4 Fakta Menarik Rudal BrahMos PJ-10 yang Baru Dibeli Indonesia: Setara Tomahawk Milik AS

Arief Apriadi

Jum'at, 13 Maret 2026 | 15:51 WIB
4 Fakta Menarik Rudal BrahMos PJ-10 yang Baru Dibeli Indonesia: Setara Tomahawk Milik AS
4 Fakta Menarik Rudal BrahMos PJ-10 yang Baru Dibeli Indonesia: Setara Tomahawk Milik AS. [Dok. X/@zhao_dashuai]
  • Indonesia resmi menyepakati pembelian sistem rudal supersonik BrahMos PJ-10 dari India untuk modernisasi persenjataan nasional.
  • Rudal BrahMos melaju hingga hampir tiga kali kecepatan suara dan terbang sangat rendah, sehingga sulit dideteksi musuh.
  • Rudal ini adalah hasil kerja sama militer India dan Rusia, dikembangkan dari teknologi rudal P-800 Oniks Soviet.

Suara.com - Indonesia resmi menyepakati pembelian sistem rudal supersonik BrahMos PJ-10 dari India.

Kesepakatan ini dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan RI sebagai bagian dari langkah besar modernisasi alat utama sistem persenjataan nasional.

Menurut Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait bahwa pengadaan rudal tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kekuatan militer, terutama untuk memperkuat pertahanan di wilayah laut.

“Kesepakatan ini merupakan bagian dari modernisasi perangkat keras militer dan kemampuan pertahanan, khususnya di sektor maritim,” katanya dilansir dari Reuters.

Rudal BrahMos PJ-10 adalah salah satu rudal jelajah supersonik paling terkenal di dunia, hasil kerja sama militer India–Rusia.

Sistem ini dikembangkan oleh perusahaan joint-venture BrahMos Aerospace, yang dibentuk oleh DRDO India dan NPO Mashinostroyenia Rusia, dan berbasis teknologi rudal Rusia P-800 Oniks.

Berikut 4 Fakta Menarik Rudal BrahMos PJ-10

1. Kekuatan utama BrahMos

Dikutip dari Missile Thret, BrahMos melaju hingga hampir 3 kali kecepatan suara, membuatnya jauh lebih sulit dicegat dibanding rudal jelajah subsonik seperti Tomahawk milik Amerika Serikat yang dituding hancurkan sekolah putri di Iran.

Kecepatan tinggi juga meningkatkan daya hancur karena energi kinetik saat menghantam target.

Rudal ini menggunakan navigasi inertial plus satelit, radar aktif pada fase akhir dan kemampuan mengunci target otomatis

Ini memungkinkan rudal menghantam kapal atau fasilitas militer dengan presisi tinggi.

2. Terbang Rendah, Daya Ledak Dahsyat

BrahMos bisa terbang hanya 5–15 meter di atas permukaan laut, sehingga radar musuh sulit mendeteksi.

Hulu ledak rudal ini kurang lebih bisa mencapai 300 kg. Dengan hulu ledak sebesar itu dan memiliki kecepatan supersonik, BrahMos bisa menembus kapal perang, menghancurkan bunker dan merusak fasilitas militer besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Fakta Menarik Perfect Crown yang akan Segera Tayang

6 Fakta Menarik Perfect Crown yang akan Segera Tayang

Your Say | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:07 WIB

Investigasi Militer Amerika Akui Kesalahan Fatal: Rudal Tomahawk Hantam Sekolah di Iran

Investigasi Militer Amerika Akui Kesalahan Fatal: Rudal Tomahawk Hantam Sekolah di Iran

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 13:05 WIB

Bantah Donald Trump, Militer AS: Rudal Tomahawk Hancurkan Sekolah di Iran Milik Kami

Bantah Donald Trump, Militer AS: Rudal Tomahawk Hancurkan Sekolah di Iran Milik Kami

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:14 WIB

Apa Itu Rudal Tomahawk? Senjata Jarak Jauh yang Tewaskan Ratusan Anak di iran

Apa Itu Rudal Tomahawk? Senjata Jarak Jauh yang Tewaskan Ratusan Anak di iran

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:25 WIB

Terkini

Jakarta Bakal Gelap Gulita Selama 60 Menit pada Sabtu Malam, Ini Alasannya

Jakarta Bakal Gelap Gulita Selama 60 Menit pada Sabtu Malam, Ini Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:20 WIB

4.151 Personel Dikerahkan Amankan Demo Mahasiswa di Jakpus, Begini Rekayasa Lalu Lintasnya

4.151 Personel Dikerahkan Amankan Demo Mahasiswa di Jakpus, Begini Rekayasa Lalu Lintasnya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:40 WIB

Iran Bantah Mentah-mentah Klaim Damai Donald Trump

Iran Bantah Mentah-mentah Klaim Damai Donald Trump

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:32 WIB

Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia

Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:18 WIB

Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran

Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:08 WIB

Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara

Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:48 WIB

BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan

BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:34 WIB

Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?

Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:30 WIB

Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit

Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:11 WIB

Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim

Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 06:58 WIB