Stasiun Gambir Padat Jelang Lebaran, Pendapatan Porter Tembus Rp 400 Ribu per Hari

Vania Rossa | Adiyoga Priyambodo | Suara.com

Rabu, 18 Maret 2026 | 15:47 WIB
Stasiun Gambir Padat Jelang Lebaran, Pendapatan Porter Tembus Rp 400 Ribu per Hari
Porter di Stasiun Gambir. (Suara.com/Adiyoga)
  • Volume penumpang Stasiun Gambir melonjak signifikan menjelang Idulfitri 2026, mencapai puncak pada Rabu (18/3/2026).
  • Peningkatan arus mudik berdampak positif signifikan pada peningkatan pendapatan harian para porter di stasiun tersebut.
  • Para porter bekerja dalam sistem shift 24 jam dan dituntut menjaga keramahan meskipun beban kerja fisik berat.

Suara.com - Volume penumpang di Stasiun Gambir mulai mengalami eskalasi yang sangat signifikan menjelang hari raya Idulfitri tahun 2026 ini.

Kepadatan arus keberangkatan masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman terpantau sudah mulai terjadi sejak beberapa hari yang lalu.

Kepala Porter Stasiun Gambir, Achmad, mengonfirmasi bahwa hari Rabu (18/3/2026) ini merupakan titik kulminasi atau puncak dari arus mudik di stasiun.

"Puncaknya itu kemarin dari Humas KAI, penumpang yang hari Sabtu itu sekitar 18 ribu sekian. Hari ini juga 18 ribu sekian, khusus yang di Gambir," papar Achmad.

Lonjakan jumlah penumpang ini membawa implikasi positif terhadap kondisi finansial para porter yang bertugas di area stasiun.

Pendapatan harian para pejuang nafkah ini mengalami peningkatan pesat jika dibandingkan dengan hari-hari operasional biasa di luar musim mudik.

Jika biasanya mereka membawa pulang uang dalam jumlah standar, kini kantong mereka jauh lebih tebal berkat antusiasme para pemudik.

"Kalau peningkatan sih, alhamdulillah ya, yang biasanya mungkin kami dapat satu giliran, satu giliran kan hitungannya berarti dua hari kerja, kalau satu giliran biasa dapat bersihnya Rp200 ribu, ini mungkin bisa nyampai Rp300 sampai Rp400 ribu," ungkap Achmad penuh syukur.

Meski pendapatan meningkat, beban kerja yang harus dipikul para porter pun menjadi jauh lebih berat secara fisik.

Mereka harus bersiap melayani gelombang penumpang dengan durasi jam kerja yang sangat panjang tanpa henti.

"Kami shift-nya itu 24 jam kerja, dari jam 8 pagi sampai besok pagi jam 8 pagi. Itu 120 orang," kata Achmad menjelaskan pola kerja mereka.

Ketahanan mental juga menjadi faktor krusial karena mereka dituntut untuk selalu ramah terlepas dari masalah pribadi yang dialami.

"Ya sebisa mungkin kami harus bisa melayani lah, walaupun kadang kan nggak tahu ya, bebannya di rumah seperti apa. Tapi kami harus tetap tersenyum di depan penumpang," pungkas Achmad.

Bagi Achmad dan rekan-rekannya, momen mudik adalah waktu untuk mendedikasikan tenaga demi kelancaran perjalanan orang lain meski mereka sendiri harus menunda kerinduan pada keluarga.

Termasuk untuk Achmad sendiri, yang di mudik tahun ini harus bertugas dan tidak kembali ke kampung halamannya di Blora, Jawa Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Proyeksi Pemudik EV Melonjak, Dirut PLN Cek Kesiapan Layanan SPKLU Trans Jawa

Proyeksi Pemudik EV Melonjak, Dirut PLN Cek Kesiapan Layanan SPKLU Trans Jawa

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:09 WIB

Hipertensi Dominasi Keluhan Pemudik di Stasiun Gambir, Kemenkes Siagakan Layanan Kesehatan Gratis

Hipertensi Dominasi Keluhan Pemudik di Stasiun Gambir, Kemenkes Siagakan Layanan Kesehatan Gratis

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:15 WIB

Cuaca Panas Ekstrem Ancam Pemudik, Wamenkes Ingatkan Cukup Minum Selama Perjalanan

Cuaca Panas Ekstrem Ancam Pemudik, Wamenkes Ingatkan Cukup Minum Selama Perjalanan

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:03 WIB

Terkini

Pembunuhan Ali Larijani Tak Goyakan Iran, Menlu Abbas Araghchi: Mati Satu Tumbuh Seribu

Pembunuhan Ali Larijani Tak Goyakan Iran, Menlu Abbas Araghchi: Mati Satu Tumbuh Seribu

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:46 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Kini Ditahan di Pomdam Jaya

4 Prajurit TNI Jadi Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Kini Ditahan di Pomdam Jaya

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:41 WIB

Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!

Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:35 WIB

Jelang Lebaran, KPK Beri Peringatan: Tradisi Saling memberi Tak Boleh Jadi Gratifikasi

Jelang Lebaran, KPK Beri Peringatan: Tradisi Saling memberi Tak Boleh Jadi Gratifikasi

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:31 WIB

Peneliti Ungkap Cara Sederhana Tekan Dampak Iklim Penerbangan, Bagaimana Solusinya?

Peneliti Ungkap Cara Sederhana Tekan Dampak Iklim Penerbangan, Bagaimana Solusinya?

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:30 WIB

AS Klaim Hantam Situs Rudal Bawah Tanah Iran Dekat Selat Hormuz dengan Bom 2.268 Kg

AS Klaim Hantam Situs Rudal Bawah Tanah Iran Dekat Selat Hormuz dengan Bom 2.268 Kg

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:27 WIB

Cerita Perempuan Mudik Sendiri di Tengah Padatnya Terminal Pulo Gebang, Aman atau Rawan?

Cerita Perempuan Mudik Sendiri di Tengah Padatnya Terminal Pulo Gebang, Aman atau Rawan?

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:15 WIB

Perang Iran vs AS-Israel Picu Krisis Energi, PBB: Saatnya Beralih ke Energi Terbarukan

Perang Iran vs AS-Israel Picu Krisis Energi, PBB: Saatnya Beralih ke Energi Terbarukan

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:14 WIB

Peneliti LIPI Sebut Dinamika Politik 'Keluarga Solo' sebagai Perilaku Menyimpang

Peneliti LIPI Sebut Dinamika Politik 'Keluarga Solo' sebagai Perilaku Menyimpang

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:01 WIB