- IRGC melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran menargetkan beberapa pangkalan militer AS di Timur Tengah.
- Serangan tersebut diklaim IRGC menyebabkan setidaknya 100 personel Amerika Serikat terluka di Kuwait.
- Kelompok Perlawanan Islam Irak mengklaim telah menewaskan 13 personel AS dan melakukan 291 operasi total.
Suara.com - Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan telah melancarkan serangan besar-besaran yang menargetkan pangkalan perang milik Amerika Serikat di Timur Tengah.
Serangan rudal dan drone yang dilancarkan secara masif tersebut diklaim telah menyebabkan puluhan antek zionis tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Gempuran dahsyat ini secara spesifik menargetkan Pangkalan Udara Al-Udairi di Kuwait yang menjadi salah satu fasilitas vital militer AS di kawasan tersebut.
Menurut pernyataan resmi dari kantor hubungan masyarakat IRGC, setidaknya 100 tentara Amerika terluka dalam serangan tersebut.
"Angkatan Laut IRGC melakukan operasi yang kuat dan menentukan terhadap sisa-sisa militer AS di wilayah tersebut pada Malam Lailatul Qadar di hari ke-21 bulan suci Ramadan," demikian pernyataan IRGC dikutip dari Tasnim News, Kamis (12/3/2026).
Operasi ini merupakan bagian dari gelombang ke-38 operasi Janji Sejati 4 dengan nama sandi "Ya Haydar al-Karrar (AS)."
Setelah dua serangan rudal simultan menghantam pangkalan helikopter AS di Al-Udairi, sejumlah besar tentara Amerika lumpuh tak berdaya.
Lebih dari 100 tentara yang terluka kemudian dilarikan ke rumah sakit Al-Jaber dan Al-Mubarak di Kuwait.
Infrastruktur kritis di pangkalan AS di Pelabuhan Mina Salman, yang merupakan markas besar Armada Kelima AS, termasuk sistem vital "LEADS", juga dihantam oleh rudal dan drone Iran.
Baca Juga: Detik-detik Rudal Iran Hantam Israel: 5 Jam Hening, Sirene Berbunyi, Duaarrr!
Secara bersamaan, sistem rudal Patriot, gudang peralatan, dan barak yang menampung pasukan Amerika di pangkalan angkatan laut "Mohammad al-Ahmad" dan "Ali al-Salem" juga terkena serangan parah.
Di sisi lain, kelompok Perlawanan Islam Irak mengumumkan bahwa 13 personel AS tewas dan puluhan lainnya terluka dalam operasi yang mereka lakukan selama 12 hari terakhir.
Kelompok tersebut menyatakan telah melakukan total 291 operasi sejak perang dimulai.
Pernyataan itu menambahkan bahwa 13 warga Amerika tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan tersebut, dengan beberapa yang terluka dilaporkan dalam kondisi kritis.
Perlawanan Islam Irak juga mengatakan telah melakukan 31 serangan dalam 24 jam terakhir menggunakan puluhan roket dan drone yang menargetkan pangkalan-pangkalan yang diduduki oleh pasukan AS di Irak dan wilayah yang lebih luas.
IRGC pun menekankan bahwa perjuangan melawan pasukan teroris Amerika dan rezim zionis kriminal akan terus berlanjut tanpa henti.