- Peneliti Senior LIPI, Mohamad Sobary, mengkritik dinamika politik Keluarga Solo sebagai perilaku menyimpang dari nilai budaya Jawa.
- Sobary menyoroti keengganan Jokowi menunjukkan ijazah asli di sidang karena mengabaikan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.
- Kritik juga diarahkan kepada Kaesang Pangarep atas kapasitas kepemimpinannya dan manuver politik dianggap mengkhianati PDIP.
Di akhir pernyataannya, Sobary menilai posisi Jokowi saat ini semakin tertekan oleh munculnya berbagai pihak yang mulai menuntut transparansi dan keadilan hukum.
Ia menyebut bahwa tantangan yang dihadapi tidak hanya datang dari satu kelompok, melainkan dari banyak tokoh dan pihak yang terus bersuara.
“Musuhnya bukan hanya itu. Masih ada banyak tokoh lain yang berderet. Situasinya semakin kompleks,” pungkasnya.
Reporter: Tsabita Aulia