Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

Serangan ke Pulau Mungil Ini Akan Lumpuhkan Iran, Mengapa Belum Dilakukan AS dan Israel?

Liberty Jemadu

Rabu, 11 Maret 2026 | 14:23 WIB
Serangan ke Pulau Mungil Ini Akan Lumpuhkan Iran, Mengapa Belum Dilakukan AS dan Israel?
Pulau Kharg yang menjadi jantung perekonomian Iran di Teluk. [Google Maps]
  • Perang 12 hari antara Amerika Serikat/Israel dan Iran terus berlanjut, dengan Iran membalas serangan bom ke wilayah tetangga.
  • Pulau Kharg adalah terminal ekspor minyak utama Iran; kehancurannya dapat melumpuhkan ekonomi dan kemampuan Iran membiayai perang.
  • Trump dan Netanyahu belum menyerang Kharg untuk menghindari lonjakan harga minyak dunia dan ancaman pembalasan Iran terhadap negara Arab.

Suara.com - Perang di Teluk sudah berlangsung 12 hari dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Amerika Serikat dan Israel terus mengebom Iran. Dan sebaliknya Iran membalas tida saja ke wilayah Israel, tapi juga ke negara-negara tetangganya di Timur Tengah.

Beberapa analis mengatakan ada satu cara mudah untuk mengakhiri perang ini dengan cepat: hancurkan Pulau Kharg, Iran dijamin akan lumpuh dan tak punya kekuatan lagi untuk melawan.

Tapi mengapa itu tak dilakukan Donald Trump dan Benyamin Netanyahu?

Mengenal Pulau Kharg

Terletak di ujung Teluk Persia, Pulau Kharg berjarak hanya 24 km dari daratan Iran. Panjangnya hanya sekitar 8 km dan lebar 4,5 km. Meski demikian, ia bernilai sangat strategis bagi perekonomian dan tentu saja militer Iran.

Sejak 1960an, Kharg sudah menjadi terminal ekspor minyak Iran. Fasilitas ini dibangun oleh Amoco, perusahaan minyak raksasa Amerika Serikat dan dinasionalisasi oleh Teheran setelah terjadinya Revolusi Islam Iran pada 1979.

Sekitar 90 persen minyak mentah yang diekspor Iran diangkut dari Pulau Kharg. Sebagian besar minyak tersebut dikirim ke China.

Dari pulau itu Iran mengalirkan 1,5 juta barrel minyak mentah per hari, jumlah yang berada di atas rata-rata produksi negara-negara anggota OPEC, organisasi kartel minyak dunia.

Ada fasilitas apa di Kharg?

Di pulau mungil ini terdapat tangki-tangki penyimpanan minyak raksasa milik Iran. Jadi minyak yang berasal dari daratan dialirkan menggunakan pipa bawah laut ke Pulau Kharg. Minyak mentah di tangki-tangki raksasa inilah yang akan dimasukkan ke kapal tanker untuk diekspor.

Kapasitas penyimpanan minyak mentah di Pulau Kharg mencapai 30 juta barrel. Sementara pelabuhannya bisa menampung delapan kapal tanker sekaligus. Fasilitas terminal di Kharg juga bisa mengalirkan 6 sampai 10 juta barrel minyak per hari.

Selain itu ada juga sebuah bandara di Pulau Kharg, yang biasa digunakan para pekerja.

Instalasi penyimpanan minyak mentah dan pelabuhan Iran di Pulau Kharg. Jika diserang dan dikuasai AS dan Israel,  perekonomian Iran diprediksi akan lumpuh dan perang berakhir. [Google Maps]
Instalasi penyimpanan minyak mentah dan pelabuhan Iran di Pulau Kharg. Jika diserang dan dikuasai AS dan Israel, perekonomian Iran diprediksi akan lumpuh dan perang berakhir. [Google Maps]

Seberapa aman Pulau Kharg?

Iran memiliki pangkalan angkatan laut di Pulau Kharg. Tapi akan sukar bagi militer Iran untuk melindungi pulau tersebut jika AS dan Israel melancarkan serangan misil atau udara, mengingat sistem pertahanan udara Iran sudah lumpuh sejak awal-awal perang.

Tetapi dalam Perang Iran - Irak pada dekade 1980, pulau strategis ini pernah dibombardir oleh militer Sadam Husein meski dampak atau kerusakannya terbatas.

Bagaimana kondisi Pulau Kharg sekarang?

Sebelum AS dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari lalu, Iran menggenjot pengiriman minyak dari Pulau Kharg. Bahkan di tengah konflik, kapal-kapal tanker masih memuat minyak di pulau tersebut.

Tampaknya pemerintah Iran ingin sebanyak mungkin minyak mentah dari Kharg dikeluarkan agar tidak hangus dalam konfli bersenjata.

Meski demikian belum semua minyak Iran itu sudah sampai ke tempat tujuan. Banyak dari tanker yang memuat minyak di Pulau Kharg masih tertahan di Selat Hormuz.

Mengapa Iran lumpuh jika Pulau Kharg diserang?

Sebagian pendukung Trump di AS sudah mendorong agar Pulau Kharg diserang atau minimal direbut. Media konservatif AS Fox News bahkan mengatakan menyerang Kharg sesuai dengan doktrin Dominasi Energi Amerika - yang menjadikan AS sebagai produsen minyak dan gas utama dunia, sekaligus menjadikan energi sebagai alat geopolitik.

Jika Kharg diserang, demikian menurut para analis, sumber pendapatan terbesar Iran akan mati. Tanpa uang dari minyak, Iran tak bisa lagi membiayai perang, termasuk menyuntik dana untuk para proksinya di Yaman, Irak dan Lebanon. Tanpa uang dari minyak, program nuklir Iran juga bisa terhenti.

Beberapa analis optimistis, jika Pulau Kharg diserang atau direbut dari kendali Iran, maka perang akan berhenti sebelum Maret berakhir dengan kekalahan Teheran.

Mengapa Trump dan Netanyahu belum menyerang Pulau Kharg?

AS dan Israel sejauh ini fokus menghancurkan kemampuan militer Iran, terutama rudal dan drone. Selain itu Trump dan Netanyahu juga mengincar para petinggi politik serta militer Iran.

Meski demikian pada akhir pekan lalu Israel mengejutkan dunia dengan menyerang depot minyak Iran. Alhasil harga minyak dunia naik hingga 118 dolar AS per barrel, sebelum turun kembali pada pekan ini setelah Trump mengatakan perang akan segera berakhir.

Naiknya harga minyak akibat krisis di Selat Hormuz menjadi momok bagi dunia, terutama bagi negara-negara Asia dan Eropa yang menggantungkan sumber energi dari Teluk.

Para analis mengatakan serangan ke Pulau Kharg akan membuat harga minyak semakin melonjak, memicu inflasi di negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat. Hal ini dihindari Trump, yang akan menghadapi pemilu midterm pada tahun ini.

Apa lagi jika Pulau Kharg diserang Iran dipastikan akan melakukan pembalasan dengan menyerang infrastruktur minyak negara-negara Arab sepert Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. (Bloomberg/The Guardian/NYT/Fox News]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketegangan Memuncak, Militer AS Hancurkan 16 Kapal Penebar Ranjau Iran di Selat Hormuz

Ketegangan Memuncak, Militer AS Hancurkan 16 Kapal Penebar Ranjau Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 14:12 WIB

Eks Jenderal AS Ungkap Bahaya Nyata Ranjau Iran bagi Kapal Tanker di Selat Hormuz

Eks Jenderal AS Ungkap Bahaya Nyata Ranjau Iran bagi Kapal Tanker di Selat Hormuz

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 13:48 WIB

Dicap Pengkhianat, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dapat Visa Australia

Dicap Pengkhianat, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dapat Visa Australia

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 13:38 WIB

Iran Berhasil Ekspor Minyak Mentah ke China, Lolos dari Serangan AS-Israel

Iran Berhasil Ekspor Minyak Mentah ke China, Lolos dari Serangan AS-Israel

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 13:19 WIB

Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika

Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 18:23 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian

Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:59 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'

Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:54 WIB

Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya

Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:51 WIB

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:36 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:15 WIB

Harga Pertamax Nyaris Rp 17.000, Pertamina Anggap Sudah Wajar

Harga Pertamax Nyaris Rp 17.000, Pertamina Anggap Sudah Wajar

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:13 WIB

BI Rate Naik Mendadak, Pertanda Apa untuk Ekonomi Indonesia?

BI Rate Naik Mendadak, Pertanda Apa untuk Ekonomi Indonesia?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:53 WIB

OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor

OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:45 WIB

Update Harga BBM Pertamina Hari Ini, Pertamax Hampir Sentuh Rp17.000

Update Harga BBM Pertamina Hari Ini, Pertamax Hampir Sentuh Rp17.000

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:30 WIB

OJK Panggil PT Toyota Astra Financial Services, Apa Kasusnya?

OJK Panggil PT Toyota Astra Financial Services, Apa Kasusnya?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:22 WIB