12 Hari Serangan AS-Israel ke Iran: 1.300 Warga Sipil Tewas, 10.000 Target Diklaim Dibom

Irwan Febri

Rabu, 11 Maret 2026 | 16:05 WIB
12 Hari Serangan AS-Israel ke Iran: 1.300 Warga Sipil Tewas, 10.000 Target Diklaim Dibom
Kehancuran kota Teheran Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Konflik antara Iran melawan AS dan Israel telah memasuki hari ke-12, menyebabkan hampir 10.000 lokasi sipil di Iran terdampak serangan.
  • Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal berat ke kota-kota Israel dan pangkalan AS, memicu lonjakan harga energi global.
  • Dampak meluas mencakup korban jiwa sipil, peringatan hujan hitam oleh WHO, serta serangan yang mengenai wilayah Arab Saudi dan UEA.

Suara.com - Perang antara Iran melawan aliansi Amerika Serikat dan Israel memasuki hari ke-12 dengan eskalasi yang semakin luas.

Teheran mengklaim hampir 10.000 lokasi sipil telah menjadi sasaran serangan sejak konflik meletus pada 28 Februari 2026.

Pemerintah Iran menyebut lebih dari 1.300 warga sipil tewas akibat serangan udara dan operasi militer yang berlangsung hampir dua pekan terakhir.

Ledakan besar juga dilaporkan mengguncang ibu kota Tehran setelah gelombang serangan udara baru.

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menuduh Washington dan Tel Aviv sengaja menargetkan fasilitas sipil.

“Amerika Serikat dan Israel secara sengaja menyerang infrastruktur sipil, termasuk rumah dan fasilitas kesehatan,” kata Iravani dalam pernyataannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa seperti dikutip dari Aljazeera

Serangan terbaru juga dilaporkan mengenai kawasan sekitar Bandara Mehrabad Airport di Tehran.

Tim penyelamat dari Bulan Sabit Merah dilaporkan masih mencari korban di reruntuhan bangunan tempat tinggal yang terkena serangan.

Di sisi lain, Iran meningkatkan serangan balasan melalui Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps.

baca juga

Militer Iran meluncurkan gelombang ke-37 serangan menggunakan rudal berat Khoramshahr yang menargetkan kota-kota Israel seperti Tel Aviv, Haifa, dan Jerusalem.

Serangan tersebut juga diarahkan ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk di Erbil, Manama, dan Bahrain. Serangan balasan ini memicu lonjakan harga energi global.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bahkan memperingatkan bahwa intensitas serangan akan meningkat.

“Selasa ini kemungkinan menjadi hari paling intens dalam operasi militer,” kata Hegseth, merujuk pada gelombang serangan udara baru terhadap sejumlah wilayah di Iran.

Konflik ini juga memicu kekhawatiran kesehatan setelah Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization memperingatkan fenomena hujan hitam.

Fenomena itu muncul akibat asap tebal dari depot minyak yang terbakar bercampur dengan awan hujan, menghasilkan presipitasi beracun.

Di kawasan Teluk, sejumlah negara mulai menghadapi ancaman langsung. Pertahanan udara Arab Saudi dan Qatar dilaporkan berhasil mencegat rudal serta drone Iran yang diarahkan ke wilayah mereka.

Sementara itu di Uni Emirat Arab, serangan drone memicu kebakaran di kompleks industri Ruwais, salah satu kilang minyak terbesar dunia.

Fasilitas tersebut akhirnya menghentikan operasi sementara sebagai langkah pencegahan.

Di Washington, tekanan politik terhadap Gedung Putih juga meningkat.

Anggota Senat dari Partai Demokrat menuntut sidang publik untuk menjelaskan tujuan dan strategi perang yang sedang berlangsung.

Pentagon mengonfirmasi sekitar 140 tentara Amerika terluka dan tujuh lainnya tewas sejak dimulainya operasi militer yang disebut Operation Epic Fury.

Sementara itu, Gedung Putih menyatakan lebih dari 5.000 target militer telah dihantam di Iran.

Namun pemerintah AS juga sedang menyelidiki serangan yang menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran yang menewaskan sekitar 175 siswa.

Di Israel, media lokal melaporkan sebagian besar rudal Iran berhasil dicegat sistem pertahanan udara.

Meski demikian, sirene serangan udara terus terdengar di sejumlah wilayah termasuk Tel Aviv.

Konflik juga merembet ke negara lain di kawasan. Serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, dilaporkan menewaskan ratusan orang dan memicu perpindahan lebih dari 667.000 warga sipil menurut data PBB.

Kontributor: Adam Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Rumah Sakit Jadi Target: Saat Tenaga Medis Harus Adu Mekanik dengan Rudal

Ketika Rumah Sakit Jadi Target: Saat Tenaga Medis Harus Adu Mekanik dengan Rudal

Your Say | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:23 WIB

Bantu AS Serang Iran, Israel Kena Batunya Sendiri: Turnamen Sepak Bola Terhenti

Bantu AS Serang Iran, Israel Kena Batunya Sendiri: Turnamen Sepak Bola Terhenti

Bola | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:19 WIB

Mantan Penasihat Keamanan Amerika: Trump Bisa Jadikan Netanyahu Kambing Hitam

Mantan Penasihat Keamanan Amerika: Trump Bisa Jadikan Netanyahu Kambing Hitam

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:10 WIB

Akhirnya! Rudal Kiamat Iran Meluncur Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait

Akhirnya! Rudal Kiamat Iran Meluncur Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 14:57 WIB

Harga Minyak Bikin AS Ngos-ngosan, Sanksi Rusia akan Diperingan? Ini 5 Faktanya

Harga Minyak Bikin AS Ngos-ngosan, Sanksi Rusia akan Diperingan? Ini 5 Faktanya

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 14:39 WIB

Serangan ke Pulau Mungil Ini Akan Lumpuhkan Iran, Mengapa Belum Dilakukan AS dan Israel?

Serangan ke Pulau Mungil Ini Akan Lumpuhkan Iran, Mengapa Belum Dilakukan AS dan Israel?

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 14:23 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×