-
Donald Trump mengancam hancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.
-
Pihak militer Iran mengejek ancaman Trump dengan menggunakan kalimat ikonik 'You're Fired'.
-
AS memutuskan menunda serangan selama lima hari setelah adanya dialog produktif dengan Iran.
Ebrahim Zolfaghari selaku perwakilan markas pusat Khatam al-Anbiya melontarkan sindiran tajam kepada Presiden Amerika Serikat.
Ejekan tersebut menggunakan frasa populer yang sering digunakan Trump saat masih menjadi bintang acara televisi.
"Hey Trump, YOU'RE FIRED! Anda sudah familiar dengan kalimat ini. Terima kasih atas perhatian Anda pada masalah ini," kata Zolfaghari.
Pernyataan ini menjadi simbol keberanian Teheran dalam menghadapi tekanan militer dari pihak luar negeri.
Meskipun tensi sempat memuncak, kabar terbaru menunjukkan adanya sedikit pelonggaran dalam konfrontasi bersenjata tersebut.
Trump menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi yang intens dengan pemerintah Iran selama beberapa hari.
Ia mengklaim telah terjadi diskusi yang cukup berbobot untuk mencari jalan keluar dari kebuntuan ini.
Oleh karena itu, rencana penghancuran pembangkit listrik Iran diputuskan untuk ditunda selama lima hari ke depan.
Keputusan penundaan ini diambil setelah Trump melihat adanya perubahan sikap dalam proses negosiasi tersebut.
"Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan negara Iran, telah mengadakan, selama dua hari terakhir, percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian lengkap dan total atas permusuhan kita di Timur Tengah," kata Trump.
Presiden AS tersebut menekankan bahwa penundaan serangan tetap memiliki syarat yang sangat ketat dan mengikat.
"Berdasarkan sentuhan dan nada dari percakapan mendalam, rinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu ini, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung," lanjutnya.
Sebelumnya, Trump sempat bersikeras tidak akan memberikan ruang bagi gencatan senjata dengan pihak Teheran.
Ia hanya membuka peluang untuk dialog tanpa harus menghentikan operasi militer yang sedang berlangsung saat itu.
"Kita bisa berdialog, tetapi saya tidak ingin melakukan gencatan senjata," tegasnya pada akhir pekan lalu.