Perang Iran Picu Krisis Energi Global, Bisakah Energi Terbarukan Jadi Jalan Keluar?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 23 Maret 2026 | 10:44 WIB
Perang Iran Picu Krisis Energi Global, Bisakah Energi Terbarukan Jadi Jalan Keluar?
Ilustrasi Selat Hormuz.
baca 10 detik
  • Lonjakan konflik di Selat Hormuz mengganggu distribusi energi global, mengakibatkan harga minyak dan gas melonjak tajam.
  • Krisis ini memperkuat seruan untuk transisi energi bersih, meskipun para ahli menilai penggantian fosil membutuhkan waktu.
  • Negara dengan diversifikasi energi dan adopsi kendaraan listrik lebih tinggi menunjukkan ketahanan lebih baik terhadap guncangan pasokan.

Kendaraan listrik dinilai sebagai harapan jangka menengah, namun keterbatasan infrastruktur dan harga masih menjadi hambatan di banyak negara.

Di sisi lain, sektor seperti penerbangan dan pelayaran masih belum memiliki alternatif yang siap digunakan secara luas. Tara Narayanan dari BloombergNEF menegaskan bahwa elektrifikasi bukan solusi untuk semua sektor.

“Tidak ada pengganti yang mudah untuk penggunaan minyak saat ini. Kendaraan listrik dan biofuel adalah solusi jangka menengah, bukan jawaban cepat di tengah krisis,” ujarnya.

Krisis ini juga memperlihatkan dampak nyata di negara-negara berkembang, khususnya di Asia yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah. Kekurangan LPG di India, misalnya, menyebabkan ribuan restoran tutup. Sementara di Bangladesh dan Pakistan, pembatasan bahan bakar memaksa penutupan sekolah dan kantor, bahkan memicu konflik sosial.

Meski begitu, sejumlah solusi mulai terlihat. Purva Jain dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis menyebut bahwa alternatif seperti kompor induksi sebenarnya sudah lebih murah dibandingkan LPG.

“Opsi itu ada. Mungkin yang dibutuhkan adalah percepatan implementasi,” katanya.

Di tengah situasi ini, negara dengan diversifikasi energi yang lebih baik terlihat lebih tahan. China, misalnya, dinilai lebih siap menghadapi guncangan karena kombinasi cadangan strategis dan percepatan adopsi kendaraan listrik.

Lebih dari separuh mobil baru yang terjual di negara tersebut pada tahun lalu adalah kendaraan listrik.

Meski demikian, transisi energi juga bukan tanpa risiko. Peter Osbaldstone dari Wood Mackenzie mengingatkan bahwa peralihan ke energi bersih tidak otomatis membuat sistem energi lebih tahan terhadap krisis.

baca juga

“Kita mungkin hanya menukar satu kerentanan dengan yang lain,” ujarnya.

“Namun semakin kecil ketergantungan pada minyak dan gas, semakin besar pula perlindungan dari guncangan global.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rudal Kiamat Iran Punya Jarak Tempuh 'Aceh-Papua' Bikin Ketar-ketir AS dan Inggris

Rudal Kiamat Iran Punya Jarak Tempuh 'Aceh-Papua' Bikin Ketar-ketir AS dan Inggris

News | Senin, 23 Maret 2026 | 10:27 WIB

Kesulitan Lacak Keberadaan Mojtaba Khamenei, Intelijen AS dan Israel Dibuat Bingung

Kesulitan Lacak Keberadaan Mojtaba Khamenei, Intelijen AS dan Israel Dibuat Bingung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 10:15 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:16 WIB

Terkini

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 21:52 WIB

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

News | Senin, 21 September 2026 | 21:41 WIB

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:36 WIB

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:35 WIB

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Sport | Senin, 21 September 2026 | 21:24 WIB

Kondisi Doddy Katamsi Memprihatinkan Akibat Penyakit Jantung, Keluarga Meminta Doa

Kondisi Doddy Katamsi Memprihatinkan Akibat Penyakit Jantung, Keluarga Meminta Doa

Entertainment | Senin, 21 September 2026 | 21:21 WIB

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

News | Senin, 21 September 2026 | 21:13 WIB

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 21:03 WIB

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 21:02 WIB

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Video | Senin, 21 September 2026 | 21:00 WIB

×