Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Serangan ke Pulau Mungil Ini Akan Lumpuhkan Iran, Mengapa Belum Dilakukan AS dan Israel?

Liberty Jemadu

Rabu, 11 Maret 2026 | 14:23 WIB
Serangan ke Pulau Mungil Ini Akan Lumpuhkan Iran, Mengapa Belum Dilakukan AS dan Israel?
Pulau Kharg yang menjadi jantung perekonomian Iran di Teluk. [Google Maps]
baca 10 detik
  • Perang 12 hari antara Amerika Serikat/Israel dan Iran terus berlanjut, dengan Iran membalas serangan bom ke wilayah tetangga.
  • Pulau Kharg adalah terminal ekspor minyak utama Iran; kehancurannya dapat melumpuhkan ekonomi dan kemampuan Iran membiayai perang.
  • Trump dan Netanyahu belum menyerang Kharg untuk menghindari lonjakan harga minyak dunia dan ancaman pembalasan Iran terhadap negara Arab.

Suara.com - Perang di Teluk sudah berlangsung 12 hari dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Amerika Serikat dan Israel terus mengebom Iran. Dan sebaliknya Iran membalas tida saja ke wilayah Israel, tapi juga ke negara-negara tetangganya di Timur Tengah.

Beberapa analis mengatakan ada satu cara mudah untuk mengakhiri perang ini dengan cepat: hancurkan Pulau Kharg, Iran dijamin akan lumpuh dan tak punya kekuatan lagi untuk melawan.

Tapi mengapa itu tak dilakukan Donald Trump dan Benyamin Netanyahu?

Mengenal Pulau Kharg

Terletak di ujung Teluk Persia, Pulau Kharg berjarak hanya 24 km dari daratan Iran. Panjangnya hanya sekitar 8 km dan lebar 4,5 km. Meski demikian, ia bernilai sangat strategis bagi perekonomian dan tentu saja militer Iran.

Sejak 1960an, Kharg sudah menjadi terminal ekspor minyak Iran. Fasilitas ini dibangun oleh Amoco, perusahaan minyak raksasa Amerika Serikat dan dinasionalisasi oleh Teheran setelah terjadinya Revolusi Islam Iran pada 1979.

Sekitar 90 persen minyak mentah yang diekspor Iran diangkut dari Pulau Kharg. Sebagian besar minyak tersebut dikirim ke China.

Dari pulau itu Iran mengalirkan 1,5 juta barrel minyak mentah per hari, jumlah yang berada di atas rata-rata produksi negara-negara anggota OPEC, organisasi kartel minyak dunia.

Ada fasilitas apa di Kharg?

baca juga

Di pulau mungil ini terdapat tangki-tangki penyimpanan minyak raksasa milik Iran. Jadi minyak yang berasal dari daratan dialirkan menggunakan pipa bawah laut ke Pulau Kharg. Minyak mentah di tangki-tangki raksasa inilah yang akan dimasukkan ke kapal tanker untuk diekspor.

Kapasitas penyimpanan minyak mentah di Pulau Kharg mencapai 30 juta barrel. Sementara pelabuhannya bisa menampung delapan kapal tanker sekaligus. Fasilitas terminal di Kharg juga bisa mengalirkan 6 sampai 10 juta barrel minyak per hari.

Selain itu ada juga sebuah bandara di Pulau Kharg, yang biasa digunakan para pekerja.

Instalasi penyimpanan minyak mentah dan pelabuhan Iran di Pulau Kharg. Jika diserang dan dikuasai AS dan Israel,  perekonomian Iran diprediksi akan lumpuh dan perang berakhir. [Google Maps]
Instalasi penyimpanan minyak mentah dan pelabuhan Iran di Pulau Kharg. Jika diserang dan dikuasai AS dan Israel, perekonomian Iran diprediksi akan lumpuh dan perang berakhir. [Google Maps]

Seberapa aman Pulau Kharg?

Iran memiliki pangkalan angkatan laut di Pulau Kharg. Tapi akan sukar bagi militer Iran untuk melindungi pulau tersebut jika AS dan Israel melancarkan serangan misil atau udara, mengingat sistem pertahanan udara Iran sudah lumpuh sejak awal-awal perang.

Tetapi dalam Perang Iran - Irak pada dekade 1980, pulau strategis ini pernah dibombardir oleh militer Sadam Husein meski dampak atau kerusakannya terbatas.

Bagaimana kondisi Pulau Kharg sekarang?

Sebelum AS dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari lalu, Iran menggenjot pengiriman minyak dari Pulau Kharg. Bahkan di tengah konflik, kapal-kapal tanker masih memuat minyak di pulau tersebut.

Tampaknya pemerintah Iran ingin sebanyak mungkin minyak mentah dari Kharg dikeluarkan agar tidak hangus dalam konfli bersenjata.

Meski demikian belum semua minyak Iran itu sudah sampai ke tempat tujuan. Banyak dari tanker yang memuat minyak di Pulau Kharg masih tertahan di Selat Hormuz.

Mengapa Iran lumpuh jika Pulau Kharg diserang?

Sebagian pendukung Trump di AS sudah mendorong agar Pulau Kharg diserang atau minimal direbut. Media konservatif AS Fox News bahkan mengatakan menyerang Kharg sesuai dengan doktrin Dominasi Energi Amerika - yang menjadikan AS sebagai produsen minyak dan gas utama dunia, sekaligus menjadikan energi sebagai alat geopolitik.

Jika Kharg diserang, demikian menurut para analis, sumber pendapatan terbesar Iran akan mati. Tanpa uang dari minyak, Iran tak bisa lagi membiayai perang, termasuk menyuntik dana untuk para proksinya di Yaman, Irak dan Lebanon. Tanpa uang dari minyak, program nuklir Iran juga bisa terhenti.

Beberapa analis optimistis, jika Pulau Kharg diserang atau direbut dari kendali Iran, maka perang akan berhenti sebelum Maret berakhir dengan kekalahan Teheran.

Mengapa Trump dan Netanyahu belum menyerang Pulau Kharg?

AS dan Israel sejauh ini fokus menghancurkan kemampuan militer Iran, terutama rudal dan drone. Selain itu Trump dan Netanyahu juga mengincar para petinggi politik serta militer Iran.

Meski demikian pada akhir pekan lalu Israel mengejutkan dunia dengan menyerang depot minyak Iran. Alhasil harga minyak dunia naik hingga 118 dolar AS per barrel, sebelum turun kembali pada pekan ini setelah Trump mengatakan perang akan segera berakhir.

Naiknya harga minyak akibat krisis di Selat Hormuz menjadi momok bagi dunia, terutama bagi negara-negara Asia dan Eropa yang menggantungkan sumber energi dari Teluk.

Para analis mengatakan serangan ke Pulau Kharg akan membuat harga minyak semakin melonjak, memicu inflasi di negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat. Hal ini dihindari Trump, yang akan menghadapi pemilu midterm pada tahun ini.

Apa lagi jika Pulau Kharg diserang Iran dipastikan akan melakukan pembalasan dengan menyerang infrastruktur minyak negara-negara Arab sepert Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. (Bloomberg/The Guardian/NYT/Fox News]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketegangan Memuncak, Militer AS Hancurkan 16 Kapal Penebar Ranjau Iran di Selat Hormuz

Ketegangan Memuncak, Militer AS Hancurkan 16 Kapal Penebar Ranjau Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 14:12 WIB

Eks Jenderal AS Ungkap Bahaya Nyata Ranjau Iran bagi Kapal Tanker di Selat Hormuz

Eks Jenderal AS Ungkap Bahaya Nyata Ranjau Iran bagi Kapal Tanker di Selat Hormuz

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 13:48 WIB

Dicap Pengkhianat, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dapat Visa Australia

Dicap Pengkhianat, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dapat Visa Australia

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 13:38 WIB

Iran Berhasil Ekspor Minyak Mentah ke China, Lolos dari Serangan AS-Israel

Iran Berhasil Ekspor Minyak Mentah ke China, Lolos dari Serangan AS-Israel

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 13:19 WIB

Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika

Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 18:23 WIB

Terkini

Pertamina Impor LPG Setara 15,2 Juta Tabung 3 KG dari Texas

Pertamina Impor LPG Setara 15,2 Juta Tabung 3 KG dari Texas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:35 WIB

Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU

Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:04 WIB

BRI Raih Predikat Kontributor Pajak Terbesar di Sektor Keuangan, Bersinergi dengan Danantara

BRI Raih Predikat Kontributor Pajak Terbesar di Sektor Keuangan, Bersinergi dengan Danantara

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:52 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:35 WIB

Konflik AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen

Konflik AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 09:28 WIB

IHSG Sempat Tembus 6.057 Tapi Berbalik Turun, Saham RANS Mulai Dijual

IHSG Sempat Tembus 6.057 Tapi Berbalik Turun, Saham RANS Mulai Dijual

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 09:17 WIB

Persaingan Bisnis Semakin Sengit, Lion Parcel Bidik Seller Marketplace Lewat Toco

Persaingan Bisnis Semakin Sengit, Lion Parcel Bidik Seller Marketplace Lewat Toco

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:59 WIB

IHSG Menuju Target 6.150, Simak Analisis Teknis dan Saham Pilihan

IHSG Menuju Target 6.150, Simak Analisis Teknis dan Saham Pilihan

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:58 WIB

Peringkat Utang Indonesia Tetap Stabil, Bos BI Beri Sinyal Ekonomi Makin Kuat

Peringkat Utang Indonesia Tetap Stabil, Bos BI Beri Sinyal Ekonomi Makin Kuat

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:48 WIB

×