Indonesia Beli Rudal BrahMos, Barat Ketar-ketir! Bisa Tenggelamkan Kapal Induk dalam Hitungan Detik

Arief Apriadi

Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:03 WIB
Indonesia Beli Rudal BrahMos, Barat Ketar-ketir! Bisa Tenggelamkan Kapal Induk dalam Hitungan Detik
Ilustrasi - Indonesia Beli Rudal BrahMos, Barat Ketar-ketir! Bisa Tenggelamkan Kapal Induk dalam Hitungan Detik. [Gemini AI]
baca 10 detik
  • Indonesia resmi membeli sistem rudal supersonik BrahMos PJ-10 dari India untuk modernisasi dan penguatan pertahanan laut nasional.
  • Rudal BrahMos sangat berbahaya karena kecepatan Mach 2–2,8, terbang rendah, manuver akhir, dan memiliki pantulan radar kecil.
  • Sistem BrahMos PJ-10 fleksibel karena dapat diluncurkan dari berbagai platform, termasuk kapal, darat, dan pesawat tempur.

Suara.com - Indonesia resmi menyepakati pembelian sistem rudal supersonik BrahMos PJ-10 dari India.

Kesepakatan ini dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan RI sebagai bagian dari langkah besar modernisasi alat utama sistem persenjataan nasional.

Menurut Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait seperti dilansir dari Reuters, bahwa pengadaan rudal tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kekuatan militer, terutama untuk memperkuat pertahanan di wilayah laut.

Sistem rudal supersonik BrahMos PJ-10 kerap disebut analis pertahanan sebagai salah satu cruise missile paling berbahaya di dunia saat ini.

Dikutip dari media Rusia, Tass, Rudal hasil kerja sama India–Rusia ini dinilai sangat sulit dicegat karena kecepatan tinggi, terbang rendah, serta kemampuan manuver di fase akhir.

Sejumlah pengamat militer luar negeri menyebut keunggulan BrahMos membuat sistem pertahanan udara modern hanya memiliki waktu reaksi sangat singkat.

“Karena kecepatannya mendekati Mach 3 dan terbang rendah, sistem pertahanan biasanya hanya punya sekitar 20–30 detik untuk bereaksi setelah rudal terdeteksi,” tulis laporan Missile Thret.

Kecepatan supersonik menjadi faktor utama yang membuat BrahMos PJ-10 sangat ditakuti.

Rudal ini dapat melaju antara Mach 2 hingga Mach 2,8, jauh lebih cepat dibanding kebanyakan rudal jelajah subsonik yang digunakan banyak negara Barat.

baca juga

Selain cepat, BrahMos juga terbang di ketinggian rendah sehingga sulit terdeteksi radar.

Dalam fase akhir, rudal dapat melakukan manuver ekstrem seperti zig-zag, gerakan S, hingga menukik tajam untuk menghindari sistem pertahanan kapal, termasuk CIWS.

Laporan analis pertahanan juga menyebut radar cross section rudal ini relatif kecil.

Desain badan rudal dan penggunaan material komposit membuat pantulan radar rendah, sehingga dalam beberapa kasus terlihat seperti objek kecil di layar radar.

Keunggulan lain adalah fleksibilitas platform peluncur.

BrahMos PJ-10 dapat ditembakkan dari kapal perang, kapal selam, peluncur darat, peluncur pantai, hingga pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI, menjadikannya cocok untuk perang laut modern.

Sistem peluncur darat BrahMos juga dikenal sangat cepat disiapkan.

Kendaraan peluncur militer 8×8 dapat berpindah posisi lalu siap tembak dalam waktu kurang dari 10 menit, bahkan mampu meluncurkan beberapa rudal sekaligus.

Satu baterai BrahMos bukan hanya rudal, tetapi paket tempur lengkap.

Unit biasanya terdiri dari beberapa truk peluncur, radar over-the-horizon, pusat komando, dan kendaraan pengisi ulang, sehingga bisa beroperasi mandiri dalam serangan jarak jauh.

Saat dikembangkan, BrahMos memang dirancang untuk menghancurkan target strategis seperti kapal induk, kapal perusak, pangkalan laut, bunker, dan instalasi militer penting.

Kombinasi kecepatan tinggi dan hulu ledak berat membuatnya sangat efektif melawan kapal besar.

India dan Rusia kini juga mengembangkan generasi baru, yaitu BrahMos-II, yang ditargetkan mencapai kecepatan hipersonik di atas Mach 5.

Jika proyek ini berhasil, para analis menilai rudal tersebut akan jauh lebih sulit dicegat dibanding generasi sebelumnya.

Kontributor: Adam Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Fakta Menarik Rudal BrahMos PJ-10 yang Baru Dibeli Indonesia: Setara Tomahawk Milik AS

4 Fakta Menarik Rudal BrahMos PJ-10 yang Baru Dibeli Indonesia: Setara Tomahawk Milik AS

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 15:51 WIB

Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump

Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:07 WIB

Geger Kabar Selebgram Ayu Aulia Dilantik di Kemhan, Jenderal TNI Turun Tangan Beri Klarifikasi

Geger Kabar Selebgram Ayu Aulia Dilantik di Kemhan, Jenderal TNI Turun Tangan Beri Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Desember 2025 | 17:10 WIB

Kemhan Bantah Ayu Aulia jadi Tim Kreatif: Tidak Pernah Dilantik!

Kemhan Bantah Ayu Aulia jadi Tim Kreatif: Tidak Pernah Dilantik!

Entertainment | Kamis, 25 Desember 2025 | 15:31 WIB

Ayu Aulia Ditunjuk Jadi Tim Kreatif Kemenhan RI, Ini Deretan Kontroversi Si Model Seksi

Ayu Aulia Ditunjuk Jadi Tim Kreatif Kemenhan RI, Ini Deretan Kontroversi Si Model Seksi

Entertainment | Kamis, 25 Desember 2025 | 12:30 WIB

Terkini

DJP Janji Buka Akses Data Mikro Pajak ke Peneliti, Buat Apa?

DJP Janji Buka Akses Data Mikro Pajak ke Peneliti, Buat Apa?

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 17:05 WIB

Anti Lengket! 5 Lip Matte Ringan yang Nggak Menggumpal dan Bebas Pecah

Anti Lengket! 5 Lip Matte Ringan yang Nggak Menggumpal dan Bebas Pecah

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:00 WIB

Sea & OpenAI Hadirkan Regional Codex Hackathon Series di Indonesia untuk Berdayakan Developer Lokal

Sea & OpenAI Hadirkan Regional Codex Hackathon Series di Indonesia untuk Berdayakan Developer Lokal

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:56 WIB

Duo Legenda Timnas Jepang Turun Gunung Latih Srikandi Indonesia di Jakarta

Duo Legenda Timnas Jepang Turun Gunung Latih Srikandi Indonesia di Jakarta

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 16:55 WIB

Jadi Magnet Studi Tiru Kanwil Babel dan Bengkulu, Imigrasi Sumut Beberkan Pesan Penting

Jadi Magnet Studi Tiru Kanwil Babel dan Bengkulu, Imigrasi Sumut Beberkan Pesan Penting

Sumut | Kamis, 17 September 2026 | 16:50 WIB

Cegah Pori Tersumbat! 4 Cleanser Tea Tree Korea untuk Wajah Bebas Bruntusan

Cegah Pori Tersumbat! 4 Cleanser Tea Tree Korea untuk Wajah Bebas Bruntusan

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 16:50 WIB

Apes! Bawa 1 Kg Ganja di Jok Motor, Buronan Pembunuhan di Lampung Akhirnya Dibekuk

Apes! Bawa 1 Kg Ganja di Jok Motor, Buronan Pembunuhan di Lampung Akhirnya Dibekuk

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 16:49 WIB

Eks Kakanwil BPN Bali Resmi Ditahan Polda Bali

Eks Kakanwil BPN Bali Resmi Ditahan Polda Bali

Bali | Kamis, 17 September 2026 | 16:46 WIB

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Perkuat Ekosistem Transportasi Nasional, Isuzu Tegaskan Komitmen Dukung Sektor Logistik

Perkuat Ekosistem Transportasi Nasional, Isuzu Tegaskan Komitmen Dukung Sektor Logistik

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

×