Pidato Perdana Mojtaba Khamenei: Bersumpah Blokir Selat Hormuz

Dimas Sagita

Jum'at, 13 Maret 2026 | 15:21 WIB
Pidato Perdana Mojtaba Khamenei: Bersumpah Blokir Selat Hormuz
Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, langsung mengambil langkah ekstrem. Ia menyatakan akan tetap menutup jalur minyak tersibuk dunia sebagai langkah strategisnya.

Suara.com - Iran akan tetap memblokir Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia, menurut sebuah pernyataan yang dikaitkan dengan Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.

Pesan tersebut disiarkan melalui televisi pemerintah Iran, namun Khamenei tidak tampil langsung.

Pernyataannya dibacakan oleh seorang pembaca berita.

Iran akan "membalas darah" warga Iran yang tewas dalam perang dengan AS dan Israel, ujar Khamenei dalam pernyataannya.

Dia juga disebutkan memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak mengizinkan wilayahnya dijadikan pangkalan militer AS.

Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi pada 8 Maret 2026, setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia pada hari pertama serangan AS-Israel ke Iran.

Mojtaba Khamenei kehilangan istri dan seorang putranya dalam serangan gabungan ASIsrael terhadap kompleks pemimpin tertinggi yang menewaskan ayahnya.

Ibunya juga dilaporkan tewas dalam serangan itu, meski sebuah media Iran kemudian menyatakan bahwa dia masih hidup.

Kantor berita Reuters, mengutip seorang pejabat Iran yang tak disebutkan namanya, melaporkan bahwa Khamenei mengalami "luka ringan", namun tidak ada rincian lebih lanjut.

Dia belum pernah tampil di muka publik dan tidak ada foto maupun rekaman video dirinya sejak ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi.

Kanal berita televisi pemerintah Iran menyebutnya sebagai "veteran perang Ramadan", tanpa memberikan konfirmasi tambahan mengenai apakah dia terluka atau tidak.

Dalam pesan publik pertama yang dikaitkan dengannya, Khamenei mengatakan Iran harus memanfaatkan "tuas kekuatan berupa penutupan Selat Hormuz", karena kawasan itu merupakan titik di mana posisi "musuh amat rentan".

Khamenei menegaskan dalam pernyataannya bahwa Iran akan terus menyerang pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk

Teheran, katanya, tetap berpegang pada kebijakan "persahabatan" dengan negara-negara tetangga, namun dia memperingatkan mereka agar menutup pangkalan militer Amerika di wilayah masing-masing.

"Kami berbagi perbatasan darat atau maritim dengan 15 negara tetangga dan selalu berupaya menjalin hubungan yang hangat dan konstruktif dengan semuanya," ujarnya.

"Negara-negara ini harus memperjelas sikap mereka terhadap para agresor yang menyerang tanah air kami dan para pembunuh rakyat kami."

"Saya menyarankan mereka menutup pangkalan-pangkalan tersebut sesegera mungkin."

Khamenei juga menyinggung "kejahatan terhadap anak-anak, termasuk insiden yang disengaja di sekolah Minab".

Menurut laporan media Amerika, penyelidik AS meyakini pasukan Amerika secara tidak sengaja menghantam sebuah sekolah di Iran selatan yang berlokasi dekat sebuah pangkalan militer.

Khamenei mengatakan dia mengetahui bahwa dirinya ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Iran melalui siaran televisi pemerintah.

"Saya mengetahui hasil pemungutan suara Majelis Ahli bersamaan dengan Anda, melalui televisi Republik Islam."

Beberapa jam kemudian, setelah Israel menyatakan telah melancarkan gelombang serangan baru ke Teheran, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut pemimpin baru Iran itu sebagai "boneka" Garda Revolusi yang "tak bisa menampakkan diri di depan publik".

Ketika ditanya mengenai Khamenei dan pemimpin Hizbullah Naim Qassem, Netanyahu mengatakan, "Saya tidak akan menerbitkan polis asuransi jiwa bagi para pemimpin organisasi teroris mana pun," seperti dikutip Reuters.

Iran sebelumnya mengancam akan menyerang kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, yang biasanya menjadi jalur bagi sepertiga perdagangan minyak dunia.

Pemblokiran terhadap tanker minyakserta serangan Iran terhadap kapal-kapal tanker di Teluktelah memicu lonjakan harga minyak.

Pada Rabu, Teheran mengatakan dunia harus bersiap menghadapi harga minyak mencapai $200 per barel dan memperingatkan bahwa setiap kapal tanker yang menuju AS, Israel, dan para sekutunya merupakan target yang sah.

Badan Energi Internasional memperingatkan bahwa pasar minyak saat ini mengalami "gangguan pasokan terbesar dalam sejarah".

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Israel Digempur Rudal Iran, Tujuan AS Perang Lawan Iran Kian Tidak Jelas

Israel Digempur Rudal Iran, Tujuan AS Perang Lawan Iran Kian Tidak Jelas

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 15:03 WIB

Daftar Negara Korban Jalur Neraka Selat Hormuz, Bikin Ekonomi Kacau Imbas Perang Iran

Daftar Negara Korban Jalur Neraka Selat Hormuz, Bikin Ekonomi Kacau Imbas Perang Iran

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:46 WIB

3 Tetangga Indonesia Boncos Gara-gara Perang AS - Israel vs Iran

3 Tetangga Indonesia Boncos Gara-gara Perang AS - Israel vs Iran

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:16 WIB

Terkini

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:04 WIB

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:48 WIB

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:43 WIB

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:41 WIB

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36 WIB

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:28 WIB

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:53 WIB

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:52 WIB

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:51 WIB

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:49 WIB