AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal

Arief Apriadi

Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:27 WIB
AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier (kiri). (Antara)
baca 10 detik
  • Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menolak keras mendukung invasi AS ke Iran, menyebutnya sebagai blunder politik dan ilegal secara hukum internasional.
  • Kritik tajam dari Jerman membuat Presiden AS Donald Trump meradang, menyindir balik dengan mengungkit bantuan militer Washington untuk perang di Ukraina.
  • Jerman menilai kebijakan AS saat ini mengabaikan aturan global dan justru merusak kesepakatan nuklir 2015 yang seharusnya bisa mencegah meletusnya perang.

Suara.com - Ketegangan diplomasi tingkat tinggi baru saja meledak setelah Pemerintah Jerman secara mengejutkan menolak memberikan dukungan kepada Amerika Serikat terkait invasi ke Iran.

Penolakan terang-terangan dari Presiden Frank-Walter Steinmeier terkait agresi militer tersebut sontak membuat Presiden Donald Trump meradang dan melontarkan kritik balasan yang tajam.

Sikap keras dari Berlin ini menjadi pukulan telak bagi Washington di tengah upaya mereka menggalang dukungan internasional untuk melegitimasi Perang Iran yang sedang berlangsung.

Sikap berani ini disampaikan langsung oleh pemimpin tertinggi Jerman yang secara terbuka mengecam invasi militer yang dilakukan oleh Washington beserta sekutunya ke wilayah Teheran.

Steinmeier secara blak-blakan menyebut bahwa operasi militer skala besar tersebut merupakan sebuah blunder politik yang sangat fatal bagi masa depan perdamaian dunia.

“Perang ini adalah kesalahan politik yang membawa bencana. Kami tidak punya alasan untuk mendukung pandangan dunia AS," ujar Steinmeier dikutip dari Haberler, Jumat (27/3/2026).

Mendengar pernyataan miring dari salah satu sekutu penting di Eropa tersebut, pemimpin Amerika Serikat langsung memberikan serangan balasan secara verbal.

Trump menilai bahwa komentar yang dilontarkan oleh rekannya itu sangat tidak pantas dan mencoba membandingkannya dengan bantuan Washington ke Kyiv.

"Kalau begitu, Ukraina juga bukan perang kami, tapi kami membantu. Itu pernyataan yang sangat tidak pantas. Tapi dia mengatakannya. Dia tidak bisa menghapusnya."

baca juga

Sang presiden AS kembali menegaskan kekecewaannya karena merasa negaranya selalu hadir untuk membantu negara sekutu meski itu sebenarnya bukan perangnya sendiri.

“Ukraina juga bukan negara perang kami, tapi kami membantu; dia tidak bisa menarik kembali kata-kata itu.”

Di sisi lain, pernyataan Steinmeier ini sebenarnya menandai perubahan sikap yang cukup drastis dari pemerintahan negaranya sendiri.

Selama ini, Berlin selalu berusaha menghindari pernyataan resmi yang mengklasifikasikan pertempuran dengan Iran sebagai tindakan yang ilegal menurut kacamata hukum internasional.

Namun kali ini, Presiden Jerman merasa perlu untuk menegaskan posisi negaranya demi menjaga kredibilitas kebijakan luar negeri mereka di mata dunia.

“Tidak menyebut pelanggaran hukum internasional tidak membuat kebijakan luar negeri kita lebih kredibel. Perang ini ilegal menurut hukum internasional, dan hal itu tidak diragukan lagi.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?

Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:23 WIB

Donald Trump Geram, Larang Iran Pungut Biaya dari Kapal Dagang Selat Hormuz

Donald Trump Geram, Larang Iran Pungut Biaya dari Kapal Dagang Selat Hormuz

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:15 WIB

Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam

Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:08 WIB

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:43 WIB

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:14 WIB

Terkini

Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia

Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×