Arab Saudi Marah ke Iran, Singgung Serangan Rudal Kiamat ke Negara Islam

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 25 Maret 2026 | 11:00 WIB
Arab Saudi Marah ke Iran, Singgung Serangan Rudal Kiamat ke Negara Islam
Serangan rudal Iran ke pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Samudra Hindia memicu kekhawatiran baru tentang kemampuan jarak jauh rudal milik Teheran. [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Arab Saudi mengecam keras serangan Iran yang melanggar hukum internasional dan merusak infrastruktur sipil.

  • Serangan tersebut mengancam stabilitas kawasan serta mengabaikan prinsip hubungan bertetangga yang baik.

  • Keamanan Selat Hormuz harus dijaga demi kelancaran perdagangan dunia dan stabilitas ekonomi global.

Suara.com - Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia secara resmi menyampaikan pernyataan terkait ketegangan yang melibatkan Teheran Iran.

Faisal bin Abdullah Al-Amudi menekankan bahwa pemerintah Saudi memiliki posisi yang sangat jelas mengenai situasi tersebut.

Negara tersebut menolak dengan tegas segala bentuk intimidasi yang dilakukan oleh pihak Iran di wilayah tersebut.

Kecaman keras dilayangkan atas aksi serangan yang menyasar kedaulatan Kerajaan Arab Saudi dan negara Teluk lainnya.

Langkah provokatif ini dinilai telah melampaui batas toleransi dalam hubungan antarnegara di kawasan Timur Tengah.

"Menegaskan kembali sikap pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang menolak dan mengecam tindakan terang-terangan Iran yang melakukan penyerangan terhadap Arab Saudi, negara-negara teluk lainnya, serta negara-negara Arab dan Islam sahabat," kata Dubes Faisal dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Faisal bin Abdullah Al-Amudi menjelaskan bahwa rentetan kejadian ini telah memberikan dampak yang sangat sistemik.

Banyak kerugian yang harus ditanggung, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga ancaman nyata bagi nyawa manusia.

Tindakan tersebut dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip tetangga yang baik dan damai.

baca juga

Seluruh norma internasional serta hukum antarnegara seolah diabaikan dalam serangkaian aksi agresi tersebut.

"Kami juga sekali lagi menegaskan penolakan dan kecaman atas dampak bahaya akibat serangan ini terhadap stabilitas politik kawasan, terutama yang mengarah kepada Kerajaan Arab Saudi," ucapnya.

Dubes Faisal menyoroti bahwa ketenangan di wilayah Arab saat ini sedang berada dalam posisi yang sangat rentan.

Setiap serangan yang terjadi memicu reaksi berantai yang merugikan banyak pihak di sekeliling wilayah konflik.

Pemerintah Saudi sendiri terus berupaya menggunakan pendekatan yang bijaksana dalam merespons setiap bentuk provokasi.

Meskipun mengutamakan perdamaian, Arab Saudi tidak akan tinggal diam jika kedaulatan mereka terus diusik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2000 Tentara AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Bersiap Masuki Iran

2000 Tentara AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Bersiap Masuki Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:33 WIB

Serangan Balik, Iran Hujan Rudal Israel Hingga 12 Orang Tewas

Serangan Balik, Iran Hujan Rudal Israel Hingga 12 Orang Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:24 WIB

Iran Makin Terdesak, Negara Teluk Mulai Izinkan Militer Amerika Serikat Gunakan Pangkalan Udara

Iran Makin Terdesak, Negara Teluk Mulai Izinkan Militer Amerika Serikat Gunakan Pangkalan Udara

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:13 WIB

Terkini

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

×