Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:02 WIB
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
Warga Iran berkumpul (X)
baca 10 detik

Iran mengajak negara-negara Timur Tengah membentuk aliansi militer mandiri berbasis Al Quran.

Ketegangan meningkat drastis setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Iran membantah klaim Trump mengenai kemajuan pembicaraan diplomatik yang produktif antara kedua negara.

Zolfaghari menekankan pentingnya tidak tergantung pada kekuatan asing dan untuk kembali ke ajaran Al Quran.

Menurut pandangan Iran, kekuatan spiritual dan religius harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan pertahanan nasional.

Negara-negara tetangga dihimbau untuk tidak mencari jaminan keamanan dari pihak yang berada di seberang samudra.

Keyakinan akan kekuatan mandiri menjadi poin krusial yang terus digaungkan oleh otoritas militer di Teheran.

Kehadiran militer asing justru dianggap sebagai pemicu utama ketidakstabilan yang berkepanjangan di tanah para nabi.

"Kita harus bersatu untuk menjamin keamanan kita dan bergerak menuju suatu kesepakatan keamanan bersama yang menjadikan Islam dan Al Quran sebagai acuan, inti, dan landasan ajek," kata dia.

Pernyataan ini menegaskan bahwa nilai-nilai keislaman harus menjadi ruh dari setiap operasional militer di kawasan.

Dengan menjadikan Al Quran sebagai landasan, diharapkan ada kesamaan visi yang tidak mudah digoyahkan oleh kepentingan politik sesaat.

Kerja sama ini diproyeksikan akan mencakup pertukaran intelijen serta latihan militer gabungan antar negara anggota.

baca juga

Iran percaya bahwa kesatuan ideologi akan melahirkan kekuatan tempur yang jauh lebih tangguh dan berwibawa.

Ketegangan di kawasan Teluk meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.

Insiden berdarah tersebut telah mengubah konstelasi keamanan dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak di Teheran.

Serangan udara itu menyasar beberapa titik strategis yang memicu kerusakan signifikan pada infrastruktur pertahanan Iran.

Sejak saat itu, atmosfer permusuhan di wilayah Teluk mencapai titik didih yang sangat mengkhawatirkan masyarakat internasional.

Banyak analis menilai serangan tersebut sebagai deklarasi perang terbuka yang merusak upaya diplomasi sebelumnya.

Iran kemudian membalas agresi militer itu dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk.

Target serangan balasan ini secara spesifik diarahkan pada lokasi yang menjadi basis atau aset militer Amerika Serikat.

Operasi pembalasan ini menunjukkan kemampuan teknologi persenjataan Iran yang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh lawan.

Beberapa instalasi militer di wilayah sengketa dilaporkan mengalami dampak langsung dari gempuran proyektil tersebut.

Tindakan ini merupakan pesan nyata bahwa setiap serangan terhadap Iran akan mendapatkan jawaban yang setimpal.

Iran diduga meminta kepada Amerika Serikat agar dapat melakukan pembicaraan dengan Wakil Presiden JD Vance.

Keinginan ini muncul sebagai bentuk penolakan terhadap utusan khusus Steve Witkoff maupun menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner.

Langkah diplomasi ini menunjukkan bahwa Iran sangat selektif dalam memilih lawan bicara di meja perundingan.

Teheran mencoba mencari celah komunikasi melalui sosok yang dianggap memiliki pandangan berbeda di dalam kabinet Amerika.

Komunikasi diplomatik ini terus berjalan di bawah bayang-bayang ancaman militer yang masih sangat nyata.

Menurut sumber yang dikutip CNN, Iran tidak mempercayai Witkoff dan Kushner terkait pembicaraan sebelumnya.

Kegagalan dialog di masa lalu menjadi alasan utama mengapa Teheran menutup pintu bagi kedua tokoh tersebut.

Ketidakpercayaan ini berakar dari kebijakan-kebijakan sebelumnya yang dinilai sangat merugikan posisi tawar pemerintah Iran.

Iran merasa bahwa utusan-utusan tersebut membawa misi yang tidak sejalan dengan perdamaian jangka panjang.

Oleh karena itu, pemilihan JD Vance dianggap sebagai alternatif yang lebih masuk akal bagi proses negosiasi.

Sementara JD Vance, dianggap Iran sebagai pihak yang lebih mendukung tercapainya gencatan senjata.

Reputasi politik Vance dinilai memberikan secercah harapan bagi berakhirnya konflik bersenjata di Timur Tengah.

Iran melihat peluang untuk mencapai kesepakatan yang lebih adil jika berhadapan dengan figur yang moderat.

Gencatan senjata menjadi prioritas agar stabilitas ekonomi di kawasan tidak semakin terpuruk akibat perang.

Dukungan terhadap dialog yang konstruktif diharapkan dapat meredam eskalasi militer yang kian liar.

Pada Senin, Presiden Trump mengatakan bahwa AS dan Iran telah mengadakan pembicaraan positif selama dua hari.

Trump mengklaim bahwa proses dialog telah menghasilkan beberapa poin kesepakatan awal yang cukup menjanjikan bagi kedua pihak.

Selain itu, ia mengaku telah menginstruksikan Pentagon untuk menunda serangan terhadap sektor energi Iran selama lima hari.

Namun, pernyataan optimistis dari Gedung Putih tersebut langsung mendapatkan bantahan keras dari otoritas di Iran.

Pihak Teheran menegaskan bahwa situasi di lapangan tidak seindah apa yang disampaikan oleh pemimpin Amerika tersebut.

Namun, pernyataan Trump tersebut disangkal Iran yang mengatakan bahwa pihaknya hanya menerima pesan tertentu.

Isi pesan tersebut hanyalah pernyataan keinginan dari pihak Washington untuk terlibat dalam sebuah dialog formal.

Iran menegaskan bahwa belum ada kesepakatan konkret yang dicapai apalagi pembicaraan yang bersifat produktif.

Informasi yang simpang siur ini menambah kerumitan dalam membaca arah konflik di kawasan Timur Tengah ke depan.

Teheran tetap waspada terhadap segala kemungkinan sambil terus memperkuat narasi aliansi militer mandiri mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal

Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:47 WIB

Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS

Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:43 WIB

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung

Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:02 WIB

Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat

Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:57 WIB

HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun

HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:49 WIB

Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan

Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:40 WIB

Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo, Pesertanya Ada yang Dibayar Rp 200 Ribu

Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo, Pesertanya Ada yang Dibayar Rp 200 Ribu

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:25 WIB

DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung

DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:17 WIB

Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf

Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:03 WIB

Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali

Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:57 WIB

Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes

Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:57 WIB

KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar

KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:57 WIB