- Indonesia resmi menyepakati pembelian sistem rudal supersonik BrahMos PJ-10 dari India untuk modernisasi persenjataan nasional.
- Rudal BrahMos melaju hingga hampir tiga kali kecepatan suara dan terbang sangat rendah, sehingga sulit dideteksi musuh.
- Rudal ini adalah hasil kerja sama militer India dan Rusia, dikembangkan dari teknologi rudal P-800 Oniks Soviet.
Suara.com - Indonesia resmi menyepakati pembelian sistem rudal supersonik BrahMos PJ-10 dari India.
Kesepakatan ini dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan RI sebagai bagian dari langkah besar modernisasi alat utama sistem persenjataan nasional.
Menurut Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait bahwa pengadaan rudal tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kekuatan militer, terutama untuk memperkuat pertahanan di wilayah laut.
“Kesepakatan ini merupakan bagian dari modernisasi perangkat keras militer dan kemampuan pertahanan, khususnya di sektor maritim,” katanya dilansir dari Reuters.
Rudal BrahMos PJ-10 adalah salah satu rudal jelajah supersonik paling terkenal di dunia, hasil kerja sama militer India–Rusia.
Sistem ini dikembangkan oleh perusahaan joint-venture BrahMos Aerospace, yang dibentuk oleh DRDO India dan NPO Mashinostroyenia Rusia, dan berbasis teknologi rudal Rusia P-800 Oniks.
Berikut 4 Fakta Menarik Rudal BrahMos PJ-10
1. Kekuatan utama BrahMos
Dikutip dari Missile Thret, BrahMos melaju hingga hampir 3 kali kecepatan suara, membuatnya jauh lebih sulit dicegat dibanding rudal jelajah subsonik seperti Tomahawk milik Amerika Serikat yang dituding hancurkan sekolah putri di Iran.
Baca Juga: Fakta Menarik usai Persib Bantai Persik: Maung Bandung, Paling Sering Dapat Penalti Musim Ini!
Kecepatan tinggi juga meningkatkan daya hancur karena energi kinetik saat menghantam target.
Rudal ini menggunakan navigasi inertial plus satelit, radar aktif pada fase akhir dan kemampuan mengunci target otomatis
Ini memungkinkan rudal menghantam kapal atau fasilitas militer dengan presisi tinggi.
2. Terbang Rendah, Daya Ledak Dahsyat
BrahMos bisa terbang hanya 5–15 meter di atas permukaan laut, sehingga radar musuh sulit mendeteksi.
Hulu ledak rudal ini kurang lebih bisa mencapai 300 kg. Dengan hulu ledak sebesar itu dan memiliki kecepatan supersonik, BrahMos bisa menembus kapal perang, menghancurkan bunker dan merusak fasilitas militer besar.