Isi Curhat Benjamin Netanyahu Kena Mental Diserang Drone Iran

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 23 Maret 2026 | 11:00 WIB
Isi Curhat Benjamin Netanyahu Kena Mental Diserang Drone Iran
Benjamin Netanyahu (ig Benjamin Netanyahu)
  • Rudal Iran menghantam Arad dan Dimona menyebabkan seratusan warga Israel terluka parah.

  • PM Netanyahu bersumpah membalas serangan Iran dan menyebut situasi ini masa sulit Israel.

  • Sistem pertahanan Israel gagal mencegat rudal balistik Iran yang menyasar fasilitas nuklir strategis.

Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah proyektil dari Teheran Iran menghujam wilayah selatan Israel.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memberikan pernyataan resmi terkait situasi genting yang terjadi pada Sabtu malam tersebut.

Pemimpin Israel tersebut menggambarkan kondisi terkini sebagai fase krusial bagi kelangsungan hidup negaranya di masa depan.

Hantaman rudal ini merusak sejumlah infrastruktur vital dan mencederai ratusan warga sipil di pemukiman padat penduduk.

Netanyahu memastikan bahwa pemerintah pusat akan segera turun tangan memberikan bantuan darurat bagi para korban.

"Ini adalah malam yang sangat sulit," kata Netanyahu dalam unggahan akun X @netanyahu, Minggu (22/3).

Perdana Menteri secara eksplisit memerintahkan seluruh jajaran kementerian untuk bergerak cepat melakukan mobilisasi pertolongan.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim penyelamat yang bekerja tanpa henti di lokasi ledakan yang berbahaya.

Instruksi khusus diberikan kepada masyarakat sipil agar tetap mengikuti arahan keamanan dari otoritas militer setempat.

Negara menegaskan tidak akan mundur sedikitpun dalam menghadapi ancaman bersenjata dari pihak lawan mana pun.

"Saya menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi instruksi Komando Front Dalam Negeri. Kami bertekad untuk terus menyerang musuh-musuh kami di semua garda," ujarnya.

Laporan medis terkini menyebutkan bahwa jumlah korban luka-luka telah melampaui angka seratus orang di berbagai titik.

Ketakutan akan pecahnya perang terbuka secara luas kini menyelimuti kawasan di sekitar pusat riset nuklir sensitif.

Kota Arad dan Dimona menjadi target utama serangan udara Iran yang membawa hulu ledak berkekuatan besar.

Api terpantau membumbung tinggi dari bangunan yang terkena hantaman langsung di tengah kota yang padat.

Petugas medis melaporkan setidaknya 88 warga di Arad membutuhkan perawatan intensif akibat luka ledakan yang serius.

Pusat kota Arad mengalami kehancuran fasad bangunan yang cukup parah akibat guncangan dari proyektil balistik tersebut.

Sementara itu, di wilayah Dimona, tercatat 39 orang terluka dengan kondisi yang sangat memprihatinkan bagi beberapa korban.

Seorang anak berusia sepuluh tahun dilaporkan dalam keadaan kritis setelah terkena pecahan tajam dari material bangunan.

Beberapa hunian warga di Dimona rata dengan tanah dan meninggalkan kawah besar di titik jatuh rudal.

Sistem pertahanan udara yang biasanya diandalkan ternyata tidak mampu menghentikan laju proyektil Iran dalam insiden ini.

Laporan dari AFP menyebutkan bahwa rudal pencegat sempat dilepaskan namun tidak berhasil mengenai sasaran di udara.

Dampaknya, hulu ledak seberat ratusan kilogram menghantam tanah dan menciptakan kerusakan yang sangat luar biasa luasnya.

Militer Israel saat ini tengah melakukan investigasi mendalam untuk memahami penyebab kegagalan teknis pada sistem mereka.

Analisis lapangan menunjukkan tiga struktur bangunan utama di Arad mengalami kebakaran hebat dan kerusakan struktural.

Di Dimona, dampak ledakan terlihat dari jendela-jendela gedung yang hancur total dalam radius yang cukup jauh.

Lokasi serangan di Dimona sangat krusial karena merupakan titik lokasi fasilitas nuklir utama milik pemerintah Israel.

Iran sendiri secara terang-terangan mengakui bahwa operasi militer ini adalah tindakan balasan atas sabotase di Natanz.

Televisi pemerintah Iran menyiarkan bahwa serangan ini menyasar aset strategis sebagai respon atas serangan sebelumnya.

Gelombang serangan udara ini merupakan bagian dari rangkaian konflik yang meningkat sejak akhir Februari yang lalu.

Israel terus bersiaga penuh mengantisipasi kemungkinan adanya serangan susulan dari arah perbatasan utara maupun timur.

Situasi kemanusiaan di wilayah selatan Israel kini menjadi perhatian dunia internasional karena jumlah korban yang besar.

Pemerintah Israel menegaskan bahwa setiap agresi akan dijawab dengan kekuatan militer yang setimpal dalam waktu dekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Habis Lebaran, Israel Makin Biadab Berbuat Hal Keji Begini ke Rakyat Palestina

Habis Lebaran, Israel Makin Biadab Berbuat Hal Keji Begini ke Rakyat Palestina

News | Senin, 23 Maret 2026 | 09:44 WIB

Benjamin Netanyahu Mulai Kalang Kabut Hadapi Iran Sampai Lakukan Hal Memalukan Ini

Benjamin Netanyahu Mulai Kalang Kabut Hadapi Iran Sampai Lakukan Hal Memalukan Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 09:30 WIB

Kesulitan Lacak Keberadaan Mojtaba Khamenei, Intelijen AS dan Israel Dibuat Bingung

Kesulitan Lacak Keberadaan Mojtaba Khamenei, Intelijen AS dan Israel Dibuat Bingung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 10:15 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB