuh kekuatan rakyat, people power, yang hari ini kita lakukan gugatan di PTUN itu mendobrak tidak adanya check and balances dari DPR yang itu tidak sama sekali kritis terhadap perjanjian-perjanjian dagang yang menggadaikan Indonesia sebagai bangsa,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Kerja Sama Dagang RI-AS, Koalisi Masyarakat Sipil Gugat Presiden Prabowo ke PTUN

Gegara Kerja Sama Dagang RI-AS, Koalisi Masyarakat Sipil Gugat Presiden Prabowo ke PTUN

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:13 WIB

Jelang Idul Fitri 2026, Satgas Pangan Tindak 350 Pelanggaran dan Proses 4 Perkara Hukum

Jelang Idul Fitri 2026, Satgas Pangan Tindak 350 Pelanggaran dan Proses 4 Perkara Hukum

News | Senin, 02 Maret 2026 | 18:11 WIB

Warga Pulomas Menang Lawan Pemilik Lapangan Padel di PTUN, Mengapa Masih Beroperasi?

Warga Pulomas Menang Lawan Pemilik Lapangan Padel di PTUN, Mengapa Masih Beroperasi?

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 18:49 WIB

Kemkomdigi Normalkan Akses Grok di X dengan Syarat Ketat dan Pengawasan Berkelanjutan

Kemkomdigi Normalkan Akses Grok di X dengan Syarat Ketat dan Pengawasan Berkelanjutan

News | Minggu, 01 Februari 2026 | 13:33 WIB

Terkini

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

×