KPAI Minta Sekolah Tidak Langsung Beri Pelajaran Berat Usai Libur Lebaran

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:43 WIB
KPAI Minta Sekolah Tidak Langsung Beri Pelajaran Berat Usai Libur Lebaran
Sejumlah siswa masuk sekolah perdana. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • KPAI meminta sekolah menerapkan masa transisi adaptif pasca libur Lebaran, hindari pembebanan materi berat langsung.
  • KPAI mendorong sekolah menggunakan metode reflektif atau *storytelling* pengalaman mudik anak saat awal masuk.
  • Dukungan keluarga penting untuk mengatur ulang ritme harian anak seperti jam tidur serta penggunaan gawai.

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menekankan pentingnya fase transisi sebelum anak kembali sepenuhnya ke aktivitas belajar pasca libur lebaran Idulfitri.

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyampaikan, anak butuh waktu untuk beradaptasi secara psikologis dari suasana liburan ke rutinitas sekolah.

Oleh sebab itu, ia meminta sekolah tidak langsung membebani siswa dengan materi berat ketika awal masuk sekolah pasca libur panjang lebaran.

“Sekolah diharapkan tidak langsung membebani siswa dengan intensitas materi yang berat,” ujar Jasra dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).

Sebagai alternatif, KPAI mendorong pendekatan yang lebih adaptif, seperti metode reflektif atau storytelling yang mengangkat pengalaman mudik anak sebagai bagian dari proses belajar.

Pendekatan ini dinilai dapat membantu anak kembali ke lingkungan sekolah tanpa tekanan, sekaligus membuat pengalaman sosial selama liburan tetap relevan di ruang kelas.

Tak hanya sekolah umum, KPAI juga menyoroti lingkungan pendidikan keagamaan seperti pesantren.

Jasra mendorong agar proses kembalinya santri dikelola secara lebih humanis untuk memulihkan kesiapan mental dan spiritual setelah libur Lebaran.

Di level keluarga, KPAI mengingatkan orang tua untuk mulai mengatur kembali ritme harian anak, termasuk jam tidur dan penggunaan gawai yang cenderung meningkat selama liburan.

baca juga

Menurut Jasra, proses transisi ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar anak dapat kembali ke rutinitas belajar secara bertahap tanpa tekanan berlebih.

“Pada akhirnya, mewujudkan prasyarat transisi yang ideal ini membutuhkan sistem dukungan yang tangguh. Dukungan seperti dari orang tua, guru, ustadz dan lingkungan sangat vital dalam mengembalikan ritme hidup anak kembali secara bertahap,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak

Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:03 WIB

Sampai Kapan ASN WFA setelah Libur Lebaran 2026? Ini Aturan Lengkapnya!

Sampai Kapan ASN WFA setelah Libur Lebaran 2026? Ini Aturan Lengkapnya!

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:36 WIB

Libur Lebaran Usai, Sistem Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini

Libur Lebaran Usai, Sistem Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:09 WIB

Misi Menolak Jadi Kaum Rebahan: 6 Cara Memaksimalkan Waktu Libur Lebaran

Misi Menolak Jadi Kaum Rebahan: 6 Cara Memaksimalkan Waktu Libur Lebaran

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:50 WIB

Terintegrasi Banyak Tempat Wisata dan Pusat Perbelanjaan, LRT Bisa Jadi Solusi Libur Lebaran

Terintegrasi Banyak Tempat Wisata dan Pusat Perbelanjaan, LRT Bisa Jadi Solusi Libur Lebaran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:03 WIB

Terkini

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Makna dan Sejarah Hari Pramuka di Indonesia, Siapa Penggagasnya?

Makna dan Sejarah Hari Pramuka di Indonesia, Siapa Penggagasnya?

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:24 WIB

Kepala Lapas Gobah Pekanbaru Dicopot Imbas Napi Kasus Narkoba Kabur

Kepala Lapas Gobah Pekanbaru Dicopot Imbas Napi Kasus Narkoba Kabur

Riau | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:23 WIB

Di Daerah Ini Kemiskinan Menyusut ke 6,54 Persen, Namun Ketimpangan Kian Melebar

Di Daerah Ini Kemiskinan Menyusut ke 6,54 Persen, Namun Ketimpangan Kian Melebar

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Kebakaran Hebat Gunung Bromo Diduga karena Api Unggun

Kebakaran Hebat Gunung Bromo Diduga karena Api Unggun

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:18 WIB

×