Perang Iran Picu Krisis Energi Global, Bisakah Energi Terbarukan Jadi Jalan Keluar?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 23 Maret 2026 | 10:44 WIB
Perang Iran Picu Krisis Energi Global, Bisakah Energi Terbarukan Jadi Jalan Keluar?
Ilustrasi Selat Hormuz.
baca 10 detik
  • Lonjakan konflik di Selat Hormuz mengganggu distribusi energi global, mengakibatkan harga minyak dan gas melonjak tajam.
  • Krisis ini memperkuat seruan untuk transisi energi bersih, meskipun para ahli menilai penggantian fosil membutuhkan waktu.
  • Negara dengan diversifikasi energi dan adopsi kendaraan listrik lebih tinggi menunjukkan ketahanan lebih baik terhadap guncangan pasokan.

Suara.com - Lonjakan konflik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz, jalur sempit yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, telah mengganggu distribusi energi secara signifikan.

Sejumlah kapal dilaporkan terblokir, bahkan terbakar, sehingga jalur vital tersebut praktis lumpuh.

Dampaknya langsung terasa. Harga minyak dan gas melonjak tajam, memicu kekhawatiran terhadap inflasi global dan perlambatan ekonomi.

Seperti dikutip dari The Independent, Senin (23/3/2026), Badan Energi Internasional (IEA) bahkan menyebut situasi ini sebagai “gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.”

Seiring krisis yang belum menunjukkan tanda mereda, seruan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil pun semakin menguat.

Ilustrasi BBM (Pixabay)
Ilustrasi BBM (Pixabay)

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menegaskan bahwa energi bersih menjadi jalan keluar jangka panjang.

“Sumber energi di era energi bersih tidak bisa diblokade atau dijadikan senjata,” ujarnya.

Uni Eropa merespons dengan mengumumkan rencana investasi energi bersih senilai €75 miliar. Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut krisis ini sebagai pelajaran penting tentang perlunya kemandirian energi.

Namun, di balik optimisme tersebut, para ahli mengingatkan bahwa transisi energi bukan solusi instan.

baca juga

Chris Wright, analis utama di Carbon Bridge, menilai bahwa energi terbarukan memang berkembang pesat, tetapi belum mampu sepenuhnya menggantikan peran bahan bakar fosil dalam waktu dekat.

“Pemanfaatan energi terbarukan untuk listrik adalah langkah awal yang penting, tetapi menggantikan bahan bakar fosil di seluruh sektor ekonomi belum realistis dalam jangka menengah,” ujarnya.

Saat ini, energi terbarukan memang telah menyumbang sekitar sepertiga produksi listrik global. Biaya energi surya bahkan turun lebih dari 90 persen sejak 2010. Meski demikian, sektor lain seperti transportasi, industri, dan pertanian masih sangat bergantung pada minyak dan gas.

Gas masih menjadi tulang punggung industri, sementara minyak tetap dominan dalam transportasi, termasuk pengiriman barang, pelayaran, dan penerbangan.

Direktur Program Timur Tengah di Defence Priorities, Rosemary Kelanic, menyebut bahwa tantangan terbesar ada di sektor transportasi.

“Selama puluhan tahun, minyak tidak punya pengganti nyata di sektor ini. Kehadiran kendaraan listrik memang mengubah situasi, tetapi adopsinya belum cukup cepat,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rudal Kiamat Iran Punya Jarak Tempuh 'Aceh-Papua' Bikin Ketar-ketir AS dan Inggris

Rudal Kiamat Iran Punya Jarak Tempuh 'Aceh-Papua' Bikin Ketar-ketir AS dan Inggris

News | Senin, 23 Maret 2026 | 10:27 WIB

Kesulitan Lacak Keberadaan Mojtaba Khamenei, Intelijen AS dan Israel Dibuat Bingung

Kesulitan Lacak Keberadaan Mojtaba Khamenei, Intelijen AS dan Israel Dibuat Bingung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 10:15 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:16 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×