KontraS Desak Aparat Usut Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Ada Upaya Pembungkaman?

Bangun Santoso

Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:58 WIB
KontraS Desak Aparat Usut Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Ada Upaya Pembungkaman?
Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz
  • KontraS mendesak penegak hukum mengusut tuntas pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Jakarta Pusat.
  • Serangan terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026, malam hari saat korban baru selesai merekam siniar isu sensitif UU TNI.
  • Korban mengalami luka bakar 24 persen dan potensi gangguan penglihatan, KontraS menduga serangan ini terkait advokasi militerisme.

Area yang terdampak paling serius meliputi bagian tangan dan kaki. Namun, kekhawatiran terbesar terletak pada gangguan penglihatan yang dialami korban karena sebagian cairan air keras mengenai area wajah dan mata.

Tim medis saat ini masih melakukan observasi intensif untuk memastikan sejauh mana kerusakan pada indra penglihatan korban.

KontraS menilai bahwa dampak fisik yang permanen dan risiko fatal dari air keras menunjukkan bahwa pelaku memiliki niat yang sangat jahat untuk melumpuhkan aktivitas korban secara total.

Kaitan dengan Advokasi UU TNI dan Teror Sebelumnya

KontraS melihat adanya korelasi kuat antara serangan ini dengan aktivitas publik yang dilakukan Andrie Yunus belakangan ini.

Sebagai aktivis HAM, Andrie sangat vokal dalam menyuarakan kritik terhadap isu militerisme di Indonesia.

Salah satu fokus utamanya adalah penolakan terhadap revisi atau rancangan UU TNI yang dianggap berpotensi mengembalikan peran militer ke ranah sipil.

Dimas Bagus Arya mengungkapkan bahwa ini bukan pertama kalinya Andrie mendapatkan tekanan.

Sebelum serangan fisik ini terjadi, korban sudah berulang kali menerima berbagai bentuk intimidasi dan teror, terutama setelah keterlibatannya dalam aksi massa di depan publik.

“Korban sebelumnya pernah mengalami beberapa kali teror dan intimidasi, terutama pasca ‘Aksi Geruduk Fairmount’ untuk menolak rancangan UU TNI pada Maret 2025,” ujar Dimas.

Rentetan kejadian ini memperkuat dugaan bahwa penyiraman air keras tersebut adalah serangan terencana yang berkaitan erat dengan posisi politik dan hukum yang diambil oleh Andrie Yunus dalam kapasitasnya sebagai pimpinan di KontraS.

Desakan Penegakan Hukum dan Perlindungan HAM

KontraS mengingatkan pemerintah dan Polri bahwa keselamatan pembela HAM di Indonesia saat ini berada dalam ancaman serius.

Kejadian yang menimpa Andrie Yunus dianggap sebagai alarm bagi demokrasi Indonesia, di mana kekerasan fisik digunakan sebagai alat untuk menghentikan kritik terhadap kebijakan negara.

Pihak KontraS meminta agar kepolisian tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap motif serta aktor intelektual yang mungkin berada di balik serangan ini.

Transparansi dalam proses penyelidikan menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap perlindungan hukum bagi para aktivis.

“Peristiwa ini harus segera mendapatkan perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. Aparat kepolisian harus segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut,” katanya.

Lebih jauh, KontraS mengusulkan agar kasus ini tidak hanya dipandang sebagai penganiayaan berat, tetapi juga sebagai percobaan pembunuhan.

Hal ini didasarkan pada sifat serangan menggunakan air keras yang dapat menyebabkan komplikasi medis fatal atau kematian jika tidak segera ditangani.

“Upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat menunjukkan adanya niat jahat yang serius dengan kemungkinan berujung pada pembunuhan,” kata Dimas.

Organisasi ini juga menekankan bahwa negara memiliki kewajiban hukum untuk memberikan perlindungan khusus kepada pembela HAM. Hal ini telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

KontraS mendesak agar instrumen perlindungan tersebut benar-benar diimplementasikan secara nyata, bukan sekadar menjadi aturan di atas kertas, guna memastikan tidak ada lagi aktivis yang menjadi korban kekerasan serupa di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CCTV di Salemba Disisir, Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

CCTV di Salemba Disisir, Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:37 WIB

Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme

Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:20 WIB

7 Fakta Kasus Penyiraman Air Keras di Cempaka Putih, Cairan dari Praktikum Sekolah

7 Fakta Kasus Penyiraman Air Keras di Cempaka Putih, Cairan dari Praktikum Sekolah

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 17:30 WIB

Geng Motor Teror Warga Siskamling di Pulogadung: Siram Air Keras, Aspal Sampai Berasap

Geng Motor Teror Warga Siskamling di Pulogadung: Siram Air Keras, Aspal Sampai Berasap

News | Jum'at, 26 Desember 2025 | 18:10 WIB

Geger! Teror Penyiraman Air Keras oleh OTK di Pulogadung, Aspal Sampai Berasap

Geger! Teror Penyiraman Air Keras oleh OTK di Pulogadung, Aspal Sampai Berasap

News | Jum'at, 26 Desember 2025 | 16:57 WIB

ICW-KontraS Laporkan Dugaan 43 Polisi Lakukan Pemerasan ke KPK

ICW-KontraS Laporkan Dugaan 43 Polisi Lakukan Pemerasan ke KPK

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 19:18 WIB

Terkini

Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh

Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:46 WIB

Gembong Narkoba El Chapo Merengek Minta Pulang ke Meksiko, Mau Nonton Piala Dunia?

Gembong Narkoba El Chapo Merengek Minta Pulang ke Meksiko, Mau Nonton Piala Dunia?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:21 WIB

Jakarta Bakal Gelap Gulita Selama 60 Menit pada Sabtu Malam, Ini Alasannya

Jakarta Bakal Gelap Gulita Selama 60 Menit pada Sabtu Malam, Ini Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:20 WIB

4.151 Personel Dikerahkan Amankan Demo Mahasiswa di Jakpus, Begini Rekayasa Lalu Lintasnya

4.151 Personel Dikerahkan Amankan Demo Mahasiswa di Jakpus, Begini Rekayasa Lalu Lintasnya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:40 WIB

Iran Bantah Mentah-mentah Klaim Damai Donald Trump

Iran Bantah Mentah-mentah Klaim Damai Donald Trump

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:32 WIB

Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia

Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:18 WIB

Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran

Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:08 WIB

Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara

Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:48 WIB

BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan

BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:34 WIB

Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?

Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:30 WIB