- Angkatan Laut IRGC menetapkan aturan baru pengelolaan Teluk Persia berdasarkan perintah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
- Iran akan memanfaatkan kontrol 2.000 kilometer garis pantai untuk memperkuat keamanan serta sebagai tekanan strategis melalui Selat Hormuz.
- Amerika Serikat melalui CENTCOM tetap memberlakukan blokade laut tanpa batas waktu guna menekan Iran di kawasan tersebut.
Suara.com - Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC Navy) menyatakan aturan baru pengelolaan Teluk Persia disusuh berdasarkan arahan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Pernyataan tersebut disampaikan IRGC di tengah meningkatnya ketegangan kawasan menyusul konflik terbuka antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
“Persamaan dan aturan baru pengelolaan Teluk Persia telah dirumuskan dan akan diterapkan berdasarkan perintah Pemimpin Revolusi Islam,” demikian pernyataan resmi IRGC Navy seperti dilansir dari Tasnim News.
IRGC menyebut pihaknya menguasai hampir 2.000 kilometer garis pantai Iran di sepanjang Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Dengan kontrol tersebut, Iran mengklaim siap menjadikan kawasan itu sebagai sumber kekuatan nasional sekaligus penopang keamanan regional.
![Tentara penjaga perbatasan Iran berpatroli. [AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/05/07/42104-tentara-iran.jpg)
“Angkatan Laut IRGC akan menjadikan perairan ini sebagai sumber penghidupan dan kekuatan bagi rakyat Iran serta sumber keamanan dan kemakmuran bagi kawasan,” lanjut pernyataan itu.
Sementara itu, dalam pidato pertamanya setelah terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi, Mojtaba Khamenei menegaskan Iran akan terus mempertahankan opsi menutup Selat Hormuz sebagai alat tekanan strategis terhadap musuh.
“Apa yang diinginkan rakyat Iran adalah pertahanan efektif yang membuat musuh menyesal. Leverage penutupan Selat Hormuz harus terus dipertahankan,” kata Khamenei pada 12 Maret lalu.
Ia juga menyebut Iran telah mengkaji pembukaan front-front baru dalam konflik apabila perang terus berlanjut.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut angkatan laut negaranya seperti bajak laut saat menggambarkan operasi penyitaan kapal dalam blokade Amerika terhadap Iran.
“Kami naik ke atas kapal, mengambil alih kapalnya, mengambil kargonya, mengambil minyaknya. Ini bisnis yang sangat menguntungkan,” kata Trump dikutip dari The Guardian.
“Kami seperti bajak laut. Kurang lebih seperti bajak laut. Tapi kami tidak main-main.”
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan hingga Jumat telah mengalihkan 45 kapal guna memastikan kepatuhan terhadap blokade yang diberlakukan Washington.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan blokade akan berlangsung tanpa batas waktu.