Agar Pelaku Segera Tertangkap, TAUD Minta Polisi Lacak Sinyal di Lokasi Penyiraman Andrie Yunus

Bangun Santoso, Faqih Fathurrahman

Senin, 16 Maret 2026 | 17:48 WIB
Agar Pelaku Segera Tertangkap, TAUD Minta Polisi Lacak Sinyal di Lokasi Penyiraman Andrie Yunus
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menilai penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus merupakan tindakan percobaan pembunuhan berencana. (Suara.com/Faqih)
  • TAUD mendesak polisi melacak sinyal di lokasi penyiraman air keras Andrie Yunus untuk mengidentifikasi pelaku.
  • Pelacakan sinyal menggunakan teknologi *Cell Tower Dump* berpotensi mengungkap pengintai sebelum kejadian percobaan pembunuhan.
  • TAUD meminta polisi mengungkap aktor intelektual dan pendana, bukan hanya pelaku lapangan, agar kasus tuntas.

Suara.com - Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) meminta agar pihak kepolisian melacak sinyal di lokasi penyiraman air keras Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Hal ini perlu dilakukan agar bisa mengungkap pelaku dengan mudah.

Perwakilan TAUD, Alghiffari Aqsa mengatakan, pelacakan sinyal dinilai bisa mendeteksi siapa saja yang berada di sekitar lokasi saat peristiwa itu terjadi.

Alghiffari mengatakan, pihak kepolisian pernah disarankan untuk melakukan hal serupa saat penyiraman air keras menimpa Novel Baswedan.

Namun, sampai saat ini belum diketahui apakah penyidik Polda Metro Jaya sudah melakukan hal tersebut.

"Di 2017 kami juga mendapatkan informasi bahwa ada teknologi Cell Tower Dump. Cell Tower Dump itu teknologinya mereka bisa menjaring ataupun bisa mendapatkan informasi siapa saja yang berada di satu titik tertentu ataupun wilayah tertentu dan pada waktu tertentu," kata Alghiffari di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).

Dengan metode ini, pihak kepolisian juga bisa mengetahui apakah sebelum peristiwa penyiraman terjadi, Andrie telah diintai terlebih dahulu.

Sehingga, perluasan penyidikan untuk membuktikan kasus ini adalah percobaan pembunuhan berencana bisa semakin didalami.

"Misalnya jika ada orang yang berjaga-jaga ataupun mengawasi saudara Andrie di sekitar LBH pada sekitar jam 11 malam, maka nomor tersebut bisa diidentifikasi oleh pihak kepolisian," ucap Alghiffari.

Dia pun optimis dalam waktu beberapa hari ke depan, kurang dari tujuh hari, pihak kepolisian dapat menemukan teduga pelaku jika melakukan pelacakan sinyal itu.

Namun, Alghiffari meminta agar kepolisian tidak berhenti hanya pada pelaku di lapangan saja.

"Dan tentunya PR-nya lagi adalah siapa aktor intelektualnya?" kata Alghiffari.

Alghiffari juga mendesak agar kepolisian tidak main-main dalam mengungkap kasus ini. Ia menegaskan, kasus penyiraman air keras Novel Baswedan yang baru menemui titik terang setelah tiga tahun, tidak boleh terulang lagi.

Polisi perlu mengungkap aktor intelektual dan pendana dalam kasus ini agar publik mengetahui secara utuh. Sebab, dari temuan pola yang terjadi di lapangan, penyiraman tidak mungkin dilakukan oleh masyarakat sipil.

"Dan kami menduga pelakunya sangat-sangat sulit kita membayangkan dengan level terorganisir yang sedemikian rupa ini dilakukan oleh sipil. Jadi kami menduga ada aktor intelektual, juga ada pendananya," tandas Alghiffari.

Diketahui bersama, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh OTK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lacak Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi Bedah 86 CCTV dan 10 Ribu Menit Rekaman

Lacak Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi Bedah 86 CCTV dan 10 Ribu Menit Rekaman

News | Senin, 16 Maret 2026 | 17:30 WIB

Investigasi TAUD: Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Diduga Ikut Terkena Cipratan Air Keras

Investigasi TAUD: Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Diduga Ikut Terkena Cipratan Air Keras

News | Senin, 16 Maret 2026 | 17:18 WIB

TAUD Desak Polisi Lacak Pembuat Foto AI Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

TAUD Desak Polisi Lacak Pembuat Foto AI Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

News | Senin, 16 Maret 2026 | 17:09 WIB

Polisi Ungkap Rute Pelarian Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

Polisi Ungkap Rute Pelarian Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

News | Senin, 16 Maret 2026 | 17:04 WIB

Polisi Uji Helm dan Botol Air Keras di Kasus Andrie Yunus, Cari Sidik Jari Pelaku

Polisi Uji Helm dan Botol Air Keras di Kasus Andrie Yunus, Cari Sidik Jari Pelaku

News | Senin, 16 Maret 2026 | 16:39 WIB

Dari Munir hingga Andrie Yunus, Ini Deretan Teror terhadap Aktivis di Indonesia

Dari Munir hingga Andrie Yunus, Ini Deretan Teror terhadap Aktivis di Indonesia

News | Senin, 16 Maret 2026 | 16:35 WIB

Usut Teror Air Keras Andrie Yunus, TAUD Desak Presiden Prabowo Bentuk Tim Investigasi Independen

Usut Teror Air Keras Andrie Yunus, TAUD Desak Presiden Prabowo Bentuk Tim Investigasi Independen

News | Senin, 16 Maret 2026 | 16:24 WIB

Terkini

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:54 WIB

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:49 WIB

Menkes Budi dan Direksi BTN Jadi Guide Runner Pelari Disabilitas di 5K BTN JAKIM 2026

Menkes Budi dan Direksi BTN Jadi Guide Runner Pelari Disabilitas di 5K BTN JAKIM 2026

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:33 WIB

Lawatan Prabowo Jadi Sorotan: Investasi Asing Lesu, Beban Ekonomi Rakyat Malah Naik

Lawatan Prabowo Jadi Sorotan: Investasi Asing Lesu, Beban Ekonomi Rakyat Malah Naik

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:28 WIB

Jakarta Core: Ketika Anak Muda Belajar Jatuh Cinta pada Kotanya Sendiri

Jakarta Core: Ketika Anak Muda Belajar Jatuh Cinta pada Kotanya Sendiri

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:26 WIB

Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Empat Desa Laporkan Kerusakan Bangunan

Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Empat Desa Laporkan Kerusakan Bangunan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:11 WIB

Insiden Taichung Taiwan: 6 dari 7 PMI yang Diamankan Berstatus Pekerja Kaburan

Insiden Taichung Taiwan: 6 dari 7 PMI yang Diamankan Berstatus Pekerja Kaburan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:10 WIB

Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar

Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:00 WIB

Pigai Bantah MBG Langgar HAM, Sebut Komentar Komnas HAM Sangat Dangkal

Pigai Bantah MBG Langgar HAM, Sebut Komentar Komnas HAM Sangat Dangkal

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:59 WIB

Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso

Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:35 WIB