Rakyat AS Desak Anak Donald Trump Dikirim ke Iran: Jangan Jadi Pecundang!

Bernadette Sariyem | Suara.com

Rabu, 11 Maret 2026 | 16:53 WIB
Rakyat AS Desak Anak Donald Trump Dikirim ke Iran: Jangan Jadi Pecundang!
Keluarga dan militer Amerika Serikat menangis di dekat peti mati prajurit yang tewas (kiri) dan Barron Trump, putra Presiden AS Donald Trump. [Suara.com]
  • Masyarakat AS kampanye satir di media sosial menggunakan tagar #SendBarron menuntut putra Presiden Trump dikirim berperang ke Iran.
  • Kampanye ini merupakan protes terhadap retorika militer Trump dan dugaan penghinaan terhadap tentara yang gugur sebelumnya.
  • Eskalasi situasi memicu peningkatan pembelotan prajurit AS dan menghidupkan kembali spekulasi mengenai penerapan wajib militer.

Meskipun Trump telah berulang kali membantah klaim tersebut, pernyataan mantan Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly, memperkuat dugaan bahwa sang mantan presiden memang memiliki pandangan rendah terhadap pengorbanan militer.

Hal inilah yang memicu amarah sebagian masyarakat. Jika tentara yang gugur dianggap "pecundang", maka publik menantang keluarga Trump untuk membuktikan "kehormatan" tersebut melalui darah daging mereka sendiri.

Situs satire yang dibuat Morton juga menyertakan testimoni palsu yang sangat menyengat, salah satunya mencatut nama Donald Trump Jr.

Dalam kutipan fiktif tersebut, Don Jr. seolah-olah mendukung pengiriman adiknya ke medan perang sambil tetap menjaga kenyamanan dirinya sendiri.

"Momen ini sebenarnya tentang Barron, oke? Selalu begitu. Dia mewakili kekuatan, keberanian, dan pengabdian. Saya akan menghormati pengorbanan itu dengan cara saya sendiri, terutama dengan membicarakannya dari jarak yang aman."

Kutipan ini secara tajam menyindir bagaimana elit politik sering kali mengirim anak-anak dari keluarga kelas pekerja ke medan perang, sementara keluarga mereka sendiri tetap berada dalam perlindungan yang nyaman.

Prajurit AS Banyak Membelot

Seiring kampanye agar Barron Trump berperang, gelombang pembelotan dalam tubuh militer AS dilaporkan meningkat tajam, seiring dengan eskalasi perang melawan Iran.

Center on Conscience & War,  organisasi nirlaba yang membantu para penentang perang (conscientious objectors), mengungkapkan bahwa saluran telepon mereka terus berdering tanpa henti karena banyaknya tentara AS yang menolak dikerahkan ke medan tempur.

Direktur Eksekutif organisasi tersebut, Mike Prysner, menyatakan melalui media sosial X bahwa terdapat penentangan keras terhadap perang Iran di kalangan prajurit aktif.

Ia bahkan membandingkan mobilisasi pasukan kali ini dengan penolakan besar-besaran saat invasi AS ke Irak pada tahun 2003 silam.

“Telepon kami terus berdering tanpa henti. Jauh lebih banyak unit yang baru saja diaktifkan untuk pengerahan ke Iran., daripada yang diketahui publik,” tulis Mike Prysner dalam keterangannya, dikutip dari Middle East Eye, Selasa (10/3/2026).

Laporan ini muncul di tengah spekulasi bahwa pemerintahan Donald Trump sedang mempertimbangkan mobilisasi pasukan yang lebih luas.

Pekan lalu, Middle East Eye melaporkan bahwa AS tengah mempertimbangkan untuk mengirim pasukan khusus ke daratan Iran.

Namun, di lapangan, tanda-tanda ketidaksiapan militer mulai terlihat, setelah Angkatan Darat membatalkan latihan tempur besar bagi prajurit dari Divisi Lintas Udara ke-82, sebuah unit elite spesialis pertempuran darat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua Federasi Iran: Pemain Kami Diculik Sebelum Dikasih Visa dari Australia

Ketua Federasi Iran: Pemain Kami Diculik Sebelum Dikasih Visa dari Australia

Bola | Rabu, 11 Maret 2026 | 16:33 WIB

Zionis Kiamat! Warga Israel Kocar Kacir Dihujani Rudal

Zionis Kiamat! Warga Israel Kocar Kacir Dihujani Rudal

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 16:19 WIB

Durasi Perang Iran Tidak Pasti, Donald Trump Plin-plan?

Durasi Perang Iran Tidak Pasti, Donald Trump Plin-plan?

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 16:08 WIB

Infantino Bawa Pesan Trump untuk Iran: Izin, Kalian Tetap Main kan di Piala Dunia 2026?

Infantino Bawa Pesan Trump untuk Iran: Izin, Kalian Tetap Main kan di Piala Dunia 2026?

Bola | Rabu, 11 Maret 2026 | 16:02 WIB

Donald Trump Kini Persilakan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026

Donald Trump Kini Persilakan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:51 WIB

Zionis Israel Makin Tersiksa dengan Rudal Iran, Tidur Makin Tak Nyenyak Takut 'Lewat' Mendadak

Zionis Israel Makin Tersiksa dengan Rudal Iran, Tidur Makin Tak Nyenyak Takut 'Lewat' Mendadak

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:48 WIB

Ketegangan Selat Hormuz: Kapal Kontainer Diserang, Dua Tanker Pertamina Terjebak

Ketegangan Selat Hormuz: Kapal Kontainer Diserang, Dua Tanker Pertamina Terjebak

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:45 WIB

12 Hari Serangan AS-Israel ke Iran: 1.300 Warga Sipil Tewas, 10.000 Target Diklaim Dibom

12 Hari Serangan AS-Israel ke Iran: 1.300 Warga Sipil Tewas, 10.000 Target Diklaim Dibom

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade

Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade

News | Minggu, 26 April 2026 | 10:24 WIB

Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!

Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:47 WIB

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:38 WIB

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:27 WIB

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:57 WIB

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:53 WIB

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:29 WIB

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:18 WIB

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:09 WIB

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

News | Minggu, 26 April 2026 | 07:24 WIB