- Serangan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari berpotensi meningkatkan soliditas internal di Teheran.
- Tujuan strategis AS dan Israel berbeda: Trump ingin negosiasi, sedangkan Netanyahu ingin melemahkan atau memecah Iran.
- Situasi Iran pasca-kematian Khamenei diprediksi menyerupai Soviet setelah Stalin, dengan persaingan elite dan peran Garda Revolusi.
“Amerika ingin bernegosiasi dengan siapa pun yang mengendalikan Iran. Perang ini pada akhirnya akan berujung pada meja perundingan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa konflik saat ini lebih merupakan tekanan politik daripada upaya langsung menjatuhkan negara Iran.
Kontributor: Adam Ali