- Indonesia resmi membeli sistem rudal supersonik BrahMos PJ-10 dari India untuk modernisasi dan penguatan pertahanan laut nasional.
- Rudal BrahMos sangat berbahaya karena kecepatan Mach 2–2,8, terbang rendah, manuver akhir, dan memiliki pantulan radar kecil.
- Sistem BrahMos PJ-10 fleksibel karena dapat diluncurkan dari berbagai platform, termasuk kapal, darat, dan pesawat tempur.
Sistem peluncur darat BrahMos juga dikenal sangat cepat disiapkan.
Kendaraan peluncur militer 8×8 dapat berpindah posisi lalu siap tembak dalam waktu kurang dari 10 menit, bahkan mampu meluncurkan beberapa rudal sekaligus.
Satu baterai BrahMos bukan hanya rudal, tetapi paket tempur lengkap.
Unit biasanya terdiri dari beberapa truk peluncur, radar over-the-horizon, pusat komando, dan kendaraan pengisi ulang, sehingga bisa beroperasi mandiri dalam serangan jarak jauh.
Saat dikembangkan, BrahMos memang dirancang untuk menghancurkan target strategis seperti kapal induk, kapal perusak, pangkalan laut, bunker, dan instalasi militer penting.
Kombinasi kecepatan tinggi dan hulu ledak berat membuatnya sangat efektif melawan kapal besar.
India dan Rusia kini juga mengembangkan generasi baru, yaitu BrahMos-II, yang ditargetkan mencapai kecepatan hipersonik di atas Mach 5.
Jika proyek ini berhasil, para analis menilai rudal tersebut akan jauh lebih sulit dicegat dibanding generasi sebelumnya.
Kontributor: Adam Ali
Baca Juga: India Sodorkan BrahMos ke Indonesia: Rudal Supersonik Ganas, Apa Hebatnya?