Peneliti Ungkap Cara Sederhana Tekan Dampak Iklim Penerbangan, Bagaimana Solusinya?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 18 Maret 2026 | 15:30 WIB
Peneliti Ungkap Cara Sederhana Tekan Dampak Iklim Penerbangan, Bagaimana Solusinya?
Ilustrasi pesawat terbang.(Freepik.com/wirestock)
baca 10 detik
  • Studi Cambridge menyimpulkan perubahan kecil ketinggian pesawat dapat memangkas hampir setengah dampak pemanasan global penerbangan.
  • Contrails, jejak awan tipis pembentuk es, memerangkap panas atmosfer dan memiliki dampak non-CO2 signifikan terhadap pemanasan.
  • Solusi praktis ini berupa penyesuaian rute operasional yang dapat menghasilkan pengurangan suhu cepat dalam satu dekade.

Suara.com - Perubahan kecil dalam jalur terbang pesawat ternyata bisa memberi dampak besar bagi iklim. Sebuah studi terbaru menunjukkan, menghindari pembentukan jejak awan tipis di langit, yang dikenal sebagai contrails, dapat memangkas hampir setengah dampak pemanasan global dari sektor penerbangan.

Penelitian yang dipimpin tim dari University of Cambridge ini menemukan solusi yang relatif sederhana, yakni cukup mengubah ketinggian jelajah pesawat beberapa ribu kaki, baik naik maupun turun, untuk menghindari kondisi atmosfer yang memicu terbentuknya contrails. Demikian seperti dikutip dari Phys.org. 

“Sering kali sesederhana mengubah jalur terbang, atau bahkan hanya sedikit naik atau turun untuk menghindari area tempat contrails terbentuk,” kata penulis utama, Dr. Jessie Smith.

Ilustrasi pesawat, chemtrail di langit. (Envato)
Ilustrasi pesawat di langit. (Envato)

Kenapa contrails jadi masalah?

Contrails adalah garis putih tipis yang sering terlihat di belakang pesawat. Jejak ini terbentuk ketika gas panas dari mesin pesawat bertemu udara dingin dan lembap di ketinggian.

Uap air kemudian membeku menjadi kristal es dan bisa bertahan berjam-jam di atmosfer.

Masalahnya, awan tipis ini ikut menjebak panas di atmosfer. Meski kontribusi emisi karbon dioksida dari penerbangan sekitar 2–3 persen secara global, dampak totalnya lebih besar karena efek non-CO seperti contrails.

Dalam simulasi yang dilakukan peneliti, penerapan strategi ini secara bertahap pada 2035–2045 bisa membantu “menghemat” sekitar 9 persen dari batas kenaikan suhu global yang ditetapkan dalam Paris Agreement, yaitu 2°C.

Sebaliknya, jika tidak ada tindakan, contrails diperkirakan menambah pemanasan hingga 0,054°C pada 2050—sekitar 36% lebih tinggi dibanding dampak emisi CO penerbangan dalam periode yang sama.

baca juga

“Yang mengejutkan, pengurangan suhu bisa terjadi cukup cepat,” ujar Smith.

“Dalam satu dekade, kita bisa memangkas porsi besar dampak pemanasan dari penerbangan. Ini tidak biasa dalam sains iklim, yang biasanya butuh waktu lama.”

Solusi praktis, tanpa teknologi baru

Kabar baiknya, solusi ini tidak memerlukan teknologi baru. Maskapai hanya perlu menyesuaikan rute dan ketinggian secara dinamis berdasarkan kondisi cuaca—praktik yang sebenarnya sudah dilakukan untuk menghindari turbulensi.

“Ini perubahan operasional, bukan teknologi,” jelas Smith. “Pesawat tidak perlu dimodifikasi. Sistemnya sudah ada, pilot juga sudah terbiasa melakukan manuver seperti ini.”

Meski ada potensi peningkatan konsumsi bahan bakar, peneliti menilai dampak tambahan emisi tersebut masih lebih kecil dibanding manfaat pengurangan pemanasan dari berkurangnya contrails.

Meski menjanjikan, penerapan skala besar tetap butuh koordinasi lintas pihak—mulai dari pilot, pengatur lalu lintas udara, hingga pembuat kebijakan. Selain itu, akurasi prediksi kondisi atmosfer juga perlu ditingkatkan.

Namun, peneliti menekankan bahwa menunggu sistem yang sempurna justru bisa memperlambat dampak positif.

“Bahkan jika efektivitasnya baru 25%, tetap ada manfaat nyata bagi iklim,” kata Smith. “Yang paling penting adalah mulai lebih cepat, bukan menunggu semuanya sempurna.”

Studi ini menunjukkan bahwa di tengah tantangan besar krisis iklim, solusi tidak selalu harus rumit. Dalam kasus ini, perubahan kecil di langit bisa menjadi langkah cepat dan terjangkau untuk menekan laju pemanasan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisakah Ekonomi Tumbuh Memperparah Krisis Iklim? Studi Terbaru Ungkap Jawabannya

Bisakah Ekonomi Tumbuh Memperparah Krisis Iklim? Studi Terbaru Ungkap Jawabannya

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:45 WIB

Ada Biaya Siluman Saat Pembelian Tiket Pesawat Online, Kemenhub Jewer OTA

Ada Biaya Siluman Saat Pembelian Tiket Pesawat Online, Kemenhub Jewer OTA

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:06 WIB

Sudah Dipastikan Hoaks, Tiket Pesawat Garuda Rp200 Juta Jadi Guyonan: Ini Mau ke Bulan?

Sudah Dipastikan Hoaks, Tiket Pesawat Garuda Rp200 Juta Jadi Guyonan: Ini Mau ke Bulan?

Entertainment | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:20 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×