Kapolri Wanti-wanti Lonjakan Pemudik, 143,9 Juta Orang Diprediksi Bergerak Saat Lebaran

Bangun Santoso | Muhammad Yasir | Suara.com

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:38 WIB
Kapolri Wanti-wanti Lonjakan Pemudik, 143,9 Juta Orang Diprediksi Bergerak Saat Lebaran
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 bersama Panglima TNI Agus Subianto di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) sore. (Suara.com/Yasir)
  • Kapolri menginstruksikan pengamanan mudik Lebaran 2026 yang diprediksi melibatkan 143,9 juta pemudik pada Apel Gelar Pasukan.
  • Puncak arus mudik dan balik telah diprediksi terjadi pada pertengahan serta akhir Maret dengan rekayasa lalu lintas disiapkan.
  • Personel diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan gangguan keamanan seperti premanisme selama periode mudik berlangsung.

Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan seluruh jajaran untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan melibatkan 143,9 juta orang.

Instruksi itu disampaikan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 bersama Panglima TNI Agus Subianto di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) sore.

Dalam amanatnya, Kapolri menekankan keberhasilan pengamanan mudik menjadi tanggung jawab bersama seluruh personel yang terlibat dalam operasi.

"Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas, bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia," ujarnya.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah masyarakat yang diperkirakan melakukan perjalanan mudik pada tahun ini mencapai 143,9 juta orang. Angka itu memang turun sekitar 2,5 juta dibanding tahun lalu, namun Kapolri meminta seluruh personel tetap siaga.

Menurut Listyo, sejumlah stimulus pemerintah seperti diskon tarif tol, potongan tiket transportasi umum hingga kebijakan work from anywhere berpotensi mendorong pergerakan masyarakat lebih besar.

"Terlebih lagi ada stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik, antara lain diskon tarif tol dan tiket untuk transportasi umum, hingga kebijakan work from anywhere," tuturnya.

Kapolri menjelaskan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret.

Untuk mengantisipasi kepadatan, pemerintah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas selama periode Lebaran, mulai dari pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contra flow, hingga ganjil-genap.

Selain itu, pengaturan penyeberangan laut juga disiapkan, termasuk alih fungsi lokasi penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat.

"Untuk itu, saya berharap seluruh personel memedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan SKB ini, sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik," jelasnya.

Selain persoalan lalu lintas, Kapolri juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem saat periode mudik. Berdasarkan perhitungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca diperkirakan berawan hingga hujan lebat.

"Perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara," katanya.

Kapolri juga memerintahkan jajaran kepolisian memetakan potensi gangguan kamtibmas selama mudik, mulai dari premanisme, balap liar hingga perkelahian antarkelompok. Patroli rutin diminta ditingkatkan dengan melibatkan Pam Swakarsa, terutama pada titik dan jam rawan.

Selain itu, Polsek hingga Polres diminta mendata rumah kosong yang ditinggalkan pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kakorlantas Ingatkan Pemudik: Mudik Itu Rindu, Jangan Terburu-buru!

Kakorlantas Ingatkan Pemudik: Mudik Itu Rindu, Jangan Terburu-buru!

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 17:14 WIB

Diskon Tol Pilih Kasih: Ketika PNS Senyum, Anak Swasta Gigit Jari

Diskon Tol Pilih Kasih: Ketika PNS Senyum, Anak Swasta Gigit Jari

Your Say | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:45 WIB

Tips Mudik Lebaran 2026 Tetap Nyaman Pakai Mobil Listrik Changan Lumin

Tips Mudik Lebaran 2026 Tetap Nyaman Pakai Mobil Listrik Changan Lumin

Otomotif | Kamis, 12 Maret 2026 | 13:45 WIB

Aplikasi Travoy untuk Apa? Rahasia Mudik Lebaran 2026 Bebas Macet dan Nyaman di Tol

Aplikasi Travoy untuk Apa? Rahasia Mudik Lebaran 2026 Bebas Macet dan Nyaman di Tol

Otomotif | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:05 WIB

Pendaftaran Balik Gratis 2026 Kabupaten Ngawi Dibuka Hari Ini, Cek Caranya di Sini!

Pendaftaran Balik Gratis 2026 Kabupaten Ngawi Dibuka Hari Ini, Cek Caranya di Sini!

Lifestyle | Kamis, 12 Maret 2026 | 12:21 WIB

Mengintip Kesiapan Jalur Mudik Jateng-DIY Menuju Lebaran 2026, Kondisi Kemantapan Capai 94,20 Persen

Mengintip Kesiapan Jalur Mudik Jateng-DIY Menuju Lebaran 2026, Kondisi Kemantapan Capai 94,20 Persen

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 11:18 WIB

Pemkot Semarang Siapkan 7 Armada Bus Angkut Pemudik Asal Semarang di Jakarta

Pemkot Semarang Siapkan 7 Armada Bus Angkut Pemudik Asal Semarang di Jakarta

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Bos Perusahaan Rokok PT Gading Gadja Mada Dipanggil KPK untuk Kasus Bea Cukai

Bos Perusahaan Rokok PT Gading Gadja Mada Dipanggil KPK untuk Kasus Bea Cukai

News | Senin, 27 April 2026 | 13:54 WIB

Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat

Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat

News | Senin, 27 April 2026 | 13:48 WIB

Soal Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Hensa: Harus Tegas dan Bisa Ditegakkan

Soal Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Hensa: Harus Tegas dan Bisa Ditegakkan

News | Senin, 27 April 2026 | 13:44 WIB

Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi

Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi

News | Senin, 27 April 2026 | 13:41 WIB

Lagi, KPK Periksa Dua Bos Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

Lagi, KPK Periksa Dua Bos Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Senin, 27 April 2026 | 13:40 WIB

Pemerintah Klaim Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu UMKM

Pemerintah Klaim Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu UMKM

News | Senin, 27 April 2026 | 13:37 WIB

Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital

Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital

News | Senin, 27 April 2026 | 13:29 WIB

Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat

Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat

News | Senin, 27 April 2026 | 13:27 WIB

Isu Reshuffle Menguat, Qodari: Sepenuhnya Hak Presiden Prabowo

Isu Reshuffle Menguat, Qodari: Sepenuhnya Hak Presiden Prabowo

News | Senin, 27 April 2026 | 13:26 WIB

Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan

Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan

News | Senin, 27 April 2026 | 13:24 WIB