Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 24 Maret 2026 | 06:48 WIB
Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat
Perang AS - Iran (BBC)
baca 10 detik
  • Iran membantah keras klaim Donald Trump mengenai dialog damai produktif antara kedua negara.

  • Trump menunda serangan infrastruktur energi Iran selama lima hari demi kelanjutan proses negosiasi.

  • Konflik regional telah menewaskan ribuan orang termasuk pemimpin tertinggi Iran di akhir Februari.

Suara.com - Pemerintah Iran secara resmi menepis kabar mengenai adanya komunikasi diplomatik dengan pihak Amerika Serikat di tengah perang.

Langkah ini diambil guna merespons pernyataan sepihak yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Trump sebelumnya mengklaim telah terjalin interaksi yang membuahkan hasil positif antara kedua negara tersebut.

Namun, media lokal Mehr melaporkan bahwa otoritas Iran menegaskan tidak ada dialog yang berlangsung.

Ketidaksepakatan informasi ini memicu tanda tanya besar di tengah situasi geopolitik yang sedang bergejolak.

Sumber internal Iran menilai narasi yang dibangun Trump hanyalah sebuah manuver politik tertentu.

Pernyataan tersebut dianggap sebagai strategi untuk memanipulasi fluktuasi harga energi di pasar internasional.

Selain itu, Teheran menduga Washington sedang berusaha mendapatkan ruang untuk mematangkan strategi militer mereka.

Meski demikian, pihak Iran tidak menutup mata terhadap bantuan dari negara-negara di kawasan.

baca juga

Berbagai inisiatif dari negara tetangga memang muncul untuk mencoba mendinginkan suhu politik yang panas.

Iran menegaskan posisi mereka sebagai pihak yang tidak memicu awal mula terjadinya konflik.

"Kami bukanlah pihak yang memulai perang ini, dan semua tuntutan tersebut harus diarahkan ke Washington," tambah sumber tersebut.

Pihak Iran merasa bahwa tekanan internasional seharusnya diberikan kepada Amerika Serikat sebagai aktor utama.

Di sisi lain, Trump menyatakan telah mengambil kebijakan untuk menangguhkan operasi militer tertentu.

Penundaan serangan terhadap fasilitas energi Iran direncanakan akan berlaku selama lima hari ke depan.

Presiden AS tersebut mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam komunikasi yang dilakukan selama 48 jam.

"Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah," kata Trump di platform media sosialnya, Truth Social.

Keyakinan Trump didasarkan pada kualitas materi diskusi yang diklaimnya berlangsung secara mendalam dan konstruktif.

Trump menambahkan bahwa berdasarkan "nada dan isi percakapan mendalam, terperinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu," dia telah menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.

Instruksi ini disebutnya sangat bergantung pada hasil dari pertemuan-pertemuan yang sedang diupayakan selanjutnya.

Situasi di kawasan Timur Tengah sendiri terus memburuk sejak akhir Februari tahun 2026.

Serangan terkoordinasi antara AS dan Israel telah memicu gelombang kekerasan yang cukup besar.

Tercatat lebih dari 1.340 individu kehilangan nyawa akibat operasi militer gabungan yang dilancarkan tersebut.

Salah satu korban yang dikonfirmasi dalam serangan itu adalah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Kematian tokoh penting ini semakin memicu kemarahan dan aksi balasan dari pihak Teheran.

Teheran merespons agresi tersebut dengan meluncurkan berbagai teknologi persenjataan udara ke beberapa negara.

Drone dan rudal diarahkan ke wilayah Israel serta negara-negara tetangga seperti Irak dan Yordania.

Negara-negara Teluk yang menjadi markas aset militer Amerika Serikat juga tidak luput dari sasaran.

Aksi saling balas ini mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur vital di berbagai titik strategis.

Selain kerugian fisik, dampak ekonomi juga dirasakan melalui gangguan jadwal penerbangan dan stabilitas pasar.

Kesenjangan informasi antara klaim produktif Trump dan bantahan keras Iran menciptakan ketidakpastian global.

Dunia internasional kini menanti apakah gencatan senjata sementara ini akan benar-benar terwujud nyata.

Tanpa adanya pengakuan dari kedua belah pihak, risiko bentrokan fisik tetap berada di level tinggi.

Pasar energi masih diprediksi akan mengalami volatilitas tinggi seiring dengan ketidakjelasan dialog damai ini.

Hingga saat ini, Washington dan Teheran masih berada pada posisi yang saling bertolak belakang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:36 WIB

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB

Terkini

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan

Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan

Banten | Jum'at, 06 November 2026 | 20:57 WIB

Diskon 11.11 Bertebaran, Jangan Asal Checkout! Ini 5 Cara Belanja Tetap Hemat

Diskon 11.11 Bertebaran, Jangan Asal Checkout! Ini 5 Cara Belanja Tetap Hemat

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 20:53 WIB

Tampil Dominan, Soft Tenis Kabupaten Bogor Segel Gelar Juara Umum Porprov Jabar 2026

Tampil Dominan, Soft Tenis Kabupaten Bogor Segel Gelar Juara Umum Porprov Jabar 2026

Bogor | Jum'at, 06 November 2026 | 20:50 WIB

Persebaya Lagi Goyah, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Persija Jangan Jemawa

Persebaya Lagi Goyah, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Persija Jangan Jemawa

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 20:50 WIB

Review realme C01: HP Rp2 Jutaan dengan Baterai 6.500 mAh, Kuat Diajak Keliling Jogja

Review realme C01: HP Rp2 Jutaan dengan Baterai 6.500 mAh, Kuat Diajak Keliling Jogja

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 20:49 WIB

Bukan Baru-baru Ini, KPK Ungkap Penyitaan Rp2 Miliar dari Dirut KAI Dilakukan Agustus 2025

Bukan Baru-baru Ini, KPK Ungkap Penyitaan Rp2 Miliar dari Dirut KAI Dilakukan Agustus 2025

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:46 WIB

Review Merry Berry Love: Kisah Cinta Desainer Korea dan Petani Stroberi

Review Merry Berry Love: Kisah Cinta Desainer Korea dan Petani Stroberi

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 20:45 WIB

Viral Video Diduga JPU Jingkrak Kegirangan dan Selfie dengan Jokowi, dr Tifa: Termul

Viral Video Diduga JPU Jingkrak Kegirangan dan Selfie dengan Jokowi, dr Tifa: Termul

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:44 WIB

×