- Iran menuduh militer Amerika Serikat menyerang dua kapal tanker minyak dan wilayah sipil pada Kamis malam lalu.
- Pasukan Garda Revolusi Iran melancarkan serangan balasan yang diklaim menyebabkan kerusakan besar pada armada militer Amerika Serikat.
- Bentrokan ini memperburuk situasi keamanan di Selat Hormuz sebagai jalur distribusi minyak utama bagi perdagangan dunia internasional.
Suara.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata dalam bentrokan yang terjadi pada Kamis malam di wilayah selatan Iran.
Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia menyebut militer AS menyerang dua kapal tanker minyak Iran di dekat selat Hormuz dan melancarkan serangan udara ke wilayah sipil.
Dalam pernyataannya, Iran mengatakan salah satu tanker diserang saat berlayar dari perairan Jask menuju Selat Hormuz.
Sementara kapal lainnya disebut menjadi target ketika memasuki kawasan dekat Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab.
“Agresi militer, teroris, dan perampok Amerika Serikat telah melanggar gencatan senjata,” kata juru bicara militer Iran dalam pernyataan resminya seperti dilansir dari Tasnim News.
![Perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu terus memicu korban besar di berbagai negara Timur Tengah. [Aljazeera]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/19/76138-korban-perang-iran.jpg)
Iran juga menuduh sejumlah negara kawasan ikut membantu operasi udara yang menyerang wilayah sipil di Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm di selatan negara itu.
Sebagai respons, pasukan Garda Revolusi Iran mengklaim langsung melancarkan serangan balasan terhadap kapal militer AS di timur Selat Hormuz dan selatan Pelabuhan Chabahar.
Pihak Iran menyebut serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar pada armada militer Amerika Serikat.
Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Washington terkait tuduhan maupun klaim kerusakan tersebut.
Iran juga memperingatkan bahwa setiap bentuk agresi akan dibalas tanpa keraguan.
“Amerika Serikat dan negara-negara pendukungnya harus tahu bahwa Republik Islam Iran akan merespons dengan kuat terhadap setiap tindakan agresi,” lanjut pernyataan tersebut.
Bentrokan terbaru ini semakin memperburuk situasi keamanan di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.