Kontroversi Abu Janda di TV, Pengamat Media: Industri Televisi Terjebak Sensasionalisme

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 12 Maret 2026 | 15:16 WIB
Kontroversi Abu Janda di TV, Pengamat Media: Industri Televisi Terjebak Sensasionalisme
Abu Janda. [Instagram]
baca 10 detik
  • Pengusiran Abu Janda dari acara TV memicu sorotan akademisi mengenai kegagalan etika demi sensasionalisme media.
  • Televisi kerap memilih narasumber kontroversial untuk mendongkrak rating, mengabaikan solusi atau edukasi pemirsa.
  • Penyelenggara siaran wajib memfilter narasumber dan mengendalikan host agar tidak memicu perbincangan publik kasar.

Suara.com - Insiden pengusiran pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda dari sebuah acara televisi nasional menuai sorotan tajam dari kalangan akademisi.

Pengamat media sekaligus dosen FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Lukas S. Ispandriarno, menilai peristiwa tersebut mencerminkan kegagalan televisi dalam menjaga etika publik demi mengejar sensasionalisme.

"Jadi saya kira televisi saat ini barangkali lebih terdorong untuk mengejar semacam sensasi ya. Sensasi yang menimbulkan kegaduhan, hal-hal yang kontroversial. Bahkan sampai pada aksi-aksi mengusir, kata-kata yang buruk, begitu kan," kata Lukas saat dihubungi Suara.com, Kamis (12/3/2026).

Lukas menengarai pemilihan narasumber yang kerap memicu perdebatan panas merupakan strategi media untuk mendongkrak rating.

Namun, ia menyayangkan jika nilai berita yang mengandung unsur konflik justru digunakan hanya untuk mempertajam perpecahan, tanpa memberikan solusi atau edukasi bagi pemirsa.

"Jadi memang kalau kita belajar dari nilai-nilai berita, konflik itu lalu menjadi utama. Tapi kemudian dilupakan apakah konflik itu membantu melahirkan solusi, mengarah kepada solusi, atau justru malah semakin menajamkan konflik," tuturnya.

Menurut Lukas, televisi seharusnya tidak perlu menunggu munculnya perilaku kasar atau ucapan buruk dari narasumber kontroversial untuk melakukan evaluasi.

Ia mengingatkan kembali insiden masa lalu ketika seorang narasumber menyiramkan teh saat siaran langsung. Peristiwa itu seharusnya menjadi pelajaran bagi pengelola stasiun TV dalam menentukan kelayakan seseorang untuk tampil.

"Apakah harus menunggu seperti itu? Kalau dalam kasus Abu Janda mengeluarkan kata-kata yang jelek lalu baru ditolak untuk tampil lagi, tapi kan tidak perlu menunggu sampai ke situ," ucapnya.

baca juga

Selain melakukan filter terhadap narasumber, peran pembawa acara atau host juga menjadi poin krusial. Lukas menilai banyak host saat ini justru diberikan keleluasaan untuk memancing suasana menjadi lebih panas demi menarik minat penonton.

Lukas pun mengkhawatirkan dampak jangka panjang jika gaya komunikasi konfrontatif tanpa basis data terus dipertontonkan.

Bagi masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah, tayangan semacam itu justru dapat menjauhkan mereka dari etika perbincangan publik yang sehat dan edukatif.

"Jadi harusnya penonton di wilayah-wilayah yang tingkat pendidikannya kurang itu dididik untuk bisa bersikap edukatif, menghargai etika dalam perbincangan publik, dalam media publik. Jadi tidak menampilkan suasana yang mungkin seperti di jalanan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Felix Siauw Diduga Sindir Abu Janda Usai Debat Ricuh: Kalau Sudah Pakai Otot, Otaknya Enggak Ada

Felix Siauw Diduga Sindir Abu Janda Usai Debat Ricuh: Kalau Sudah Pakai Otot, Otaknya Enggak Ada

Entertainment | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:35 WIB

Profil Mentereng Ikrar Nusa Bhakti, Abu Janda Malah Ngaku Lebih Jago Darinya

Profil Mentereng Ikrar Nusa Bhakti, Abu Janda Malah Ngaku Lebih Jago Darinya

Entertainment | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:45 WIB

Pendidikan Abu Janda yang Maki-Maki Akademisi dan Mantan Dubes RI di TV, Ternyata Lulusan Inggris

Pendidikan Abu Janda yang Maki-Maki Akademisi dan Mantan Dubes RI di TV, Ternyata Lulusan Inggris

Entertainment | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:10 WIB

Terkini

Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru

Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru

Riau | Senin, 27 Juli 2026 | 22:04 WIB

Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 22:00 WIB

Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya

Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya

Sport | Senin, 27 Juli 2026 | 21:46 WIB

Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate

Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate

News | Senin, 27 Juli 2026 | 21:46 WIB

Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!

Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 21:44 WIB

Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita

Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita

News | Senin, 27 Juli 2026 | 21:39 WIB

Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0

Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 21:38 WIB

Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor

Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 21:38 WIB

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan

Video | Senin, 27 Juli 2026 | 21:25 WIB

Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron

Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 21:16 WIB

×