Kok Jadi Berantem? Trump Sebut Pemimpin Israel Lemah, Netanyahu Balas Begini

Galih Prasetyo

Senin, 16 Maret 2026 | 20:27 WIB
Kok Jadi Berantem? Trump Sebut Pemimpin Israel Lemah, Netanyahu Balas Begini
Ilustrasi Donald Trump-Benjamin Netanyahu [Suara.com]
  • Serangan militer gabungan AS-Israel ke Iran telah berlangsung dua pekan sejak 28 Februari 2026 tanpa tanda-tanda penyerahan Iran.
  • Presiden Trump mengkritik Presiden Israel Isaac Herzog sebagai lemah terkait isu permohonan grasi yang disebut menekan Netanyahu.
  • Mantan penasihat Nir Hefetz mengulas potensi politik Netanyahu di tengah tekanan hukum dan peran Yonatan Urich serta Naftali Bennett.

Suara.com - Serangan militer Amerika Serikat-Israel ke Iran telah memasuki pekan kedua. AS bersama Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

Sudah memasuki pekan kedua atau 17 hari setelah serangan pertama, tak ada tanda-tanda Iran kibarkan bendera putih alias menyerah.

Di tengah perang melawan Iran yang belum kunjung usai, presiden AS Donald Trump melontarkn kritik pedas kepada pemimpin Israel.

Trump dalam wawancara dengan media Israel, Channel 14 menyebut Presiden Israel, Isaac Herzog sebagai sosok lemah dan tidak berguna.

Kritik itu disampaikan Trump erkait isu permohonan grasi untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Trump menilai Herzog memanfaatkan isu grasi untuk menekan Netanyahu secara politik. “Dia menaruh isu grasi itu di atas kepala Bibi,” ujar Trump.

Menanggapi pernyataan Trump, Netanyahu menegaskan bahwa ia tidak meminta Presiden AS untuk membahas isu grasi.

“Itu urusan dia sendiri. Presiden AS berhak mengatakan apa yang ada di pikirannya,” kata Netanyahu.

Perdana Menteri Israel juga mendukung pandangan Trump bahwa ada elemen perburuan politik dalam kasus hukum yang menimpa dirinya.

Dua pemimpin yang jadi pelopor serangan brutal kepada Iran, Donald Trump dan Benjamin Netanyhau tengah dihadapkan masalah pelik di dalam negeri. [White House]
Dua pemimpin yang jadi pelopor serangan brutal kepada Iran, Donald Trump dan Benjamin Netanyhau tengah dihadapkan masalah pelik di dalam negeri. [White House]

Netanyahu menegaskan bahwa ia tidak bertanggung jawab atas kata-kata Trump.

“Herzog bebas memutuskan sendiri, dan yang benar adalah mengakhiri pengadilan ini,” tambahnya.

Kritik Trump ini memicu perhatian internasional, terutama di tengah operasi militer bersama Israel dan AS.

Hubungan antara Gedung Putih dan kepemimpinan Israel pun kembali menjadi sorotan media global.

Sementara itu, mantan penasihat Perdana Menteri Israel, Nir Hefetz, mengungkap kemungkinan skenario politik yang bisa menyelamatkan posisi Benjamin Netanyahu di tengah tekanan hukum dan situasi perang melawan Iran.

Dalam wawancara radio, Hefetz menyebut peluang Netanyahu kembali terpilih sebagai perdana menteri tidak besar, meski masih mungkin terjadi.

Dalam wawancara di radio 103FM, Hefetz menilai kembalinya Yonatan Urich ke kantor perdana menteri memang menguntungkan Netanyahu, tetapi tidak akan mengubah peta politik secara dramatis.

Yonatan Urich meruakan juru bicara utama Netanyahu dan partai Likud saat ini.

Urich dikenal sebagai ahli strategi digital yang mendirikan jaringan sosial untuk IDF dan pendamping Netanyahu dalam beberapa kampanye pemilu.

Ia menjelaskan, Urich lebih berperan sebagai pelaksana kampanye komunikasi, terutama di media digital.

Menurutnya, kemampuan utama Urich ada pada pengelolaan pesan politik dan operasi media sosial, termasuk kampanye negatif.

“Dia bukan orang yang memimpin strategi. Dia pelaksana. Strategi biasanya dipimpin oleh Netanyahu sendiri bersama penasihat lain,” ujarnya dilansir dari Maariv.

Hefetz juga menyebut nama mantan perdana menteri Naftali Bennett sebagai faktor yang bisa menentukan masa depan politik Netanyahu.

Hefetz menduga Bennett bisa saja memilih bergabung dengan Netanyahu dibanding membentuk pemerintahan yang bergantung pada partai-partai Arab.

Menurut Hefetz, ada kemungkinan tercipta kesepakatan politik tertentu untuk menjaga stabilitas pemerintahan.

“Saya bisa membayangkan skenario, Bennett masuk pemerintahan bersama Netanyahu, mungkin dengan rotasi, disertai kesepakatan politik tertentu. Pertanyaan besarnya adalah soal hukum dan isu wajib militer,” katanya.

Kontributor: M.Faqih

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hamas Kirim Pesan ke Mojtaba Khamenei, Serukan Kemenangan atas Musuh-musuh Islam

Hamas Kirim Pesan ke Mojtaba Khamenei, Serukan Kemenangan atas Musuh-musuh Islam

News | Senin, 16 Maret 2026 | 19:07 WIB

Masjid Al-Aqsa Ditutup 16 Hari Oleh Israel, Larangan Tarawih Pertama Sejak 1967 Guncang Yerusalem

Masjid Al-Aqsa Ditutup 16 Hari Oleh Israel, Larangan Tarawih Pertama Sejak 1967 Guncang Yerusalem

News | Senin, 16 Maret 2026 | 17:23 WIB

Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Saat Serangan Israel Terus Berlanjut: Kami Siap Membela Diri

Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Saat Serangan Israel Terus Berlanjut: Kami Siap Membela Diri

News | Senin, 16 Maret 2026 | 16:46 WIB

Eks Penasihat PM Israel Bongkar Skenario Partai Likud Selamatkan Benjamin Netanyahu

Eks Penasihat PM Israel Bongkar Skenario Partai Likud Selamatkan Benjamin Netanyahu

News | Senin, 16 Maret 2026 | 17:05 WIB

Identitas Barista Cantik di Video Netanyahu Terbongkar, Pihak Keluarga Ungkap Fakta Lain

Identitas Barista Cantik di Video Netanyahu Terbongkar, Pihak Keluarga Ungkap Fakta Lain

News | Senin, 16 Maret 2026 | 16:24 WIB

Terkini

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:28 WIB

BEM UBK Ultimatum Gibran 5x24 Jam: Penuhi Tuntutan atau Aksi Berjilid-jilid

BEM UBK Ultimatum Gibran 5x24 Jam: Penuhi Tuntutan atau Aksi Berjilid-jilid

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

BGN Mendadak Setop MBG Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur Bakal Diaudit

BGN Mendadak Setop MBG Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur Bakal Diaudit

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

Periksa Pejabat ESDM, KPK Usut Produksi Metrik Ton Batu Bara hingga Setoran PNBP dalam Kasus Kukar

Periksa Pejabat ESDM, KPK Usut Produksi Metrik Ton Batu Bara hingga Setoran PNBP dalam Kasus Kukar

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:08 WIB

Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG

Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:03 WIB

Tolak Kelola Dapur MBG Demi Etika, Wali Murid di Sleman Bongkar Sisi Buruk Makan Bergizi Gratis

Tolak Kelola Dapur MBG Demi Etika, Wali Murid di Sleman Bongkar Sisi Buruk Makan Bergizi Gratis

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:00 WIB

Suster Sesilia Turun ke Jalan, Biarawati Ini Pasang Badan Dukung Demo Mahasiswa di DPR RI

Suster Sesilia Turun ke Jalan, Biarawati Ini Pasang Badan Dukung Demo Mahasiswa di DPR RI

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:56 WIB

BGN Siapkan Efisiensi Besar-Besaran, 8 Juta Penerima MBG Terancam Dicoret

BGN Siapkan Efisiensi Besar-Besaran, 8 Juta Penerima MBG Terancam Dicoret

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:41 WIB

KPK Telusuri Aset Tersangka Korupsi Haji Rp622 Miliar, Pengelola Apartemen Ikut Diperiksa

KPK Telusuri Aset Tersangka Korupsi Haji Rp622 Miliar, Pengelola Apartemen Ikut Diperiksa

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:29 WIB

Mengapa Keterlibatan Komcad di Pengamanan Demo Mahasiswa Jadi Alarm Demokrasi?

Mengapa Keterlibatan Komcad di Pengamanan Demo Mahasiswa Jadi Alarm Demokrasi?

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:25 WIB