- Open house Idulfitri 1447 H di Istana Kepresidenan Jakarta pada Sabtu (21/3/2026) dihadiri ribuan warga.
- Fahmi, pengemudi ojol, pertama kali masuk Istana dan baru merasakan kebijakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR).
- Suhendar dan rekan disabilitas tunanetra berharap Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian lebih pada fasilitas dan ekonomi mereka.
Suara.com - Suasana hangat dan inklusif mewarnai acara open house Idulfitri 1447 Hijriah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Di antara ribuan warga yang hadir, terselip cerita menyentuh dari para rakyat kecil yang akhirnya bisa menginjakkan kaki di pusat kekuasaan negara demi bersilaturahmi dengan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satunya adalah Fahmi Fachlevy, seorang pengemudi ojek online (ojol) Maxim.
Fahmi tidak datang sendiri, ia memboyong rombongan sebanyak 30 orang sesama rekan profesinya dari Jakarta hingga Bekasi.
Fahmi mengaku sudah mengantre sejak pukul 13.30 WIB demi bisa masuk ke area Istana. Baginya, momen ini sangat emosional karena merupakan pengalaman pertamanya seumur hidup masuk ke dalam gedung bersejarah tersebut.
"Saya orang Jakarta asli ya. Baru kali ini saya bisa masuk ke dalam istana. Saya sangat-sangat bersyukur bisa diundang untuk mewakili para driver-driver Maxim," ujar Fahmi saat ditemui di sela-sela menyicipi hidangan yang disajikan di acara open house.
Sambil menikmati hidangan lontong sayur yang disediakan pihak Istana, Fahmi menceritakan secercah kebahagiaan Lebaran tahun ini.
Setelah 9 tahun menjadi driver, ia mengaku baru kali ini merasakan kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR).
"Baru tahun ini dapat (THR). Saya jadi driver Maxim sudah 9 tahun. Saya dapat merasakan, dari satu THR saya dapat satu juta," ungkapnya.
Ia pun berharap agar nasib para mitra pengemudi ojol ke depannya semakin diperhatikan.
Cerita lain datang dari Suhendar, seorang penyandang disabilitas tunanetra asal Cianjur yang kini menetap di Bogor. Bersama sepuluh rekan tunanetra lainnya, ia menempuh perjalanan cukup jauh menggunakan kereta (KRL) yang dilanjutkan dengan menumpang bajaj demi mencapai Istana Kepresidenan.
Meski ini merupakan kunjungan keduanya ke Istana, Suhendar tetap menyimpan harapan besar untuk bisa menyapa langsung Presiden Prabowo Subianto.
Baginya, momen ini adalah kesempatan untuk menyampaikan aspirasi kaum disabilitas.
"Disampaikan untuk ke depannya ya, kalau bisa lebih ini lagi daripada sekarang-sekarang ini, khusus kaum disabilitas netra," kata Suhendar.
Sehari-hari, Suhendar bekerja membuka jasa pijat. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih nyata, mulai dari fasilitas tempat tinggal yang layak hingga pemberdayaan ekonomi yang tidak tumpang tindih dengan warga non-disabilitas.